Hafiz-Hafizah di Jateng Tak Perlu Ajukan Proposal, Pemprov Siapkan Bisyarah Langsung

SOROTJATENG.ID, DEMAK – Kabar baik bagi para santri penghafal Al-Qur’an di Jawa Tengah. Pemerintah Provinsi Jawa Tengah memberikan apresiasi berupa tali asih atau bisyarah kepada hafiz dan hafizah yang telah menyelesaikan hafalan Al-Qur’an dan mengikuti wisuda.
Menariknya, para penghafal Al-Qur’an tidak perlu repot mengajukan proposal untuk mendapatkan apresiasi tersebut. Pemerintah Provinsi Jawa Tengah menerapkan mekanisme yang lebih sederhana agar bisyarah dapat diterima langsung oleh para hafiz dan hafizah.
Wakil Gubernur Jawa Tengah Taj Yasin Maimoen mengatakan, kebijakan tersebut sengaja dibuat tanpa prosedur yang berbelit-belit. Dengan begitu, apresiasi pemerintah dapat segera dirasakan oleh para santri yang telah menyelesaikan hafalan Al-Qur’an.
“Kalau ada yang khatam Al-Qur’an dan diwisuda, kami dari pemerintah langsung memberikan bisyaroh kepada para hafiz dan hafizah. Ini langsung, jadi tidak perlu ada proposal,” kata Taj Yasin saat memberikan mauidhoh hasanah dalam Peringatan Maulidurrosul SAW, Khotmil Qur’an, Tawajjuhan Akbar, dan Haul ke-54 Simbah Ahmad Dahlan di Pondok Pesantren Tasyri’iyyah Alawiyah, Wonosalam, Kabupaten Demak, Kamis (10/9/2026).
Dalam kesempatan tersebut, Taj Yasin secara langsung menyerahkan bisyarah kepada empat hafizah yang telah menyelesaikan hafalan Al-Qur’an.
Pemberian tersebut menjadi bentuk penghargaan Pemprov Jateng kepada para santri yang telah menjalani proses panjang dalam menghafal kitab suci.
Tak Sekadar Mengejar Wisuda
Di hadapan para santri, Taj Yasin juga mengingatkan bahwa keberhasilan menghafalkan Al-Qur’an tidak boleh berhenti pada seremoni wisuda.
Menurutnya, khatam dan wisuda justru menjadi awal dari tanggung jawab yang lebih besar, yakni menjaga hafalan sekaligus mengamalkan ilmu dan nilai-nilai Al-Qur’an dalam kehidupan sehari-hari.
“Adik-adik yang khatam Al-Qur’an ini adalah permulaan, bukan pencapaian akhir, tetapi sebuah permulaan,” tegasnya.
Pesan tersebut menjadi penekanan bahwa apresiasi pemerintah bukan semata-mata untuk mengejar jumlah hafalan, melainkan juga mendorong lahirnya generasi yang mampu menjaga dan mengamalkan Al-Qur’an.
Pemprov Jateng Beri Perhatian kepada Penghafal Al-Qur’an
Program tali asih bagi hafiz dan hafizah merupakan salah satu bentuk perhatian Pemerintah Provinsi Jawa Tengah terhadap masyarakat yang menekuni pendidikan keagamaan dan hafalan kitab suci.
Melalui mekanisme pemberian yang lebih sederhana, Pemprov Jateng berupaya memastikan apresiasi tersebut tidak terhambat persoalan administrasi yang berbelit.
Kebijakan ini sekaligus menjadi bentuk dukungan pemerintah terhadap para santri yang telah mendedikasikan waktu dan tenaga untuk menghafalkan Al-Qur’an.
Bagi para hafiz dan hafizah, bisyarah tersebut bukan hanya bernilai materi, tetapi juga menjadi bentuk penghargaan atas proses panjang yang telah mereka lalui dalam menyelesaikan hafalan Al-Qur’an. (*)