Cek Persiapan MTQ Nasional, DPRD Kota Semarang Soroti Parkir hingga Keramahan Jukir

SOROTJATENG.ID, SEMARANG – Persiapan Musabaqah Tilawatil Qur’an (MTQ) Nasional XXXI 2026 di Kota Semarang memasuki tahap akhir.
Namun, di tengah persiapan acara yang disebut telah mencapai 90 persen, DPRD Kota Semarang justru mengingatkan sejumlah persoalan yang terlihat sederhana tetapi bisa berdampak besar terhadap citra tuan rumah.
Mulai dari penyambutan tamu, spanduk informasi, kantong parkir, keramahan juru parkir, kebersihan hingga keamanan diminta tidak luput dari perhatian.
Ketua Komisi D DPRD Kota Semarang, Mualim, menilai detail tersebut penting karena Kota Semarang akan menjadi wajah Indonesia di hadapan ribuan peserta dan tamu dari berbagai daerah.
Hal itu disampaikan Mualim setelah melakukan pengecekan persiapan lokasi pembukaan MTQ Nasional di Lapangan Simpang Lima bersama seluruh anggota Komisi D, Kabag Kesejahteraan Rakyat Setda Kota Semarang Elly Asmara dan perwakilan vendor, Kamis (10/9/2026).
Menurut Mualim, persiapan yang disebut sudah mencapai 90 persen tidak boleh membuat penyelenggara terlena. Justru sisa 10 persen tersebut harus menjadi perhatian serius menjelang pembukaan.
“Yang jelas, dewan ingin memastikan seluruh persiapan bisa diselesaikan dengan segera karena dalam waktu dekat ini dihelat acara pembukaan dan dijadwalkan akan dibuka oleh Presiden Prabowo Subianto di Simpang Lima,” ujar Mualim.
Spanduk Penyambutan Belum Terlihat
Salah satu hal yang menjadi sorotan DPRD adalah belum terlihatnya spanduk atau poster penyambutan tamu di sejumlah titik.
Bagi Mualim, keberadaan materi penyambutan bukan sekadar persoalan dekorasi. Ruang tersebut dapat dimanfaatkan untuk memperkenalkan berbagai potensi Kota Semarang kepada peserta dan tamu yang datang.
“Kami melihat sekilas memang belum ada spanduk atau poster dipasang untuk penyambutan tamu dari berbagai kota yang akan datang, dan peserta yang nantinya tinggal di Kota Semarang,” katanya.
Ia meminta penyelenggara tidak hanya fokus pada panggung utama, tetapi juga memperhatikan detail di sekitar lokasi kegiatan.
Menurutnya, ruang yang tersedia dapat dimanfaatkan untuk mengenalkan wisata religi, UMKM hingga kuliner khas Semarang.
“Dengan memanfaatkan ruang yang meski terbatas bisa memberikan promosi ataupun pengenalan potensi daerah, seperti berbagai wisata religi, UMKM, dan kuliner khas di Kota Semarang,” imbuhnya.
Jangan Sampai Parkir Jadi Keluhan
Persoalan lain yang dipandang rawan adalah mobilitas tamu. Dengan jumlah peserta dan undangan yang tidak sedikit, ketersediaan kantong parkir harus dipastikan sejak awal.
Mualim meminta pengaturan parkir tidak hanya berorientasi pada menampung kendaraan, tetapi juga memberikan pengalaman pelayanan yang baik kepada tamu.
Juru parkir yang bertugas, kata dia, perlu diberikan arahan agar bersikap ramah dan membantu para tamu.
“Kalau tamu yang hadir dalam pembukaan banyak perlu diantisipasi, misalnya ketersediaan kantong parkir untuk tamu. Dan hal yang penting adalah memberikan jukir yang membantu parkir tamu untuk diberikan pesan agar membantu dengan ramah,” ujarnya.
Sedikit Masalah Bisa Cepat Viral
DPRD juga mengingatkan persoalan keamanan dan kenyamanan. Kebersihan lingkungan hingga potensi gangguan selama rangkaian MTQ Nasional harus diantisipasi.
Mualim menilai keberhasilan sebuah event nasional tidak hanya ditentukan oleh kemegahan pembukaan atau kelancaran perlombaan.
Kesan yang dibawa pulang peserta dan tamu juga menjadi ukuran keberhasilan Kota Semarang sebagai tuan rumah.
“Jadi penting untuk bersama-sama menjaga kondusifitas dan memberi kesan kepada tamu bisa nyaman dan aman saat tinggal di Semarang. Karena kesan yang baik dan ramah salah satu menjadi indikator suksesnya acara,” paparnya.
Bahkan, ia mengingatkan bahwa persoalan kecil yang dialami tamu dapat dengan cepat berkembang menjadi sorotan publik melalui media sosial.
“Karena sedikit saja merasa tidak aman akan berpotensi menjadi viral,” tegas Mualim.
Karena itu, DPRD meminta seluruh kekurangan yang masih ditemukan segera diselesaikan sebelum acara dimulai.
“Kami minta persiapan yang dirasa belum tuntas bisa dirampungkan, mengingat tinggal beberapa hari lagi. Kalau bisa dikebut agar selesai, sehingga acara sukses dan berhasil,” lanjutnya.
MTQ Nasional Jangan Hanya Sukses di Panggung
MTQ Nasional XXXI dijadwalkan berlangsung di Kota Semarang pada 12-19 September 2026. Pembukaan di Lapangan Simpang Lima dijadwalkan dihadiri Presiden Prabowo Subianto.
Selain agenda utama perlombaan, sejumlah kegiatan turut disiapkan untuk memeriahkan rangkaian acara, seperti Pawai Ta’aruf kafilah, Mini Dugder, city tour serta FGD atau seminar.
Mualim berharap seluruh rangkaian tersebut dapat berlangsung aman, tertib dan nyaman.
Ia juga mendorong keterlibatan masyarakat sekitar agar kehadiran peserta dan tamu tidak hanya menjadi agenda pemerintah, tetapi ikut memberikan dampak ekonomi bagi warga.
“Semoga acara MTQ Nasional di Kota Semarang sukses dan menjadi contoh ke kota-kota lainnya di Indonesia,” pungkasnya.
Dengan waktu pelaksanaan yang tinggal beberapa hari, perhatian kini tidak hanya tertuju pada megahnya panggung pembukaan.
Cara Semarang menyambut, melayani, mengamankan, dan memberi kenyamanan kepada para tamu juga akan menjadi bagian penting dari penilaian terhadap sukses tidaknya MTQ Nasional XXXI. (*)