UNDIP Pertahankan Peringkat Kedua Kampus Berkelanjutan Nasional, Tujuh Tahun Tak Tergoyahkan

SOROTJATENG.ID, SEMARANG – Universitas Diponegoro (UNDIP) kembali mempertahankan posisi sebagai salah satu perguruan tinggi paling berkelanjutan di Indonesia.
Dalam UI GreenMetric Sustainable University Rankings (UIGM SUR) Indonesia 2026, UNDIP berhasil menempati peringkat kedua nasional.
Capaian tersebut sekaligus memperpanjang konsistensi UNDIP dalam pemeringkatan perguruan tinggi berkelanjutan. Sejak 2020 hingga 2026, UNDIP tercatat tujuh kali berturut-turut berada di peringkat kedua nasional.
Pengumuman sekaligus penganugerahan UIGM SUR Indonesia 2026 digelar di Grha Sabha Pramana, Universitas Gadjah Mada (UGM), Yogyakarta, Selasa (15/9/2026).
Kegiatan yang diselenggarakan UI GreenMetric dengan UGM sebagai tuan rumah itu dihadiri perwakilan perguruan tinggi peserta UIGM SUR Indonesia 2026.
Tak hanya mempertahankan peringkat kedua secara nasional, UNDIP juga memperoleh penghargaan sebagai perguruan tinggi paling berkelanjutan pada bidang Energi dan Perubahan Iklim serta Transportasi.
Rektor UNDIP, Prof. Dr. Suharnomo, S.E., M.Si., mengatakan capaian tersebut merupakan hasil kerja bersama seluruh unsur di lingkungan kampus.
Menurutnya, mempertahankan posisi kedua nasional selama bertahun-tahun membutuhkan konsistensi dan kolaborasi dari berbagai unit, mulai dari tingkat rektorat hingga fakultas dan program studi.
“Alhamdulillah, tahun ini kita bisa mempertahankan peringkat kedua. Saya rasa ini tidak mudah. Capaian ini merupakan kerja luar biasa dari Direktorat Reputasi, Kemitraan, dan Konektivitas Global, teman-teman di rektorat, unit, fakultas, departemen, program studi, serta seluruh keluarga besar Universitas Diponegoro,” ujar Prof. Suharnomo, dalam keterangannya, Rabu (16/9/2026).
Namun, bagi UNDIP, keberlanjutan tidak semata-mata berkaitan dengan posisi dalam sebuah pemeringkatan. Prinsip tersebut diharapkan menjadi bagian dari kebiasaan sehari-hari seluruh sivitas akademika.
“Kita tidak hanya ingin ini sekadar mendapatkan juara dua. Kita ingin keberlanjutan ini terinternalisasi dan menjadi bagian dari seluruh insan Universitas Diponegoro. Kita ingin ini menjadi gaya hidup yang green untuk menuju sustainability ke depan,” jelasnya.
Berbagai program kemudian terus dikembangkan UNDIP untuk memperkuat penerapan prinsip kampus berkelanjutan. Salah satunya melalui deklarasi UNDIP Zero Waste, yang menjadi bagian dari upaya mendorong pengelolaan lingkungan secara lebih berkelanjutan.
Pada sektor transportasi, UNDIP juga melakukan penguatan melalui pengadaan 220 unit E-Bike UNDIP. Kendaraan listrik tersebut menjadi salah satu langkah kampus dalam mengembangkan sistem mobilitas yang lebih ramah lingkungan.
“Tahun lalu kita mendeklarasikan UNDIP Zero Waste. Tahun ini kita memperbaiki transportasi dengan adanya 220 E-Bike UNDIP. Saya rasa ini menjadi gebrakan bagi kita,” kata Prof. Suharnomo.
Ke depan, UNDIP akan melanjutkan berbagai inovasi di bidang keberlanjutan dengan mengacu pada indikator dan arahan UI GreenMetric. Program tersebut diarahkan bukan hanya untuk mempertahankan capaian dalam pemeringkatan, tetapi juga memperkuat penerapan prinsip keberlanjutan dalam aktivitas akademik dan tata kelola kampus.
“Tahun depan, mudah-mudahan dengan mengacu pada arahan UI GreenMetric, kita dapat menghadirkan gebrakan baru lagi untuk tetap mempertahankan posisi ini, lebih-lebih bisa naik ke peringkat satu. Mudah-mudahan, meskipun itu sangat susah dan sulit, yang paling utama adalah ini menjadi gaya hidup bagi kita untuk menjamin sustainability,” pungkasnya. (*)