Data HMD Gemas Tidak Ada Lagi Keracunan MBG. Basari Minta Ini

SOROTJATENG.ID, SEMARANG- Kasus keracunan menu program Makan Bergizi Gratis (MBG) dengan banyak korban di berbagai daerah, menjadi perhatian DPD Himpunan Mitra Dapur Generasi Emas (HMD Gemas) Kabupaten Semarang.
“Di Kabupaten Semarang pernah ada kejadian serupa, ada keracunan. Tapi Alhamdulillah belakangan ini tidak ada, tapi tetap harus kita antisipasi agar kejadian-kejadian sebelumnya tidak terulang,” kata Ketua DPD HMD Gemas Kabupaten Semarang, Basari, Minggu 13 September 2026 di Wahid Hotel Bandungan usai pembentukan pengurus Ketua DPD HMD Gemas Kabupaten Semarang.
Basari mengatakan kepatuhan terhadap standar operasional prosedur (SOP) menjadi salah satu kunci untuk menjaga keamanan makanan yang dibagikan kepada penerima manfaat. “Karena itu kepada pengelola Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) kami minta agar semakin disiplin menjalankan SOP,” kata dia.
Kedisiplinan menjalankan SOP tersebut dimulai dari pemilihan bahan makanan, proses pengolahan, penyimpanan, hingga distribusi harus dilakukan sesuai ketentuan.
“Kita berjalan sesuai koridor, patuh sesuai SOP sehingga tidak terjadi keracunan. Ketika SOP diabaikan, tentu ada risiko terjadi keracunan,” ujarnya.
“Proses pengadaan bahan makanan dari pasar hingga cara mengolah dan menyimpannya harus menjadi perhatian pengelola dapur. Kelalaian pada salah satu tahapan tersebut dapat memengaruhi kualitas dan keamanan makanan,” kata Basari.
DPD HMD Gemas Kabupaten Semarang akan menjadi wadah bagi para mitra dapur untuk saling memberikan masukan sekaligus memperkuat komunikasi dengan pemerintah. “Saat ini, terdapat sekitar 120 dapur MBG atau SPPG di Kabupaten Semarang yang akan bergabung,” paparnya.
Sementara Sekjen DPP HMD Gemas, Yusuf Supriadi mengatakan, perhatian organisasi pengelola dapur MBG tersebut tak hanya soal mengatasi keracunan atau keamanan makanan. Tapi juga
tata kelola, administrasi, teknologi informasi, hingga integritas pengelola. “Pembentukan struktur organisasi di daerah sekaligus menjadi bagian dari upaya memberikan pembekalan kepada mitra dapur agar program MBG dijalankan dengan tata kelola yang baik,” ujarnya.
Menurut Yusuf, jika program MBG berjalan baik, maka akan mendapat kepercayaan masyarakat. “Ini kan terus berproses, karena itu anggota HMD harus menjadi contoh untuk bisa menjaga kepercayaan masyarakat terhadap program Presiden Prabowo Subianto ini, dengan terus menjaga kualitas,” kata dia.
Secara nasional, HMD Gemas memiliki 6.000 anggota. Organisasi tersebut juga berkomunikasi dengan Badan Gizi Nasional (BGN) maupun kementerian terkait dalam mendukung pelaksanaan program MBG. “Organisasi ini akan juga akan menjadi penghubung antara mitra dapur dengan pemerintah,” kata Yusuf.