UNDIP dan UNS Kolaborasi Dorong Inovasi Pertanian Berkelanjutan di Forum Internasional

UNDIP dan UNS menggelar ICSAE-13 di Surakarta untuk mendorong inovasi pertanian berkelanjutan, teknologi tepat guna, dan ketahanan pangan. (Dok UNDIP)

SOROTJATENG.ID, SURAKARTA – Upaya mendorong inovasi pertanian berkelanjutan dan menjaga ketahanan pangan diperkuat melalui kolaborasi perguruan tinggi.

Universitas Diponegoro (UNDIP) bersama Universitas Sebelas Maret (UNS) menggelar forum internasional yang mempertemukan akademisi dan peneliti untuk membahas masa depan pertanian serta lingkungan.

Kolaborasi tersebut diwujudkan melalui The 13th International Conference on Sustainable Agriculture and Environment (ICSAE-13) yang digelar pada 24-25 September 2026 di Surakarta, Jawa Tengah.

Kegiatan diselenggarakan UNDIP melalui Fakultas Peternakan dan Pertanian dalam program World Class University (WCU UNDIP) bersama Pusat Penelitian dan Pengembangan Bioteknologi dan Biodiversitas (P3BB) UNS.

ICSAE-13 mengusung format hybrid dengan rangkaian kegiatan berupa Sidang Umum atau General Assembly dan sesi presentasi paralel. Sebagian kegiatan digelar secara langsung di UNS Tower, Surakarta, sedangkan sesi lainnya dilaksanakan secara daring.

Pada 24 September 2026, rangkaian kegiatan luring dipusatkan di UNS Tower. Sementara presentasi sesi paralel secara daring dilaksanakan pada 25 September melalui platform Zoom Meeting dan diikuti 179 peserta.

Rektor UNS, Prof. Dr. Hartono, dr., M.Si., mengapresiasi sinergi antara UNS dan UNDIP dalam penyelenggaraan forum internasional tersebut.

“Kolaborasi erat antara UNS dan UNDIP dalam penyelenggaraan ICSAE-13 ini membuktikan komitmen kuat institusi pendidikan tinggi di Indonesia dalam menjawab tantangan global, khususnya dalam merumuskan solusi dan inovasi untuk pertanian berkelanjutan serta kelestarian lingkungan,” ujar Hartono, dikutip dari keterangan tertulis, Selasa (29/9/2026).

Menurutnya, forum internasional semacam ICSAE-13 menjadi ruang penting untuk mempertemukan berbagai perspektif dan hasil penelitian yang dapat menjawab tantangan pembangunan pertanian dan lingkungan.

Dekan Fakultas Peternakan dan Pertanian UNDIP, Prof. Sugiharto, S.Pt., M.Sc., Ph.D., menyampaikan hal senada. Ia menilai kolaborasi tersebut menjadi kesempatan untuk memperluas pertukaran pengetahuan sekaligus memperkuat kontribusi perguruan tinggi terhadap sektor pertanian.

“Kami sangat bangga Fakultas Peternakan dan Pertanian UNDIP dapat berkolaborasi untuk menyukseskan acara ini. Melalui pertukaran ilmu lintas negara di ICSAE-13 kami berharap akan lahir gagasan-gagasan presisi dan teknologi tepat guna yang mampu menjaga ketahanan pangan secara berkelanjutan,” kata Sugiharto.

Bahas Teknologi untuk Pertanian Berkelanjutan

Pada hari pertama penyelenggaraan di UNS Tower, kegiatan berlangsung melalui sejumlah agenda, mulai dari upacara pembukaan, sesi pembicara utama atau Keynote Session, presentasi paralel tematik secara luring, hingga penutupan.

Untuk memperluas akses terhadap pengetahuan yang dibahas dalam konferensi, presentasi para pembicara undangan pada Sidang Umum juga disiarkan secara langsung melalui kanal YouTube resmi ICSAE Network.

Format hybrid tersebut memungkinkan pembahasan mengenai pertanian berkelanjutan dan lingkungan menjangkau peserta yang tidak dapat hadir secara langsung di Surakarta.

Forum ini tidak hanya menjadi ajang pertemuan akademisi, tetapi juga ruang untuk mempertemukan hasil penelitian, gagasan, dan inovasi yang dapat dikembangkan menjadi solusi bagi sektor pertanian.

Kolaborasi UNDIP dan UNS melalui ICSAE-13 diharapkan memperkuat peran peneliti serta akademisi dalam menghasilkan dan menyebarluaskan teknologi pertanian yang tepat guna.

Inovasi tersebut dinilai penting untuk menghadapi tantangan ketahanan pangan sekaligus menjaga keberlanjutan lingkungan.

Dengan pertukaran pengetahuan lintas negara, perguruan tinggi diharapkan dapat terus menghasilkan pendekatan baru yang relevan dengan kebutuhan masyarakat.

Penyelenggaraan ICSAE-13 pun menjadi bagian dari upaya memperkuat jejaring akademik internasional sekaligus mendorong kontribusi perguruan tinggi dalam pembangunan pertanian yang berkelanjutan.

Ke depan, hasil pemikiran dan inovasi yang lahir dari forum tersebut diharapkan dapat menjadi salah satu pijakan bagi pengembangan teknologi pertanian yang lebih maju, efisien, ramah lingkungan, dan mendukung kesejahteraan masyarakat. (*)

Editor