Gayeng Duet Niken Salindry dan Gareng Semarangan Dapok Ki Cahyo Kuntadi di Bayat Klaten

SOROTJATENG.ID, KLATEN – Suasana Dukuh Ngaren, Desa Paseban, Kecamatan Bayat, Klaten, meriah dengan pagelaran wayang kulit dalang kondang Ki Cahyo Kuntadi yang tampil membawakan lakon ‘Pandawa Boyong’, Jumat (4/9) malam. Penampilan Ki Cahyo bersama Sanggar Seni Madhangkara semakin semarak dengan kehadiran penyanyi Niken Salindry dan pelawak Gareng Semarang.
Pagelaran wayang kulit itu digelar dalam rangka hajatan haul keluarga besar Bendahara Umum DPP PKB Bambang Susanto. Hajatan tersebut sekaligus menjadi momentum untuk mendoakan almarhum Sutoyo HS, almarhumah Windarsih, dan almarhum Dedy Sutomo.
Pertunjukan wayang kulit tersebut dihadiri Menko Bidang Pemberdayaan Masyarakat yang juga Ketua Umum PKB, Muhaimin Iskandar atau Cak Imin, yang membuka langsung pagelaran yang digelar semalam suntuk itu.
Selain menikmati pertunjukan, Cak Imin juga menyerahkan penghargaan dari pemerintah kepada Ki Cahyo Kuntadi. Penghargaan diberikan sebagai bentuk apresiasi atas kiprahnya dalam memajukan kesenian dan kebudayaan, khususnya wayang kulit. Cak Imin juga menyerahkan wayang Werkudara kepada Ki Cahyo Kuntadi sebagai simbol pembukaan pertunjukan.
Bambang Susanto mengatakan, lakon ‘Pandawa Boyong’ yang dibawakan Ki Cahyo Kuntadi mengangkat kisah tumbangnya Kurawa dalam peperangan melawan Pandawa. Dirinya sengaja memilih tema tersebut sebagai simbol menangnya kebajikan atas kebatilan.
“Pandawa Boyong menceritakan tentang perang Bratayudha. Filosofinya kita matikan Kurawa, tinggal Pandawa-nya, sehingga kita bisa bangkit,” ujar Bambang, Sabtu (5/9/2026).
Sementara Cak Imin dalam sambutannya menyampaikan pesan mengenai perjuangan politik. Menurutnya, politik semestinya menjadi sarana untuk mewujudkan kebahagiaan dan kesejahteraan masyarakat.
“Di PKB itu perjuangan politik bukan sekadar murni politik. Politik itu sarana menuju kebahagiaan dan kesejahteraan,” ujar Muhaimin.
Dia juga mengutip pesan Presiden ke-4 RI, KH Abdurrahman Wahid atau Gus Dur, mengenai tujuan politik yang harus bermuara pada kemanusiaan.
“Kata Gus Dur, politik bukan tujuan utama, karena tujuan utamanya kemanusiaan,” ucapnya.
Cak Imin menambahkan PKB terbuka bekerja sama dengan berbagai pihak untuk mencapai tujuan bersama. Kolaborasi semua pihak diperlukan untuk memastikan tujuan pembangunan tepat sasaran, terutama dalam tujuan mengatasi kemiskinan.
“Upaya-upaya terus kita lakukan, memang tidak mudah di tengah ekonomi global yang rumit gara-gara negara-negara egois mementingkan dirinya sendiri. Sehingga tiada lain, kita bangun kebersamaan. Insyaallah kita bisa maju di atas kaki sendiri,” pungkasnya.