UIN Walisongo Buka Jalan Gelar Dua Ijazah, 9 Mahasiswa Prodi ISAI Dikirim ke Taiwan

SOROTJATENG.ID, SEMARANG – Kesempatan meraih dua ijazah sekaligus terbuka bagi sembilan mahasiswa Program Studi Ilmu Seni dan Arsitektur Islam (ISAI) UIN Walisongo Semarang melalui program Pre-Departure Dual Degree bersama Mingshin University of Science and Technology (MUST), Taiwan.
Program tersebut menjadi bagian dari langkah UIN Walisongo memperluas pengalaman pendidikan mahasiswa ke level internasional. Sebelum diberangkatkan, sembilan mahasiswa semester 7 itu mengikuti acara pelepasan di Ruang Sidang Senat, Gedung Rektorat Lantai 4, Kampus 3 UIN Walisongo Semarang, Kamis (17/9/2026).
Para mahasiswa dijadwalkan bertolak ke Taiwan pada 22–23 September 2026. Mereka akan menjalani program selama dua tahun dengan komposisi satu tahun perkuliahan dan satu tahun magang industri.
Kepala International Office (IO) UIN Walisongo Semarang, Agus Mutohar, M.A., Ph.D., mengatakan skema dual degree memberikan kesempatan kepada mahasiswa untuk memperoleh pengalaman akademik sekaligus kompetensi profesional dalam lingkungan internasional.
“Sertifikasi arsitek internasional itu bernilai sangat tinggi dan mahal. Melalui program kolaborasi ini, mahasiswa tidak hanya mendapatkan kompetensi global tetapi juga kelak lulus dengan menyandang dua ijazah sekaligus, yaitu dari UIN Walisongo dan Mingshin University,” terang Agus, dikutip dari walisongo.ac.id.
Melalui program tersebut, mahasiswa tidak hanya diarahkan untuk menyelesaikan studi di perguruan tinggi mitra. Pengalaman selama di Taiwan juga akan diperkuat dengan program magang industri selama satu tahun.
Skema itu memberikan ruang bagi mahasiswa untuk menghubungkan pembelajaran akademik dengan pengalaman profesional. Bekal tersebut diharapkan dapat memperluas kompetensi mereka ketika nantinya kembali dan memasuki dunia kerja.
Bukan Sekadar Kuliah di Luar Negeri
Program Pre-Departure Dual Degree tidak hanya menyiapkan mahasiswa dari sisi akademik. UIN Walisongo juga memberikan pembekalan mengenai kesiapan mental dan kemampuan beradaptasi dengan lingkungan budaya Taiwan.
Rektor UIN Walisongo Semarang, Prof. Dr. Musahadi, M.Ag., menilai kemampuan memahami budaya lokal menjadi faktor penting selama mahasiswa menjalani program di luar negeri.
“Dari aspek akademik, saya yakin kalian sudah siap. Namun yang paling krusial untuk disiapkan adalah mental dan pengenalan kultur lokal (cultural awareness). Jika tidak siap secara kultural, potensi culture shock bisa mengganggu proses belajar. Oleh karena itu, penguatan mental psikologis dan kesiapan budaya menjadi dua kunci utama,” tegas Musahadi.
Dengan pembekalan tersebut, mahasiswa diharapkan mampu beradaptasi dengan pola kehidupan, sistem pendidikan, serta lingkungan sosial yang berbeda selama mengikuti program.
Dekan Fakultas Ushuluddin dan Humaniora (FUHUM), Dr. Mokh. Sya’roni, M.Ag., mengatakan program tersebut merupakan bagian dari upaya internasionalisasi yang perlu dimanfaatkan mahasiswa secara maksimal.
“Saya menyampaikan terima kasih setinggi-tingginya kepada Kepala International Office beserta tim atas fasilitas dan bantuannya. Kami berharap seluruh mahasiswa dapat menjalani program ini secara sungguh-sungguh, menjaga nama baik almamater, serta menyerap ilmu sebanyak-banyaknya,” tuturnya.
Persiapan Sejak Tahun Lalu
Bagi para peserta, keberangkatan menuju Taiwan merupakan hasil dari proses persiapan panjang. Adzkiya, salah satu mahasiswa ISAI peserta program dual degree, mengaku perjalanan menuju tahap keberangkatan telah dimulai sejak tahun lalu.
Ia menyebut persiapan tersebut diwarnai berbagai dinamika, termasuk naik turunnya semangat. Menjelang keberangkatan, Adzkiya bersama rekan-rekannya meminta doa restu dari pimpinan dan civitas akademika UIN Walisongo.
“Perjuangan dan persiapan kami sudah berlangsung sejak tahun lalu dengan dinamika semangat yang naik turun. Kami memohon maaf atas segala kesalahan dan kekhilafan selama proses persiapan ini. Kami memohon doa dari para pimpinan dan civitas akademika agar setiap langkah kami di Taiwan senantiasa dimudahkan, dilancarkan, dan membawa keberkahan,” ungkap Adzkiya.
Program Pre-Departure Dual Degree UIN Walisongo-MUST Taiwan diharapkan menjadi pintu bagi mahasiswa ISAI untuk memperoleh pengalaman pendidikan lintas negara, kompetensi profesional, serta kesempatan menyandang dua ijazah setelah menyelesaikan rangkaian program.
Acara pelepasan ditutup dengan foto bersama dan pemberian ucapan selamat dari jajaran pimpinan universitas dan fakultas kepada sembilan mahasiswa yang akan menjalani program selama dua tahun di Taiwan. (*)