Polines Hadirkan Akademisi dan Praktisi dari 3 Negara, Perkuat Wawasan Global Mahasiswa

Politeknik Negeri Semarang (Polines) memperkuat wawasan internasional mahasiswa melalui kegiatan International Guest Lecture di Gedung Serba Guna (GSG) Polines. (Dok Polines)

SOROTJATENG.ID, SEMARANG – Politeknik Negeri Semarang (Polines) memperkuat wawasan internasional mahasiswa melalui kegiatan International Guest Lecture yang menghadirkan akademisi dan praktisi dari Malaysia, Jerman, dan Australia.

Kegiatan yang berlangsung pada 16–18 September 2026 di Gedung Serba Guna (GSG) Polines tersebut diikuti mahasiswa dari Jurusan Teknik Mesin, Teknik Sipil, dan Teknik Elektro.

Kehadiran narasumber dari tiga negara menjadi kesempatan bagi mahasiswa untuk memperluas pengetahuan, mendapatkan pengalaman internasional, serta memahami perkembangan teknologi dan kebutuhan dunia industri dari perspektif global.

Tiga narasumber yang dihadirkan dalam kegiatan tersebut yakni Prof. Dr. Ir. Anton Satria Prabuwono, Ph.D., Professor at the Department of Computing, Universiti Teknologi PETRONAS (UTP), Malaysia; Sverrir Jónsson, Senior Enterprise IT Architect & Technology Consultant sekaligus SES Senior Expert, Jerman; serta Dr. Ripon Kumar Chakrabortty, Senior Lecturer dari UNSW Canberra, Australia.

Polines Dorong Mahasiswa Pahami Perkembangan Teknologi Global

Direktur Polines Dr. Garup Lambang Goro, S.T., M.T., mengatakan International Guest Lecture menjadi bagian penting dalam upaya memberikan pengalaman pembelajaran yang lebih luas kepada mahasiswa.

Menurutnya, interaksi langsung dengan akademisi dan praktisi yang memiliki pengalaman internasional dapat membantu mahasiswa memahami perkembangan teknologi sekaligus memperluas cara pandang terhadap dunia kerja.

“Kegiatan International Guest Lecture ini merupakan kesempatan yang sangat baik bagi mahasiswa untuk memperoleh wawasan dan pengalaman langsung dari para akademisi maupun praktisi yang memiliki pengalaman internasional. Kami berharap mahasiswa tidak hanya mendapatkan pengetahuan baru, tetapi juga mampu melihat perkembangan teknologi dari perspektif global,” ujarnya, dikutip dari keterangannya, Sabtu (19/9/2026).

Garup menilai, penguatan jejaring internasional menjadi bagian penting dalam pengembangan pendidikan vokasi.

Kolaborasi dengan berbagai pihak dari luar negeri diharapkan dapat membuka wawasan mahasiswa mengenai inovasi teknologi, kebutuhan industri, serta tantangan profesi yang terus berkembang.

“Mahasiswa Polines harus memiliki kompetensi yang kuat, tetapi juga perlu memiliki wawasan global. Karena itu, forum seperti ini penting untuk mempertemukan mahasiswa dengan pengalaman dan pemikiran dari berbagai negara,” tambahnya.

Mahasiswa Teknik Dapatkan Perspektif dari Tiga Negara

Selama tiga hari pelaksanaan, mahasiswa mendapatkan materi dan pengalaman dari narasumber dengan latar belakang akademik serta profesional yang beragam.

Kehadiran pembicara dari Malaysia, Jerman, dan Australia memberikan kesempatan kepada mahasiswa untuk melihat perkembangan teknologi dan penerapannya melalui perspektif yang lebih luas.

Mahasiswa dari Jurusan Teknik Mesin, Teknik Sipil, dan Teknik Elektro juga terlibat dalam sesi pemaparan dan diskusi.

Interaksi tersebut menjadi ruang untuk memperdalam pemahaman terhadap isu teknologi yang tidak hanya berkaitan dengan kebutuhan nasional, tetapi juga memiliki cakupan internasional.

Melalui kegiatan ini, mahasiswa diharapkan semakin terbuka terhadap perkembangan keilmuan, inovasi, dan praktik profesional yang berkembang di berbagai negara.

Ditutup dengan Penyerahan Cinderamata

Rangkaian International Guest Lecture Polines ditutup dengan foto bersama antara pimpinan Polines, para narasumber, dan mahasiswa.

Acara kemudian dilanjutkan dengan penyerahan cinderamata kepada para guest lecturer sebagai bentuk apresiasi atas kontribusi dan pengetahuan yang telah dibagikan kepada sivitas akademika Polines.

Kegiatan tersebut menjadi bagian dari upaya Polines dalam memperluas pengalaman belajar mahasiswa melalui kolaborasi internasional.

Dengan penguatan wawasan global, mahasiswa diharapkan tidak hanya memiliki kompetensi teknis, tetapi juga kesiapan menghadapi perkembangan teknologi dan dinamika dunia industri di tingkat internasional. (*)

Editor