Unwahas Ikuti KMHE 2026 di Jember, Dorong Mahasiswa Kembangkan Kendaraan Hemat Energi

SOROTJATENG.ID, SEMARANG – Universitas Wahid Hasyim (Unwahas) kembali menunjukkan kiprahnya di tingkat nasional melalui keikutsertaan dalam Kontes Mobil Hemat Energi (KMHE) 2026 yang digelar di Jember, Jawa Timur, 2-4 Oktober 2026 lalu.
Keikutsertaan Unwahas dalam ajang tersebut menjadi bagian dari komitmen perguruan tinggi dalam mendorong mahasiswa mengembangkan inovasi teknologi, kreativitas, serta kemampuan rekayasa yang berorientasi pada efisiensi energi dan keberlanjutan.
KMHE merupakan kompetisi yang mempertemukan mahasiswa dari berbagai perguruan tinggi di Indonesia untuk mengembangkan kendaraan hemat energi.
Dalam ajang ini, mahasiswa ditantang merancang dan mengembangkan kendaraan dengan memperhatikan berbagai aspek, mulai dari efisiensi energi, teknologi, desain hingga performa.
Bagi Unwahas, keikutsertaan dalam KMHE tidak hanya dimaknai sebagai kompetisi. Ajang tersebut menjadi ruang bagi mahasiswa untuk menerapkan ilmu yang diperoleh selama proses pembelajaran ke dalam sebuah karya nyata.
Dekan Fakultas Teknik Unwahas, Dr. Ir. Imam Syafaat, mengatakan tim telah melakukan berbagai persiapan untuk menghadapi kompetisi. Persiapan meliputi perancangan, pengembangan, pengujian hingga evaluasi performa kendaraan.
“Keikutsertaan Unwahas dalam KMHE Jember menjadi bagian dari komitmen universitas untuk memberikan ruang kepada mahasiswa dalam mengembangkan potensi di bidang teknologi dan rekayasa,” ujarnya, dikutip dari keterangannya, Rabu (7/10/2026).
Menurut Imam, pengalaman mengikuti KMHE memberikan tantangan tersendiri bagi mahasiswa.
Mereka tidak hanya dituntut menguasai teori, tetapi juga harus mampu bekerja dalam tim, menyelesaikan persoalan teknis, melakukan inovasi dan mengambil keputusan berdasarkan hasil pengujian.
“Tentunya kami sangat mendorong kegiatan mahasiswa untuk meningkatkan inovasi dan kreativitas, dan akan terus kami tingkatkan,” pungkasnya.
Sementara itu, Wakil Rektor III Unwahas, Dr. Ratih Pratiwi, mengapresiasi semangat mahasiswa yang berani mengikuti berbagai kompetisi di tingkat nasional.
Menurutnya, KMHE bukan sekadar perlombaan kendaraan hemat energi, melainkan menjadi bagian dari proses pengembangan kompetensi mahasiswa melalui pengalaman langsung.
“Kami sangat mengapresiasi semangat mahasiswa kami yang terus berani mengikuti berbagai kompetisi di tingkat nasional. KMHE bukan hanya tentang perlombaan kendaraan hemat energi, tetapi juga menjadi ruang bagi mahasiswa untuk belajar, berinovasi, bekerja sama, dan mengembangkan kemampuan menyelesaikan persoalan secara nyata,” ungkapnya.
Ratih menambahkan, pengembangan teknologi yang dilakukan mahasiswa perlu diarahkan pada inovasi yang memberikan manfaat sekaligus relevan dengan tantangan masa depan.
“Kami berharap pengalaman di KMHE dapat menjadi bagian dari proses pembentukan mahasiswa yang kreatif, inovatif, dan memiliki daya saing. Apa yang mereka kembangkan hari ini diharapkan dapat menjadi bekal untuk menghadapi kebutuhan teknologi dan industri di masa yang akan datang,” pungkasnya.
Menuju KMHE 2026, tim mahasiswa bersama dosen pendamping melakukan berbagai tahapan pengembangan dan penyempurnaan kendaraan.
Langkah tersebut dilakukan agar kendaraan memenuhi ketentuan kompetisi sekaligus mampu mencapai tingkat efisiensi energi yang optimal.
Berbagai aspek teknis menjadi perhatian, mulai dari desain kendaraan, sistem penggerak, efisiensi energi hingga pengujian performa.
Proses tersebut juga menjadi pengalaman berharga bagi mahasiswa karena mereka berhadapan langsung dengan persoalan teknis yang harus diselesaikan melalui kolaborasi dan inovasi.
Mahasiswa dari berbagai latar belakang keilmuan turut saling melengkapi dalam menghasilkan karya yang tidak hanya memenuhi aspek teknis, tetapi juga memiliki nilai inovasi.
Unwahas berharap pengalaman mengikuti KMHE dapat memberikan dampak jangka panjang bagi mahasiswa, baik dalam meningkatkan kompetensi akademik maupun mempersiapkan diri menghadapi dunia kerja dan perkembangan teknologi.
Lebih dari sekadar kompetisi, KMHE menjadi ruang pembelajaran bagi mahasiswa untuk mengubah gagasan menjadi karya, menghadirkan solusi melalui teknologi dan membuktikan bahwa inovasi dapat lahir dari lingkungan kampus. (*)
