Kemarau, Pemkab Kendal Benahi Jalur Sungai. Ini Datanya

SOROTJATENG.ID, KENDAL – Manfaatkan musim kemarau panjang, sejumlah jalur sungai di Kabupaten Kendal dilakukan normalisasi.
Untuk mengantisipasi banjir menjelang musim hujan, Pemerintah Kabupaten Kendal melakukan pengerukan dan normalisasi Sungai Kaliaji.
Bupati Kendal, Dyah Kartika Permanasari menyampaikan, normalisasi difokuskan pada tiga ruas sungai, salah satunya Sungai Kaliaji. Langkah tersebut diambil, guna menjawab keluhan warga terkait sedimentasi sungai, yang sudah menumpuk selama puluhan tahun di Sungai Kaliaji Kaliwungu.
Meski kewenangan pengelolaan sungai berada di pemerintah provinsi, lanjut bupati, pihaknya memutuskan untuk turun tangan langsung, demi merespons urgensi di lapangan.
“Untuk antisipasi musim hujan, kami berinisiatif menggunakan APBD Kabupaten Kendal,” ujar Dyah, saat meninjau lokasi pengerukan, Kamis (3/9/2026).
Disampaikan, pihaknya telah mengajukan pemberitahuan dan perizinan resmi ke pemerintah provinsi. Berdasarkan regulasi penggunaan APBD kabupaten pada aset provinsi, anggaran daerah sebatas diperbolehkan untuk kegiatan pemeliharaan dan normalisasi.
Bupati menyampaikan, pengerukan itu mencakup tiga ruas utama yang dikerjakan dalam satu paket pekerjaan, yaitu di Sungai Kaliaji mulai dari Jembatan Gedebokan Krajan Kulon hingga area Brimob Plantaran, sepanjang 900 meter.
“Ruas Kedua meliputi area Jembatan Desa Sukomulyo, Desa Blorok, hingga Desa Penjalin sepanjang 3,1 kilometer. Dan ruas ketiga meliputi area jembatan Jalan Cepiring–Gondang hingga jembatan jalan Pantura sepanjang 1,5 kilometer,” terangnya.
Dia menambahkan, total alokasi pagu anggaran tender untuk pengerjaan paket ini mencapai Rp600 juta, dengan nilai kontrak yang disepakati sebesar Rp580,86 juta.
Warga desa setempat, Mujiono mengaku senang dengan adanya pengerukan di Kaliaji, karena sering menyebabkan banjir. Harapannya,bke depan tidak ada lagi banjir di wilayah tersebut.
“Ini sudah 20 tahunan tidak ada pengerukan, yang ada hanyalah kegiatan kerja bakti saja, sehingga tidak optimal. Alhamdulillah, kali ini dilakukan pengerukan,” ujar Mujiono.
