UNDIP Luncurkan 220 E-Bike, Transportasi Pintar Ramah Lingkungan Mulai Mengaspal di Kampus

SOROTJATENG.ID, SEMARANG – Universitas Diponegoro (UNDIP) mulai memperkuat konsep smart transportation di lingkungan kampus melalui peluncuran E-Bike UNDIP.
Sebanyak 220 unit sepeda listrik disiapkan untuk mendukung mobilitas mahasiswa dan civitas academica sekaligus mendorong terciptanya transportasi kampus rendah karbon.
E-Bike tersebut akan ditempatkan di sekitar 25 titik yang tersebar di kawasan kampus UNDIP. Peluncurannya dilakukan di Pelataran Gedung Departemen Perencanaan Wilayah dan Kota (PWK), Fakultas Teknik UNDIP, beberapa waktu lalu.
Rektor UNDIP, Prof. Dr. Suharnomo, S.E., M.Si., mengatakan kehadiran e-bike merupakan bagian dari strategi universitas dalam mengembangkan sistem transportasi yang lebih ramah lingkungan.
Menurutnya, program tersebut juga menjadi bagian dari komitmen UNDIP terhadap keberlanjutan dan pemanfaatan teknologi di lingkungan kampus.
“E-Bike ini mendukung komitmen UNDIP terhadap GreenMetric dan menjadi bagian dari upaya transfer teknologi. Proses assembling-nya dilakukan 100% di Sekolah Vokasi,” ujar Prof. Suharnomo, dikutip dari keterangan tertulis, Senin (7/9/2026).
220 E-Bike Tersebar di 25 Titik
Direktur Reputasi, Kemitraan, dan Konektivitas Global UNDIP, Prof. Dr. Ir. Hadiyanto, S.T., M.Sc., IPU, menjelaskan, pengembangan E-Bike UNDIP berawal dari kunjungan Rektor UNDIP ke China pada tahun sebelumnya.
Dari kunjungan tersebut, UNDIP kemudian menjalin kerja sama dengan WanWay Technology untuk mengembangkan moda transportasi listrik yang dapat diterapkan di kawasan kampus.
Hadiyanto menyebut penyediaan e-bike tidak hanya ditujukan untuk memudahkan mobilitas warga kampus, tetapi juga menjadi bagian dari upaya mengurangi emisi karbon.
“E-bike ini untuk menunjang UNDIP sebagai kampus yang berkelanjutan, terutama pada indikator transportasi dan program pengurangan karbon di lingkungan Universitas Diponegoro,” jelasnya.
Bayar Pakai QRIS, Hanya Bisa Digunakan di Area Kampus
E-Bike UNDIP mengusung sistem transportasi pintar dengan mekanisme pembayaran menggunakan QRIS. Setelah selesai digunakan, sepeda listrik harus dikembalikan ke titik parkir yang telah ditentukan.
Penggunaannya juga dibatasi hanya di dalam perimeter kampus UNDIP. Sistem tersebut dirancang agar penggunaan e-bike lebih teratur sekaligus mendukung pengelolaan transportasi kampus berbasis teknologi.
Dengan 220 unit yang tersedia, e-bike diharapkan menjadi alternatif mobilitas yang praktis bagi mahasiswa maupun civitas academica untuk berpindah dari satu kawasan kampus ke kawasan lainnya.
Rektor UNDIP Ingatkan Pentingnya Merawat Fasilitas
Di balik pengembangan teknologi transportasi tersebut, Prof. Suharnomo mengingatkan pentingnya menjaga fasilitas yang telah dibangun agar dapat memberikan manfaat dalam jangka panjang.
Menurutnya, pembangunan fasilitas harus diikuti dengan kesadaran untuk merawat dan menggunakan sarana tersebut secara bertanggung jawab.
“Kemampuan membangun harus berjalan beriringan dengan kemampuan merawat. Sustainability harus kita jaga agar berbagai pengembangan ini terus memberikan manfaat,” tegasnya.
Peluncuran E-Bike UNDIP menjadi langkah baru universitas dalam membangun ekosistem kampus berkelanjutan.
Selain menyediakan pilihan transportasi yang lebih praktis, program tersebut sekaligus diarahkan untuk memperkuat penerapan smart transportation dan menekan emisi karbon di lingkungan pendidikan tinggi. (*)