Wagub Jateng Ungkap Industri sebagai Pendorong Utama Pertumbuhan Ekonomi Jawa Tengah

Wakil Gubernur Jawa Tengah Taj Yasin paparkan halal tourism. Foto: Sorotjateng.id/ Humas Pemprov Jateng

SOROTJATENG.ID, SEMARANG– Pemerintah Provinsi Jawa Tengah (Pemprov Jateng) membidik sektor pariwisata, ekonomi syariah, dan investasi industri sebagai pendorong utama pertumbuhan ekonomi daerah. Langkah ini tercermin dari penjaringan 537 gagasan kebijakan dalam ajang Forum Perumusan Analisis dan Rekomendasi Kebijakan Jawa Tengah (Pusaka Jateng) 2026 yang berpotensi menjadi acuan alokasi Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) Jateng 2027.

Wakil Gubernur Jawa Tengah, Taj Yasin Maimoen, menegaskan pentingnya mentransformasi pariwisata agar multiplier effect-nya terasa secara inklusif hingga ke tingkat basis perekonomian desa dan Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM).

“Wisata ini hanya pemantik. Yang paling utama adalah perputaran uangnya (spending), wisatawan membeli oleh-oleh di UMKM yang ada di desa-desa,” ujar Taj Yasin saat memberikan keynote speech pada Seminar Ekonomi Puncak Pusaka Jateng 2026 yang digelar Kantor Perwakilan Bank Indonesia (KPw BI) Jateng di Semarang, Jumat (11/9/2026).

Dorong Wisata Industri dan Pasar Halal

Dalam merancang struktur APBD 2027, Pemprov Jateng menekankan integrasi antara sektor pariwisata, penguatan ekosistem industri, serta pengembangan pariwisata ramah muslim (halal tourism). Strategi ini ditargetkan mampu mendongkrak pendapatan daerah sekaligus memikat penanaman modal asing (PMA) maupun penanaman modal dalam negeri (PMDN).

Wisata Industri: Pemprov merancang konsep kunjungan berorientasi investasi untuk mengenalkan potensi kawasan industri Jateng kepada para pelaku usaha asing dan domestik.

Pasar Wisata Halal: Membidik ceruk pasar wisatawan muslim manca negara, seperti kawasan Timur Tengah dan Malaysia, melalui percepatan sertifikasi halal sektor kuliner, peningkatan kualitas akomodasi, serta penguatan rantai pasok industri halal lokal.

Infrastruktur & Konektivitas: Pengalokasian belanja modal untuk memperkuat konektivitas antar-destinasi demi memangkas biaya logistik dan mobilitas wisatawan.

Sinergi Kebijakan Moneter-Fiskal Daerah

Kepala Kantor Perwakilan BI Provinsi Jawa Tengah, Mohamad Noor Nugroho, menyampaikan bahwa penyelenggaraan Pusaka Jateng tahun ke-5 ini memfokuskan kajian pada “Transformasi Pariwisata Jawa Tengah sebagai Sumber Pertumbuhan Baru yang Inklusif dan Berkelanjutan.”

Dari 537 gagasan berbasis riset (call for paper) yang masuk, tersaring 30 karya ilmiah terbaik yang memberikan formulasi konkret terkait optimalisasi sektor riil dan peningkatan pendapatan fiskal daerah.

Riset teratas yang menjadi rekomendasi kebijakan antara lain berfokus pada transformasi industri sirkular di wilayah Pantura Jateng, pemanfaatan deep learning untuk tata kelola desa wisata, hingga analisis dampak pengembangan destinasi terhadap peningkatan Pendapatan Asli Daerah (PAD).

Melalui formulasi kebijakan ini, Pemprov Jateng bersama Bank Indonesia optimistis dapat menciptakan keterkaitan (linkages) yang kuat antara industri pariwisata, penyerapan tenaga kerja, dan peningkatan daya beli masyarakat dalam jangka panjang.