Usia Sudah 71 Tahun, Nenek di Blora Bertahan di Rumah Tak Layak Huni Bersama Dua Cucu Disabilitas

SOROTJATENG.ID, BLORA – Di usia yang telah menginjak 71 tahun, Mbah Samijah masih harus menjalani hari-harinya dalam kondisi rumah yang jauh dari kata layak.
Warga Desa Gagakan, Kecamatan Sambong, Kabupaten Blora, itu tinggal di rumah sederhana yang kondisinya memprihatinkan.
Di tengah keterbatasan tersebut, Mbah Samijah juga merawat dua cucunya yang mengalami disabilitas sejak lahir.
Kondisi keluarga inilah yang kemudian mendapat perhatian setelah dilaporkan oleh warga dan relawan sosial.
Kabar mengenai kondisi rumah Mbah Samijah akhirnya sampai kepada Bupati Blora Arief Rohman.
Arief pun datang langsung untuk melihat kondisi tempat tinggal Mbah Samijah sekaligus menyerahkan bantuan.
Kedatangan orang nomor satu di Kabupaten Blora itu turut didampingi Ketua Baznas Blora H. Sutaat, Ketua IPSM Laga Kusuma, kepala desa, Dinsos P3A, serta jajaran Puskesmas setempat.
Arief mengatakan, kondisi Mbah Samijah diketahui setelah adanya laporan dari media dan para relawan sosial yang selama ini aktif membantu masyarakat.
“Ini berawal dari laporan teman-teman media dan relawan sosial. Kemudian kita tindak lanjuti bersama Baznas dan bantuan dari ASN,” kata Arief, dikutip dari blorakab.go.id, Kamis (17/9/2026).
Menurutnya, kondisi rumah Mbah Samijah perlu segera mendapatkan penanganan. Ia meminta agar rumah tersebut dapat direnovasi melalui program bedah rumah sehingga Mbah Samijah dan keluarganya memiliki tempat tinggal yang lebih aman dan layak.
Bukan hanya persoalan rumah, perhatian juga diarahkan pada kondisi dua cucu Mbah Samijah yang mengalami disabilitas sejak lahir.
Arief meminta Dinsos P3A bersama Baznas memastikan keluarga tersebut tetap mendapatkan pendampingan dan bantuan sesuai kebutuhan.
“Termasuk dua cucunya yang disabilitas sejak lahir, nanti kita minta Dinsos dan Baznas untuk terus memberikan perhatian dan bantuan,” ujarnya.
Bagi Mbah Samijah, bantuan tersebut bukan sekadar memperbaiki bangunan tempat tinggal. Rumah menjadi ruang tempat ia menjalani kehidupan sekaligus merawat anggota keluarganya yang membutuhkan perhatian khusus.
Arief menilai persoalan yang dihadapi Mbah Samijah menjadi gambaran pentingnya kepedulian bersama. Pemerintah tidak dapat bekerja sendiri tanpa dukungan masyarakat, relawan, maupun media dalam menemukan warga yang membutuhkan pertolongan.
Ia menyebut keberadaan Ikatan Pekerja Sosial Masyarakat (IPSM) turut membantu pemerintah dalam menjangkau persoalan sosial di tingkat masyarakat. Di Blora, jumlah relawan IPSM disebut mencapai sekitar 150 orang.
“Ini kolaborasi antara pemerintah, relawan, media, dan masyarakat. Teman-teman relawan ini yang sering menemukan kondisi warga seperti ini,” jelasnya.
Arief juga meminta pemerintah desa dan warga sekitar ikut bergotong royong membantu proses perbaikan rumah Mbah Samijah. Dengan keterlibatan masyarakat, penanganan diharapkan tidak berhenti pada bantuan sesaat.
Sementara itu, Baznas Blora memberikan bantuan sebesar Rp20 juta untuk mendukung rehabilitasi rumah Mbah Samijah. Dinsos P3A juga menyerahkan sejumlah kebutuhan rumah tangga berupa kasur, selimut, bantal, serta perlengkapan dapur.
Kondisi Mbah Samijah sebelumnya juga pernah mendapat perhatian. Pada 2024, rumah anak pertamanya yang berada di sebelah rumah Mbah Samijah telah mendapatkan bantuan program bedah rumah.
Kini, giliran rumah Mbah Samijah yang diupayakan mendapat penanganan.
Di tengah usianya yang semakin senja dan tanggung jawab merawat dua cucu disabilitas, perhatian dari pemerintah, relawan, dan warga menjadi harapan agar Mbah Samijah dapat menjalani hari-harinya di tempat tinggal yang lebih layak. (*)