UNDIP Raih Penghargaan Dharma Pertahanan Pratama dari Menhan, Apresiasi untuk Inovasi Teknologi

UNDIP menerima penghargaan Dharma Pertahanan Pratama dari Menhan Sjafrie Sjamsoeddin atas kontribusi dalam pengembangan teknologi dan inovasi pertahanan. (Dok UNDIP)

SOROTJATENG.ID, SEMARANG – Universitas Diponegoro (UNDIP) menerima penghargaan Dharma Pertahanan Pratama dari Menteri Pertahanan Republik Indonesia Sjafrie Sjamsoeddin.

Penghargaan tersebut diberikan sebagai apresiasi atas kontribusi UNDIP dalam menghasilkan karya dan inovasi yang bermanfaat bagi pengembangan teknologi serta industri pertahanan.

Penghargaan diserahkan oleh Kepala Rumah Sakit Khusus Rehabilitasi Pusat Kesehatan Pertahanan RI, Brigadir Jenderal TNI Dr. dr. Markus Wibowo, Sp.OT., MARS., FIMMA, pada Malam Puncak Dies Natalis Fakultas Kedokteran (FK) UNDIP di Jepara, beberapa waktu lalu.

Penganugerahan Dharma Pertahanan Pratama menjadi bentuk pengakuan terhadap kontribusi perguruan tinggi dalam menghasilkan karya yang memiliki manfaat strategis bagi pengembangan ilmu pengetahuan, teknologi, dan inovasi di bidang pertahanan.

Penghargaan tersebut sekaligus memperkuat peran UNDIP dalam mendorong pemanfaatan hasil riset untuk menjawab kebutuhan strategis bangsa.

Sebagai perguruan tinggi yang menjalankan pendidikan, penelitian, dan pengabdian kepada masyarakat, UNDIP terus mendorong lahirnya inovasi yang memberikan dampak nyata.

Ketua Departemen Teknik Mesin UNDIP sekaligus Kepala Pusat Teknologi Kesehatan CIBIOM3S, Prof. Dr. Rifky Ismail, S.T., M.T., mengatakan penghargaan dari Menteri Pertahanan tersebut menjadi kehormatan sekaligus motivasi untuk terus mengembangkan riset dan inovasi teknologi kesehatan.

Menurut Rifky, penghargaan itu juga menjadi pengingat bahwa pengembangan ilmu pengetahuan dan teknologi memiliki peran strategis dalam mendukung kemandirian bangsa, termasuk di sektor kesehatan dan pertahanan.

“Melalui Center for Biomechanics, Biomaterial, Biomechatronics, and Biosignal Processing (CIBIOM3S) UNDIP, kami berupaya mengembangkan teknologi kesehatan berbasis riset, mulai dari biomekanika, biomaterial, biomekatronika, hingga pemrosesan biosinyal,” ujarnya, dalam keetrangan tertulis, Senin (26/10/2026).

CIBIOM3S UNDIP telah menghasilkan sejumlah produk inovasi, antara lain MyoMES, tangan bionik atau tangan robot, robot Domas dan Dimas, stetoskop digital, alat terapi jari dan bahu, segi panggul buatan, mobil listrik dan riset otomotif, eksoskeleton siku lunak, skrup interferensi 3D printing, serta dual task bratomes.

Rifky berharap berbagai inovasi tersebut dapat mendukung pelayanan kesehatan, teknologi rehabilitasi, sekaligus meningkatkan kualitas hidup masyarakat.

Sementara itu, dr. Hari Peni Julianti, M.Kes., Sp.KFR(K)., FISPH, FISCM, Konsultan Kedokteran Fisik dan Rehabilitasi Geriatri FK UNDIP, menilai penghargaan Dharma Pertahanan Pratama menjadi apresiasi penting bagi pengembangan ilmu pengetahuan dan pelayanan kesehatan yang berorientasi pada kebutuhan masyarakat.

Ia menekankan pentingnya kolaborasi antara tenaga medis, peneliti, dan pengembang teknologi kesehatan untuk menghasilkan solusi rehabilitasi yang tepat guna dan berkelanjutan.

Salah satu pengembangan yang tengah didorong adalah pemanfaatan sejumlah produk inovasi untuk mendukung rehabilitasi medik di RSND UNDIP.

“Rencananya produk inovasi yang bermanfaat bagi anggota tubuh yang terkena musibah di medan tugas seperti tangan bionik, alat terapi jari dan bahu, segi panggul buatan dan dual task bratomes akan dikembangkan sebagai pusat keunggulan RSND UNDIP Bidang Rehabilitasi Medik,” kata Dokter Peni.

Penghargaan Dharma Pertahanan Pratama menjadi momentum bagi UNDIP untuk semakin memperkuat sinergi antara riset, rekayasa teknologi, dan keilmuan kedokteran. (*)

Editor