Jangan Tunggu Gejala Memburuk, Kenali Risiko Penyakit Jantung Sejak Dini

SOROTJATENG.ID, SEMARANG – Penyakit jantung dapat berkembang tanpa selalu disadari hingga kondisi menjadi serius. Karena itu, pemeriksaan kesehatan secara berkala menjadi langkah penting, terutama bagi masyarakat yang memiliki faktor risiko penyakit kardiovaskular.
Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) mencatat sekitar 19,8 juta orang meninggal akibat penyakit kardiovaskular pada 2022. Dari jumlah tersebut, sekitar 85 persen kematian disebabkan serangan jantung dan stroke.
Pentingnya deteksi dini mendorong Columbia Asia Hospital Semarang memperkuat layanan jantung melalui program Center of Excellence (CoE) Cardiac.
Layanan tersebut dirancang terintegrasi sehingga pasien dapat memperoleh berbagai kebutuhan perawatan jantung dalam satu rumah sakit, mulai dari skrining, pemeriksaan penunjang, diagnosis, tindakan, hingga rehabilitasi medik.
Salah satu layanan yang tersedia adalah Percutaneous Coronary Intervention (PCI). Hingga kini, Columbia Asia Hospital Semarang telah mengerjakan 400 tindakan PCI.
Dokter Spesialis Jantung dan Pembuluh Darah Konsultan Columbia Asia Hospital Semarang, dr. Ferry Christian, Sp.JP(K)., FIHA, mengatakan PCI merupakan tindakan minimal invasif untuk membantu membuka pembuluh darah jantung yang menyempit atau tersumbat.
“Melalui layanan PCI, kami dapat menangani penyempitan atau penyumbatan pembuluh darah jantung dengan tindakan minimal invasif yang cepat dan tepat,” ujarnya, dalam keterangannya, Sabtu (29/8/2026).
Meski demikian, tidak semua pasien dengan keluhan jantung otomatis membutuhkan PCI. Keputusan menjalani tindakan harus melalui pemeriksaan dan rekomendasi dokter.
Ferry mengingatkan masyarakat yang memiliki tekanan darah tinggi, diabetes, kolesterol tinggi, obesitas, kebiasaan merokok, kurang aktivitas fisik, maupun riwayat keluarga penyakit jantung untuk lebih memperhatikan kondisi kesehatannya.
Pemeriksaan tekanan darah, kolesterol, indeks massa tubuh, dan gula darah juga penting dilakukan secara berkala.
Sementara itu, gejala berupa nyeri atau rasa tertekan di dada, sesak napas, keringat dingin, mual, pusing, atau nyeri yang menjalar ke lengan, rahang, punggung dan leher tidak boleh diabaikan.
Kementerian Kesehatan RI sebelumnya mengingatkan sejumlah faktor gaya hidup seperti merokok, pola makan tidak seimbang, hipertensi, obesitas, diabetes dan kurang aktivitas fisik dapat meningkatkan risiko penyakit jantung koroner.
Penguatan layanan jantung di Columbia Asia Hospital Semarang turut didukung Cath Lab, CT Scan, MRI, dokter spesialis jantung dan pembuluh darah konsultan, serta tim multidisiplin.
Direktur Columbia Asia Hospital Semarang, dr. Herman Kristanto, MS, Sp.OG, Subsp.KFm, CHQP, MQM, mengatakan penguatan layanan Cardiac merupakan bagian dari program CoE Columbia Asia Indonesia.
“Kami berkomitmen menghadirkan layanan spesialistik yang didukung dokter berpengalaman, teknologi modern, dan pelayanan terintegrasi,” kata Herman.
Program CONGO Columbia Asia Indonesia mencakup lima layanan unggulan, yaitu Cardiac, Orthopaedic, Neurology & Neurosurgery, Gastroenterology, dan Oncology.
Dengan penguatan tersebut, masyarakat di Semarang dan sekitarnya diharapkan semakin mudah mendapatkan layanan jantung yang terintegrasi sekaligus memiliki kesadaran untuk melakukan pencegahan sejak dini. (*)