Kerap Tergenang dan Rusak, Jalan Sultan Fatah Demak Mulai Dibeton

Jalan Sultan Fatah Demak mulai dibeton karena kerap tergenang dan rusak. Ruas dekat Traffic Light Bogorame diperbaiki sepanjang 180 meter dengan anggaran Rp 2 miliar. (Dok Pemkab Demak)

SOROTJATENG.ID, DEMAK – Kondisi Jalan Sultan Fatah Demak di sekitar Traffic Light Bogorame mendapat penanganan khusus.

Ruas jalan dari lampu lalu lintas hingga depan Kantor Pemadam Kebakaran (Damkar) sepanjang sekitar 180 meter kini diperbaiki menggunakan konstruksi beton atau rigid pavement.

Pemilihan konstruksi beton dilakukan bukan semata untuk memperbaiki permukaan jalan yang rusak.

Kondisi ruas yang berada di dekat persimpangan dengan tekanan kendaraan tinggi serta kerap tergenang saat hujan menjadi pertimbangan utama Pemerintah Kabupaten Demak.

Ketua Tim Peningkatan Jalan dan Jembatan Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (Dinputaru) Kabupaten Demak, Indra Susanto, mengatakan pekerjaan tahap pertama tersebut menggunakan anggaran sekitar Rp 2 miliar dari APBD reguler.

“Saat ini telah dilakukan pekerjaan tahap pertama dan ditargetkan selesai pada awal Desember 2026,” kata Indra, dikutip dari jatengprov.go.id, Senin (21/9/2026).

Dekat Lampu Merah, Beban Kendaraan Tinggi

Menurut Indra, kawasan di sekitar traffic light memiliki karakteristik berbeda dibandingkan ruas jalan biasa. Kendaraan yang berhenti dan kembali bergerak di persimpangan memberikan tekanan cukup besar terhadap permukaan jalan.

Karena itu, konstruksi rigid pavement dipilih untuk menangani ruas tersebut.

“Alasan tahap pertama menggunakan rigid karena mendekati traffic light, di mana tekanan bebannya lebih besar,” ungkapnya.

Selain tekanan kendaraan, genangan air juga menjadi persoalan yang selama ini mempercepat kerusakan permukaan jalan.

Indra menyebut ruas jalan di sekitar pertigaan traffic light tersebut kerap tergenang setiap kali hujan. Kondisi itu membuat lapisan aspal mudah mengelupas dan akhirnya menimbulkan lubang.

Dengan konstruksi beton, Pemkab Demak berharap ruas yang memiliki beban lalu lintas tinggi tersebut dapat memiliki daya tahan yang lebih sesuai dengan kondisi di lapangan.

Perbaikan Dilanjutkan sampai Pasar Bintoro

Penanganan Jalan Sultan Fatah tidak berhenti pada ruas 180 meter. Pemkab Demak telah menyiapkan tahap kedua melalui anggaran APBD perubahan.

Perbaikan selanjutnya akan diteruskan hingga kawasan depan Pasar Bintoro Demak. Pekerjaan tahap kedua ditargetkan dapat selesai sebelum periode Natal dan Tahun Baru (Nataru), dengan catatan proses pengadaan berjalan sesuai rencana.

Namun, konstruksi yang digunakan pada tahap kedua akan berbeda.

Jika ruas dekat traffic light menggunakan beton, bagian selanjutnya akan menggunakan kombinasi rigid pavement dan flexible pavement.

“Untuk tahap kedua, konstruksinya menggunakan perpaduan rigid pavement dan flexible pavement,” jelas Indra.

Pada bagian yang menggunakan flexible pavement, jalan akan dibangun menggunakan aspal dengan dua lapisan, yakni Asphalt Concrete Binder Course (AC-BC) dan Asphalt Concrete Wearing Course (AC-WC).

Penggunaan kombinasi konstruksi tersebut dipilih dengan mempertimbangkan efektivitas pekerjaan serta efisiensi anggaran.

Pengendara Demak-Kudus Diminta Gunakan Jalur Alternatif

Selama pekerjaan berlangsung, Pemkab Demak telah berkoordinasi dengan Polres Demak untuk mengatur lalu lintas di sekitar lokasi proyek.

Sejumlah rambu peringatan juga telah dipasang untuk memberikan informasi kepada pengguna jalan.

Pengendara yang melintas dari Demak menuju Kudus maupun sebaliknya disarankan menggunakan jalur alternatif melalui Jalan Sultan Hadiwijaya dan Jalan Pemuda Demak untuk menghindari potensi kepadatan di sekitar lokasi proyek.

Dinputaru Demak menyebut sejauh ini tidak terdapat kendala berarti dalam pelaksanaan pekerjaan.

Perbaikan bertahap tersebut diharapkan tidak hanya mengatasi kerusakan permukaan jalan, tetapi juga memberikan konstruksi yang lebih sesuai dengan karakteristik lalu lintas dan kondisi ruas Jalan Sultan Fatah Demak. (*)