Kafilah Jateng Tembus Final MTQ Nasional 2026, Nasywa Ukir Perjalanan Bersejarah

Kafilah Jawa Tengah menembus final MTQ Nasional XXXI 2026. Nasywa tampil di final Tilawah Remaja, sementara Fahmil Qur’an Jateng raih juara III. (Dok Humas Jateng)

SOROTJATENG.ID, SEMARANG – Kafilah Jawa Tengah menunjukkan penampilan terbaik dalam sejumlah cabang pada babak final Musabaqah Tilawatil Qur’an (MTQ) Nasional XXXI Tahun 2026 di Kota Semarang.

Salah satu penampilan yang mendapat perhatian hadir dari cabang Seni Baca Al-Qur’an Golongan Anak-anak dan Remaja atau Tilawah Remaja di Masjid Agung Jawa Tengah (MAJT), Jumat (18/9/2026) sore.

Muhammad Zahron Nasywa, kafilah asal Kabupaten Pati, berhasil tampil di babak final setelah melalui rangkaian kompetisi MTQ Nasional.

Tampil sebagai peserta terakhir dari enam finalis, Nasywa mampu menjaga ketenangan dan memberikan penampilan terbaiknya di hadapan dewan hakim.

Hasil akhir kompetisi tersebut baru akan diumumkan dalam malam penutupan MTQ Nasional XXXI di Kota Semarang, Sabtu (19/9/2026).

Bagi Nasywa, keberhasilan mencapai final memiliki makna tersendiri. Setelah tiga kali mengikuti MTQ Tilawah Remaja tingkat nasional, tahun ini menjadi kesempatan pertamanya melangkah hingga babak final.

“Alhamdulillah, selama tiga kali mengikuti MTQ Tilawah Remaja, baru kali ini diberikan kesempatan oleh Allah mengikuti babak final. Alhamdulillah, sangat-sangat bersyukur bisa bertemu dengan teman-teman Seni Qur’an dari seluruh nusantara,” ungkapnya seusai tampil.

Sembilan Bulan Jalani Pembinaan

Pencapaian Nasywa tidak diraih secara instan. Sebelum tampil di MTQ Nasional XXXI, ia menjalani pembinaan intensif selama sembilan bulan yang dilakukan secara daring maupun luring.

Program training center tersebut menjadi bagian penting dalam mempersiapkan kualitas bacaan sekaligus mental menghadapi persaingan tingkat nasional.

“Persiapannya dari Jawa Tengah sudah sembilan bulan mengikuti training center offline dan online. Itu modal cukup untuk menyerap kualitas bacaan dari para guru, agar kami bisa tampil maksimal,” ujarnya.

Nasywa bahkan sempat menghadapi kendala kondisi fisik karena sakit menjelang penampilan. Namun, kondisi tersebut tidak menyurutkan tekadnya untuk memberikan performa terbaik.

Baginya, kesempatan tampil di babak final sudah menjadi pencapaian besar setelah perjuangan yang dijalani selama beberapa tahun.

Nasywa juga membagikan pesan bagi para peserta MTQ agar tidak menjadikan latihan hanya sebagai persiapan menjelang perlombaan.

“Tipsnya dalam latihan pokoknya jangan berhenti. Walaupun kita sudah mencapai tingkat nasional atau lebih tinggi, kalau latihannya hanya satu musim saat MTQ saja, ilmunya akan sia-sia dan tidak bisa dimanfaatkan untuk orang lain,” tuturnya.

Terkait hasil akhir, Nasywa menyerahkan sepenuhnya kepada keputusan dewan hakim.

Menurutnya, bisa mencapai babak final dan masuk dalam persaingan tiga besar sudah menjadi impian yang selama ini ingin diwujudkan.

“Kalau di final tinggal memperebutkan juara satu, dua, atau tiga. Jadi, apa pun yang Allah takdirkan, alhamdulillah. Yang penting sudah bisa mencapai titik yang saya impikan,” katanya.

Fahmil Qur’an Putri Jateng Raih Juara III

Prestasi lainnya ditorehkan kafilah Jawa Tengah melalui cabang Fahmil Qur’an Putri yang berlangsung di UIN Walisongo Semarang, Jumat (18/9/2026) pagi.

Tim Fahmil Qur’an Putri Jawa Tengah berhasil meraih peringkat ketiga setelah melalui pertandingan final yang berlangsung ketat. Perolehan poin antartim terus berkejaran hingga akhir pertandingan.

Pelatih Tim Fahmil Qur’an Kafilah Jawa Tengah, Tri Bimo Soewarno, mengapresiasi perjuangan para peserta yang berhasil membawa tim hingga babak final tingkat nasional.

Menurut Tri, salah satu kekuatan tim Jawa Tengah terlihat dalam sesi soal rebutan. Namun, kecepatan menekan bel menjadi salah satu faktor yang membuat sejumlah peluang belum dapat dimanfaatkan secara maksimal.

“Untuk yang final saya kira sudah cukup bagus. Sebetulnya ada beberapa pertanyaan yang bisa dijawab karena sudah beberapa kali simulasi, tetapi hanya kurang cepat saja memencet bel di soal rebutan. Namun, posisi ketiga ini sudah merupakan karunia dari Allah dan pencapaian yang bagus,” ujarnya seusai pertandingan.

Tim Fahmil Qur’an Putri Jawa Tengah mengumpulkan 1.170 poin dan berada di posisi ketiga. Juara pertama diraih tim Aceh dengan 1.505 poin, sedangkan Kalimantan Timur menempati posisi kedua dengan 1.290 poin.

Sementara pada kategori putra, tim Jawa Tengah juga berhasil meraih posisi ketiga dengan perolehan 1.265 poin.

Tiga Peserta Putri Jadi Pendatang Baru

Perjalanan tim Fahmil Qur’an Putri Jawa Tengah menuju final terbilang istimewa. Ketiga anggota tim merupakan pendatang baru di tingkat nasional.

Mereka juga masih duduk di kelas 12 Madrasah Aliyah (MA) dan berasal dari Tegal serta Kota Semarang. Kondisi tersebut menjadi tantangan tersendiri karena sebagian pesaing dari provinsi lain telah berstatus mahasiswa.

Untuk menghadapi MTQ Nasional XXXI, para peserta menjalani persiapan intensif melalui karantina di Islamic Center selama sekitar satu setengah bulan.

Selama masa karantina, mereka fokus memperkuat penguasaan materi sekaligus membangun kesiapan mental sebelum bertanding.

“Anak-anak sudah ikhtiar maksimal dan dikarantina satu setengah bulan. Ini menjadi pengalaman pertama mereka di nasional, dan proses belajar yang luar biasa. Harapannya ini bisa menjadi titik awal (starting point) untuk capaian yang lebih baik lagi ke depan,” kata Tri.

Menurutnya, target awal tim adalah menembus babak final dan berupaya masuk dua besar. Meski hasil akhirnya berada di peringkat ketiga, capaian tersebut tetap menjadi pengalaman penting bagi para peserta untuk menghadapi kompetisi di masa mendatang.

Rangkaian prestasi tersebut menunjukkan hasil pembinaan kafilah Jawa Tengah dalam MTQ Nasional XXXI. Selain mengejar prestasi, pengalaman tampil di panggung nasional menjadi modal bagi para peserta untuk terus meningkatkan kemampuan dan mempersiapkan diri menghadapi kompetisi berikutnya. (*)