RATU NGEBOR Diluncurkan, Kota Salatiga Dorong Satu Rumah Satu Biopori

SOROTJATENG.ID, SALATIGA – Gerakan peduli lingkungan berbasis keluarga mulai diperkuat di Kecamatan Sidorejo, Kota Salatiga. Ketua TP PKK Kota Salatiga, Retno Robby Hernawan, resmi meluncurkan Gerakan RATU NGEBOR (Satu Rumah Satu Biopori) di Taman Manunggal Jati, Kelurahan Kauman Kidul.
Gerakan tersebut diarahkan untuk meningkatkan kepedulian masyarakat terhadap lingkungan sekaligus memperbanyak titik resapan air di kawasan perkotaan.
Retno menegaskan, RATU NGEBOR tidak boleh berhenti sebagai kegiatan seremonial. Menurutnya, gerakan tersebut harus diterapkan secara berkelanjutan dan diperluas hingga seluruh kelurahan serta tingkat RT di Kecamatan Sidorejo.
“Saya menekankan agar Gerakan RATU NGEBOR ini tidak berhenti di tingkat kecamatan atau sekadar menjadi acara seremonial belaka. Saya berharap agar gerakan ini benar-benar ditindaklanjuti dan dilanjutkan secara masif di seluruh kelurahan hingga menyentuh tingkat RT di Kecamatan Sidorejo,” ujar Retno, dikutip dari salatiga.go.id, Selasa (15/9/2026).
Ia mendorong kader PKK bersama pengurus RT dan RW menjadi penggerak utama untuk memberikan edukasi kepada masyarakat mengenai pentingnya biopori di lingkungan rumah.
“Mari kita edukasi, ajak, dan gerakkan setiap kepala keluarga di masing-masing RT. Bayangkan, jika di setiap RT seluruh rumah memiliki minimal satu lubang biopori, maka ribuan titik resapan air akan tercipta dan Sidorejo akan menjadi teladan lingkungan yang tangguh dan asri,” katanya.
Menurut Retno, penerapan satu lubang biopori di setiap rumah dapat menjadi langkah sederhana yang jika dilakukan secara bersama-sama mampu memberikan dampak lebih luas terhadap pengelolaan lingkungan.
Peluncuran RATU NGEBOR mendapat dukungan dari TP PKK Kecamatan Sidorejo, Dinas Lingkungan Hidup, jajaran kecamatan dan kelurahan, serta CSR PDAM Kota Salatiga.
Kauman Kidul Sudah Kelola Sampah Organik
Camat Sidorejo, Sulistiyono, S.IP., MM., mengapresiasi kolaborasi berbagai pihak dalam pelaksanaan Gerakan RATU NGEBOR.
Menurutnya, gerakan tersebut sejalan dengan upaya yang sebelumnya telah dilakukan masyarakat Kelurahan Kauman Kidul dalam menangani persoalan lingkungan, khususnya pengelolaan sampah organik.
Salah satunya dilakukan melalui budidaya maggot di RT 07 Kauman Kidul.
“Kami telah melaksanakan pengolahan atau pembuatan maggot untuk mengatasi permasalahan sampah organik yang ada di wilayah Kauman Kidul, utamanya di RT 07. Tentu kami menyambut dengan gembira kegiatan yang dilaksanakan pada hari ini,” ungkap Sulistiyono.
Ia berharap berbagai gerakan lingkungan tersebut dapat terus dikembangkan dan saling mendukung, sehingga pengelolaan lingkungan tidak hanya dilakukan pemerintah, tetapi menjadi bagian dari kebiasaan masyarakat.
Dengan RATU NGEBOR, upaya memperkuat resapan air dan menjaga lingkungan di Kecamatan Sidorejo diharapkan dimulai dari lingkup terkecil, yakni rumah tangga. Gerakan itu kemudian diperluas melalui kolaborasi warga, kader PKK, RT, RW, kelurahan hingga kecamatan.
Langkah tersebut diharapkan mampu menjadikan Sidorejo sebagai kawasan yang semakin tangguh menghadapi persoalan lingkungan, sekaligus hijau dan asri. (*)