Sanksi Tegas BGN Usai Keracunan Ratusan Pelajar SMAN 1 Tunjungan Blora: Kepala Dapur Dicopot, SPPG Terancam Suspend Permanen

Wakil Kepala BGN, Mayjen TNI (Purn.) Trenggono, saat melakukan inspeksi mendadak (sidak) ke SPPG Sukorejo 2, usai keracunan ratusan pelajar SMAN 1 Tunjungan. (Dok Pemkab Blora)

SOROTJATENG.ID, BLORA – Badan Gizi Nasional (BGN) menjatuhkan sanksi tegas terhadap Dapur SPPG Sukorejo 2, Kecamatan Tunjungan, Kabupaten Blora, usai kasus keracunan makanan program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang dialami ratusan pelajar.

Wakil Kepala BGN, Mayjen TNI (Purn.) Trenggono, bahkan memastikan Kepala Dapur SPPG Sukorejo 2 akan dicopot, sementara operasional dapur tersebut dikenai sanksi berat hingga berujung suspend permanen.

Ketegasan itu disampaikan Trenggono saat melakukan inspeksi mendadak (sidak) ke SPPG Sukorejo 2, kemarin. Sidak dilakukan setelah munculnya kasus pelajar SMA Negeri 1 Tunjungan yang mengalami gangguan kesehatan usai menyantap menu MBG.

Dalam sidak tersebut, Trenggono menemukan kondisi dapur yang dinilainya sangat tidak layak. Selain persoalan kondisi fisik, ia juga menemukan banyak prosedur operasional standar (SOP) yang tidak dijalankan.

“Perlu saya sampaikan bahwa ini ada kejadian fatal yakni keracunan makanan (MBG) di Blora (SPPG Sukorejo 2 Tunjungan). Untuk dapur ini harus diberikan tindakan tegas. Kita suspend berat hingga suspend permanen,” tegas Trenggono, dikutip dari blorakab.go.id, Selasa (15/9/2026).

Ia menyebut keputusan akhir mengenai suspend permanen akan dilakukan setelah proses investigasi selama 30 hari.

“Saya lihat dapurnya sangat sangat tidak layak, cukup jelek dan banyak sekali SOP yang tidak dilaksanakan. Nanti setelah investigasi 30 hari, langsung kita suspend permanen,” lanjutnya.

Tak hanya dapurnya, BGN juga memberikan sanksi terhadap pengelola. Kepala Dapur SPPG Sukorejo 2, Afif Djaelani, dipastikan dicopot karena dinilai tidak menjalankan tugas sesuai ketentuan.

“Kemudian kepala dapurnya juga jelas akan kita copot karena dia tidak menjalankan tugasnya dengan baik, tidak patuh pada SOP,” ujar Trenggono.

BGN Temukan Banyak SOP Tak Dijalankan

BGN memeriksa kondisi bangunan dan operasional SPPG. Evaluasi internal kemudian dilakukan di dalam dapur bersama Koordinator SPPG Wilayah Kabupaten Blora, Artika Diannita.

Sementara Kepala Dapur SPPG Sukorejo 2 Afif Djaelani bersama pemilik SPPG, Wasono Basuki, turut mendengarkan langsung teguran dari Wakil Kepala BGN.

Menurut Trenggono, evaluasi menyeluruh diperlukan untuk memastikan penyebab kasus keracunan dan mengukur sejauh mana pelanggaran terhadap standar pengelolaan dapur MBG.

Ia menegaskan, aspek hukum juga masih terbuka apabila hasil investigasi menemukan adanya unsur pidana.

“Kita lihat dulu apakah ada unsur kesengajaan yang mengakibatkan kejadian ini. Kalau memang ada unsur pidananya ya akan kita tindak sesuai ketentuan hukum yang berlaku. Hasil laboratorium juga masih diproses, sabar ya,” ucapnya.

BGN Pastikan Korban Berangsur Pulih

Trenggono juga menyampaikan kondisi para korban yang sebelumnya mendapatkan perawatan di sejumlah rumah sakit di Blora.

Ia menyebut sebagian besar korban telah berangsur membaik. Sebelumnya, pihak BGN juga menjenguk dua korban yang masih dirawat di RSUD dr. R. Soetijono Blora dan satu korban di RS PKU Muhammadiyah Blora.

Ketiganya disebut telah menunjukkan perkembangan positif dan masih menunggu jadwal kepulangan dari dokter.

“Yang utama adalah, kami ucapkan terima kasih kepada Pak Bupati dan Bu Wakil Bupati selaku Ketua Satgas, yang telah bergerak cepat sehingga semuanya dapat tertangani dengan baik. Alhamdulillah semua korban sudah mulai membaik, tinggal beberapa yang masih di rumah sakit kondisinya juga berangsur pulih,” ungkap Trenggono.

Bupati Blora Minta Seluruh SPPG Berbenah

Bupati Blora Arief Rohman mengapresiasi langkah BGN yang turun langsung melakukan monitoring dan sidak terhadap SPPG Sukorejo 2.

Menurut Arief, teguran dan sanksi tersebut harus menjadi pembelajaran bagi seluruh pengelola SPPG agar kasus serupa tidak kembali terjadi.

“Terima kasih Pak Wakil Kepala BGN yang sudah berkenan hadir ke Blora dan memberikan teguran keras kepada SPPG yang tidak sesuai standar. Semoga ini bisa menjadi pembelajaran untuk seluruh SPPG. Kita tidak ingin peristiwa seperti ini terjadi lagi,” kata Arief.

Ia juga menyoroti pentingnya komunikasi antara pengelola MBG dengan pemerintah daerah. Menurutnya, masih terdapat koordinator MBG yang minim berkomunikasi dengan unsur pimpinan daerah.

Karena itu, Pemkab Blora mendorong adanya forum evaluasi bersama yang melibatkan berbagai unsur lintas sektoral.

Keracunan MBG Bermula dari Menu Ayam Woku

Kasus tersebut bermula pada Senin (7/9/2026), ketika ratusan siswa SMA Negeri 1 Tunjungan mengalami sejumlah keluhan kesehatan setelah mengonsumsi menu MBG yang didistribusikan SPPG Sukorejo 2.

Para siswa dilaporkan mengalami badan tidak enak, perut mulas hingga diare.

Kepala Dapur SPPG Sukorejo 2 Afif Djaelani mengatakan menu yang didistribusikan saat kejadian berupa nasi ayam woku, tumis brokoli, sambal lalapan dan buah apel.

“Menunya kemarin ayam woku, sambal lalapan, brokoli, dan buahnya apel. Kami tidak ada kesengajaan. Kami menunggu hasil investigasi saja,” ujar Afif.

Kasus ini kini masih menunggu hasil investigasi dan pemeriksaan laboratorium untuk memastikan penyebab kejadian.

Sementara itu, ancaman suspend permanen terhadap SPPG Sukorejo 2 menjadi sinyal tegas BGN bahwa pelanggaran standar keamanan pangan dalam pelaksanaan program MBG tidak akan ditoleransi. (*)