Razia Kamar dan Tubuh Tahanan, Petugas Lapas Semarang Temukan Gunting dan Pecahan Kaca

Petugas Lapas periksa kamar warga binaan cari senjata yang mebahayakan dan narkotika. Foto: Sorotjateng.id/ Humas Lapas Semarang

SOROTJATENG.ID, SEMARANG -Lapas Kelas I Semarang melakukan langkah antisipatif potnsi konflik antar warga binaan untuk menciptakan kondisi yang aman di dalam Lapas.

Bersama dengan TNI, Polri dan juga BNNP, Lapas Kelas I Semarang menggelar razia gabungan yang menargetkan barang larangan yang disimpang dan digunakan oleh warga binaan, Selasa, (15/09). Razia menyasar senjata tajam atau senjata rakitan yang bisa mencelakai orang lain.

Razia diawali dengan apel yang dipimpin oleh Kepala Lapas, Ahmad Tohari. Usai apel, tim gabungan yang berjumlah lima belas orang yang terdiri dari 5 anggota Koramil Ngaliyan, 5 anggota Polsek Ngaliyan dan 5 anggota BNNP Jawa Tengah langsung melakukan pemeriksaan di dalam lapas.

Tidak hanya kamar hingga tempat yang memungkinkan untuk menyembunyikan barang terlarang petugas juga memeriksa tubuh warga binaan..

Tak hanya itu, tujuh (7) petugas dari Kanwil Ditjenpas Jawa Tengah juga turut hadir bersama dengan lima puluh (50) petugas Lapas. Ahmad Tohari dalam sambutannya menegaskan agar pelaksanaan tetap mengedepankan perilaku yang humanis. Razia menargetkan barang larangan seperti alat komunikasi, narkotika, benda tajam dan pemanas rakitan.

Setelah apel, peserta yang dibagi menjadi dua tim, menuju 3 blok yang telah ditetapkan, yaitu blok Citrawirya, Drupada dan Ekalawya. Total 32 kamar berhasil di geledah. Pada situasi tersebut, tenaga kesehatan juga menemukan beberapa warga binaan yang berpotensi menggunakan obat terlarang yang kemudian dilakukan tes urin.

Pada kesempatan yang lain, Ahmad Tohari menerangkan, bahwa ini merupakan deteksi dini yang telah rutin dilaksanakan.

“Dari kegiatan yang dilakukan, kami memperoleh temuan berupa gunting, senjata tajam rakitan, alat pemanas rakitan serta kaca. Alat tersebut tentunya sangat membahayakan sesama, untuk pemilik nanti akan dijatuhkan sanksi sesuai ketentuan yang berlaku<” ungkap Kalapas Ahmad Tohari dalam rilisnya.

“Sementara itu untuk tes urin, dari 50 warga binaan dan 20 petugas, semuanya dinyatakan negatif. Namun tidak berhenti disini, kami akan pantau terus demi memutus rantai penyalahgunaan dan peredaran gelap khususnya di dalam Lapas,” ucap Tohari.