Titik Api dari Kebakaran Muncul di Sekitar Jalur Rel KA Karangjati–Sedadi, KAI Imbau Masyarakat Waspada

SOROTJATENG.ID, GROBOGAN- Musim kemarau masih melanda Jawa Tengah khususnya di Kabupaten Grobogan. Hujan yang lama tidak turun membuat kondisi lingkungan di sejumlah wilayah menjadi kering sehingga material seperti rumput, jerami, sekam, dan sisa hasil pertanian mudah terbakar.
Kondisi tersebut meningkatkan potensi kebakaran di sekitar jalur kereta api yang dapat memengaruhi aspek keselamatan perjalanan kereta api.
PT Kereta Api Indonesia (Persero) Daerah Operasi 4 Semarang mengimbau masyarakat di wilayah Grobogan, khususnya yang beraktivitas di sekitar jalur kereta api, untuk meningkatkan kewaspadaan dan tidak melakukan pembakaran di sekitar jalur KA.
Imbauan tersebut disampaikan menyusul munculnya titik api pada Selasa 15 September 2026 lalu sekitar pukul 17.42 WIB di sekitar KM 48+700/800 petak jalan Karangjati–Sedadi, pada jalur hilir.
Berdasarkan informasi awal, titik api diduga berasal dari pembakaran sisa hasil panen di sekitar lokasi. Setelah menerima informasi, petugas KAI segera melakukan koordinasi dengan PPKA Stasiun Sedadi dan PPKA Stasiun Kedungjati. Petugas Pemeriksa Jalan (PPJ) kemudian melakukan penanganan dan pada pukul 17.49 WIB titik api berhasil dipadamkan.
Selanjutnya, pada pukul 17.50 WIB lokasi dinyatakan aman oleh petugas PPJ. Kejadian tersebut tidak mengakibatkan gangguan terhadap perjalanan KA.
Manager Humas KAI Daop 4 Semarang, Luqman Arif, menyampaikan bahwa kondisi lingkungan yang lebih kering selama musim kemarau membuat material mudah terbakar lebih rentan memicu api dan perlu menjadi perhatian bersama, khususnya di sekitar jalur KA.
“Saat musim kemarau, rumput, jerami, sekam, dan sisa hasil pertanian lebih mudah terbakar. Kami mengimbau masyarakat, khususnya yang beraktivitas di sekitar jalur KA wilayah Grobogan, untuk tidak melakukan pembakaran di sekitar jalur. Api dapat merambat, sementara asap yang ditimbulkan berpotensi mengurangi jarak pandang masinis dan mengganggu aspek keselamatan perjalanan kereta api,” ujar Luqman.
Luqman menambahkan bahwa KAI Daop 4 Semarang terus melakukan pemantauan terhadap kondisi jalur dan lingkungan sekitar serta melakukan koordinasi dengan unsur kewilayahan apabila terdapat potensi gangguan di sekitar jalur KA.
“Kami mengajak masyarakat untuk bersama-sama menjaga keselamatan di sekitar jalur KA. Apabila melihat titik api atau kepulan asap yang berpotensi mendekati jalur, segera laporkan kepada petugas KAI atau pihak berwenang agar dapat dilakukan penanganan sedini mungkin,” tambah Luqman, dalam rilisnya, Rabu 16 September 2026..
KAI Daop 4 Semarang mengingatkan masyarakat untuk tidak membakar sampah, jerami, sekam, rumput kering, maupun sisa hasil pertanian di sekitar jalur KA. Pencegahan pembakaran penting dilakukan untuk menghindari api meluas serta asap yang berpotensi mengganggu keselamatan perjalanan kereta api.
KAI mengajak masyarakat di wilayah Grobogan untuk berperan aktif dalam mencegah kebakaran di sekitar jalur KA selama musim kemarau. Dengan tidak melakukan pembakaran dan segera melaporkan potensi kebakaran, masyarakat turut membantu KAI menjaga keselamatan dan kelancaran perjalanan kereta api.