Undip Ungkap Kronologi PPDS dr Yuda Sakit hingga Meninggal di RSUP Kariadi

foto: ilustrasi alat kesehatan

Foto: Ilustrasi Dokter

SOROTJATENG.ID, SEMARANG – Universitas Diponegoro (Undip) mengungkapkan kronologi meninggalnya residen Program Pendidikan Dokter Spesialis (PPDS) Ilmu Kesehatan Jiwa Fakultas Kedokteran Undip/RSUP Dr Kariadi, dr Yuda Nabella Prameswari, M Biomed.

Direktorat Jejaring Media, Komunitas dan Komunikasi Publik Undip, Nurul Hasfi mengatakan almarhumah merupakan mahasiswa baru PPDS Ilmu Kesehatan Jiwa, Departemen Kedokteran Spesialis Non Surgikal, Fakultas Kedokteran periode Gasal 2026/2027.

Sakit Demam Berdarah

Nurul mengatakan, Undip juga mencermati informasi yang beredar di media sosial yang mengaitkan meninggalnya almarhumah dengan dugaan perundungan.

“Sejauh ini, berdasarkan laporan resmi yang diterima universitas, almarhumah meninggal dunia setelah menjalani perawatan di RSUP Dr. Kariadi karena sakit Demam Berdarah,” ungkap Nurul dalam keterangan tertulis kepada media, Selasa 1 September 2026.

“Selama menjalani perawatan, almarhumah didampingi keluarga serta mendapatkan pendampingan dari Departemen dan Program Studi,” sambungnya.

Opname 15 Hari

Nurul mengatakan, dr Yuda Nabella meninggal di ICU RSUP Kariadi pada Jumat (28/2) pukul 19.06 WIB, setelah dirawat selama 15 hari.

“Almarhumah saat ini langsung dibawa kembali ke rumahnya di Serang, Banten,” ujarnya.

Pihaknya juga telah berkoordinasi dengan Fakultas Kedokteran bahwa almarhumah merupakan mahasiswa FK angkatan ke-85, Program Studi Kedokteran Jiwa FK Undip 2026, dengan status PPDS semester 1 Program Studi Kedokteran Jiwa.

“Jadi almarhumah masih dalam masa orientasi dan baru menjalani perkuliahan selama sekitar 1,5 bulan serta masih mengikuti Mata Kuliah Dasar Umum (MKDU) di kelas dan belum praktik di Rumah Sakit,” kata Nurul.

Undip juga terus mengawal isu tersebut dengan klarifikasi internal untuk memastikan kebenaran informasi dan memperoleh gambaran yang lengkap serta objektif.

“Termasuk selalu berkoordinasi dengan RSUP Dr. Kariadi. Undip termasuk FK sendiri terus berkomitmen menjaga lingkungan pendidikan yang aman, profesional, dan bebas dari segala bentuk perundungan,” ucapnya.

Kemenkes Cek Dugaan Bullying

Kabar meninggalnya Residen PPDS Ilmu Kesehatan Jiwa Fakultas Kedokteran Universitas Diponegoro (Undip)/RSUP Kariadi Semarang, dr Yuda Nabella Prameswari, M Biomed, ramai dibicarakan di media sosial dan dikaitkan dengan melekatnya budaya praktik bullying dalam pendidikan kedokteran.

Salah satu unggahan sejawat mempertanyakan dugaan adanya panggilan ‘babu’ yang kerap dilontarkan PPDS senior kepada juniornya di lingkungan pendidikan kedokteran FK Undip.

Direktur Jenderal Kesehatan Lanjutan Kementerian Kesehatan (Kemenkes) Azhar Jaya mengatakan pihaknya tengah melakukan pemeriksaan untuk memastikan apakah dugaan yang beredar tersebut merupakan bullying.

“Untuk turun ke sana, apakah ini bullying atau bukan. Jadi kita sedang melakukan pemeriksaan,” kata Azhar, Selasa (1/9/2026).

Azhar menegaskan, apabila hasil pemeriksaan membuktikan adanya bullying, Kemenkes akan mengambil langkah sesuai ketentuan.

“Kalau misalnya ternyata bullying, terbukti, otomatis nanti kita akan ada langkah-langkah seperti biasa,” ujarnya