Sinergitas PWI Demak, IJTI dan Polisi di Bantuan Air ke Pondok Pesantren Girikusumo

Air bersih bantuan PWI Demak, IJTI, BPBD dan Polisi dipindahkan ke penampungan di Pondok Pesantren Girikusumo. Foto: Sorotjateng.id/ Dokumen PWI Demak

SOROTJATENG.ID, DEMAK – Ketika ribuan santri bisa lebih tenang penuhi kebutuhan mandi, cuci hingga berwudhu saat akan menjalankan sholat wajib lima waktu bisa dilakukan usai ada bantuan air bersih. Maka kepedulian yang dilakukan mampu meringankan para korban kekeringan di musim kemarau panjang 2026.

Ribuan antri dari berbagai wilayah di Indonesia yang sedang belajar di Pondok Pesantren terbesar di Kabupaten Demak itu bisa memenuhi kebutuhan hingga beberapa saat.

Senyum lega terpancar dari raut para santri di Pondok Pesantren Girikusumo, Desa Banyumeneng, Kecamatan Mranggen, Kabupaten Demak. Di tengah impitan kemarau ekstrem yang mengeringkan sumber-sumber air warga, bantuan pasokan air bersih akhirnya tiba di lingkungan mereka.

Aksi kepedulian sosial ini dimotori oleh kolaborasi antara Polres Demak, Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Demak, serta Ikatan Jurnalis Televisi Indonesia (IJTI) Demak. Sebanyak empat armada tangki yang mengangkut 20.000 liter air bersih dikerahkan langsung ke lokasi pesantren pada Jumat (11/9).

Suntikan bantuan ini membawa angin segar bagi pengelola dan para santri. Pasalnya, krisis air bersih telah memaksa pihak pesantren merogoh kocek lebih dalam untuk membeli pasokan air dari armada tangki swasta maupun PDAM demi menjamin keberlangsungan hidup ratusan santri.

Perwakilan Ponpes Girikusumo, Muhammad Hanif Mamun, menuturkan bahwa krisis air bersih mengganggu aktivitas harian para santri secara signifikan, terutama untuk kebutuhan sanitasi dan operasional laundry.

“Kalau untuk kebutuhan ibadah, alhamdulillah masih mencukupi dan belum sampai tayamum. Namun, untuk kebutuhan primer seperti mandi yang biasanya satu sampai dua kali sehari harus dikurangi, begitu juga mencuci dan laundry,” ujar Hanif.

Ia menambahkan, pasokan air yang ada selama ini harus dibagi secara ketat untuk menopang kompleks santri putra, santri putri, hingga deretan lembaga pendidikan formal di bawah naungan yayasan.

Wujud Nyata Kepedulian dan Gotong Royong

Kasatreskrim Polres Demak, AKP Arlan Budi Kusuma, menegaskan bahwa penunjukan Ponpes Girikusumo sebagai titik prioritas distribusi berawal dari Laporan Hasil Pemantauan mengenai minimnya pasokan air bagi para santri.

Selain menyalurkan pasokan air, Polres Demak turut menyiagakan jajaran Bhabinkamtibmas untuk memasifkan edukasi pencegahan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) selama musim kemarau.

“Kegiatan bakti sosial ini berjalan berkat sinergi dan komunikasi yang solid antara PWI, IJTI, dan Polres Demak. Kami berupaya agar kegiatan sosial seperti ini dapat terus berjalan secara berkelanjutan,” tutur Arlan.

Sementara itu, Ketua PWI Demak, Wahib, menegaskan bahwa aksi ini merupakan bukti nyata bahwa insan pers tidak hanya berperan sebagai penyampai berita, melainkan juga hadir memberikan solusi bagi persoalan sosial masyarakat.

“Krisis air bersih ini menjadi persoalan bersama yang membutuhkan kepedulian dan gotong royong. Kami berharap kolaborasi ini menjadi gerakan yang konsisten dan mampu menjangkau wilayah lain yang masih terdampak kekeringan,” tegas Wahib.

Hal senada diungkapkan perwakilan IJTI, Ismail. Menurutnya, pemenuhan kebutuhan dasar di lingkungan pesantren tidak boleh terhenti karena dampaknya langsung bersentuhan dengan aktivitas belajar-mengajar ratusan santri setiap harinya.