Kekeringan Makin Meluas, BPBD Kabupaten Demak Disrtibusikan Air. Ini Lokasinya

Bantu air BPBD terus didistribusikan ke warga terdampak kekeringan di Musim Kemarau panjang 2026. Foto: Sorotjateng.id/ BPBD Demak

SOROTJATENG.ID DEMAK — Deritak warga akibat kemarau panjang yang melanda Kabupaten Demak pada 2026 terus mendapat respons cepat dari pemerintah daerah. Di tengah teriknya cuaca yang membuat sumur-sumur warga mengering, armada truk tangki air bersih menjadi pemandangan paling dinanti oleh ribuan jiwa yang haus akan air kehidupan.

Upaya nyata tersebut kembali digeber Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Demak pada Rabu (2/9/2026). Sebanyak 75 ribu liter air bersih yang dikemas dalam 15 tangki digelontorkan sekaligus ke empat titik wilayah yang mengalami kekeringan paling parah, menyasar langsung 2.737 jiwa dari 871 kepala keluarga (KK).

Kepala Pelaksana BPBD Kabupaten Demak, Agus Sukiyono, menjelaskan bahwa droping air bersih ini merupakan wujud kehadiran negara dalam memenuhi kebutuhan dasar warga yang kesulitan mendapatkan air bersih akibat kemarau berkepanjangan.

“Untuk hari ini, kami akan mendistribusikan bantuan air bersih ke empat lokasi, yaitu Desa Ngaluran, Kecamatan Karanganyar, Desa Kebonbatur dan Desa Banyumeneng, Kecamatan Mranggen, serta SMPN 1 Wedung,” kata Agus dilangsir dari akun Pemprov Jateng, Minggu 6 September 2026.

Langkah taktis hari ini sekaligus menambah panjang daftar bantuan yang telah digelontorkan BPBD Demak. Berdasarkan catatan hingga akhir Agustus 2026, total air bersih yang telah disalurkan ke berbagai wilayah terdampak telah menembus angka 242 tangki, atau setara dengan 1,21 juta liter.

Sementara itu, Kepala Bidang Kedaruratan dan Logistik BPBD Kabupaten Demak, Suprapto, merinci bahwa dampak kekeringan tahun ini telah merambah ke delapan kecamatan di Kota Wali. Pasokan air bersih tersebut disebar secara merata berdasarkan tingkat keparahan wilayah.

Kecamatan Mranggen menjadi wilayah yang paling haus dengan pasokan mencapai 585 ribu liter, disusul Karanganyar (370 ribu liter), Guntur (110 ribu liter), Gajah (75 ribu liter), Demak (45 ribu liter), Sayung (10 ribu liter), Wedung (10 ribu liter), hingga Wonosalam (5 ribu liter).

Secara akumulatif, krisis air bersih ini telah berdampak pada 33.537 jiwa dari 6.586 KK yang tersebar di 21 desa, delapan kecamatan, dua pondok pesantren, serta lima fasilitas pendidikan.

Melihat luasnya sebaran dampak kekeringan tersebut, pihak BPBD terus mengimbau masyarakat untuk bijak menggunakan air bantuan. Warga diminta memprioritaskan pasokan yang ada murni untuk kebutuhan utama seperti minum dan memasak, sembari berharap musim kemarau segera berlalu dan suplai air normal kembali pulih.

“Total bantuan keseluruhan sebanyak 1.210.000 liter atau 242 tangki untuk 33.537 jiwa, dari 6.586 KK yang tersebar di delapan kecamatan,” terang Suprapto.

Berdasarkan data dari BPBD Demak, lanjutnya, wilayah terdampak kekeringan meliputi 21 desa, delapan kecamatan, dua pondok pesantren, dan lima sekolah.

Editor