Erupsi Anak Krakatau Ganggu Penerbangan di Semarang, 65 Flight dan 3.520 Penumpang Terdampak

SOROTJATENG.ID, SEMARANG – Erupsi Gunung Anak Krakatau berdampak terhadap operasional penerbangan di Bandara Internasional Jenderal Ahmad Yani Semarang.
Dalam dua hari, puluhan penerbangan dari dan menuju Semarang mengalami pembatalan maupun penundaan.
Hingga Senin (7/9/2026) pukul 10.00 WIB, tercatat 65 penerbangan terdampak, dengan total 3.520 penumpang harus menerima dampak perubahan jadwal penerbangan.
General Manager PT Angkasa Pura Indonesia Kantor Bandara Jenderal Ahmad Yani Semarang, Sulistyo Yulianto, mengatakan gangguan penerbangan mulai terlihat pada Minggu (6/9/2026).
Pada hari tersebut, sebanyak 36 penerbangan dibatalkan, terdiri atas 18 penerbangan keberangkatan dan 18 penerbangan kedatangan.
Pembatalan itu berdampak terhadap 1.318 penumpang. Rinciannya, 831 penumpang keberangkatan dan 487 penumpang kedatangan.
“Dampak pembatalan pada hari Minggu berimbas pada total 1.318 penumpang, yang terdiri atas 831 penumpang berangkat dan 487 penumpang tiba,” ujar Sulistyo, dikutip dari keterangannya, Selasa (8/9/2026).
Senin, Penerbangan Terdampak Bertambah
Gangguan penerbangan berlanjut pada Senin. Berdasarkan pendataan hingga pukul 10.00 WIB, terdapat tambahan 29 penerbangan yang mengalami penundaan dan pembatalan.
Jumlah tersebut terdiri atas 14 penerbangan keberangkatan dan 15 penerbangan kedatangan.
Secara keseluruhan, jumlah penumpang yang terdampak mencapai 3.520 orang, terdiri atas 1.842 penumpang berangkat dan 1.578 penumpang tiba.
Mayoritas penerbangan yang terdampak merupakan rute Semarang–Jakarta maupun Jakarta–Semarang, yang menjadi salah satu jalur penerbangan dengan mobilitas penumpang cukup tinggi.
Meski terjadi pembatalan dan penundaan, kondisi terminal Bandara Ahmad Yani Semarang disebut tetap aman dan terkendali.
Tak Ada Chaos di Terminal Bandara Ahmad Yani
Sulistyo memastikan gangguan penerbangan tidak menimbulkan kekacauan di area terminal.
Menurutnya, pengelola bandara terus berkoordinasi dengan maskapai untuk memastikan penumpang memperoleh informasi mengenai status penerbangan mereka.
“Alhamdulillah di Semarang tidak terjadi chaos atau keramaian yang tidak terkendali. Kami selalu berkoordinasi intensif dengan pihak maskapai (airline), sehingga penumpang mendapatkan informasi lebih awal mengenai kelanjutan penerbangan,” tegasnya.
Koordinasi tersebut dilakukan untuk mengantisipasi penumpukan penumpang sekaligus memberikan kepastian mengenai pilihan perjalanan berikutnya.
Penumpang Bisa Reschedule atau Refund
Bagi calon penumpang yang terdampak, maskapai menyediakan sejumlah opsi sesuai ketentuan yang berlaku.
Dua pilihan utama yang diberikan adalah reschedule atau penjadwalan ulang penerbangan dan refund atau pengembalian uang tiket.
Penumpang yang memilih reschedule diberikan waktu sekitar satu minggu untuk mengatur kembali jadwal penerbangannya.
Sementara penumpang yang memilih refund dapat mengajukan pengembalian biaya tiket melalui prosedur yang ditetapkan masing-masing maskapai.
“Untuk penumpang yang memilih reschedule, mereka memiliki waktu sekitar satu minggu untuk mengatur ulang jadwal penerbangan berikutnya. Sedangkan bagi yang mengajukan refund, proses dapat langsung ditangani sesuai prosedur masing-masing maskapai,” jelas Sulistyo.
Penerbangan Internasional Tetap Normal
Di tengah dampak erupsi Gunung Anak Krakatau terhadap sejumlah penerbangan domestik, pengelola Bandara Ahmad Yani memastikan tidak seluruh rute mengalami gangguan.
Penerbangan internasional dari dan menuju Semarang, termasuk rute Malaysia dan Singapura, dipastikan tetap beroperasi normal dan aman.
Penerbangan menuju sejumlah bandara di sekitar Jawa Tengah, termasuk Solo, juga disebut tidak terdampak kendala operasional tersebut.
Pengelola bandara terus melakukan koordinasi dan pemantauan terhadap perkembangan kondisi untuk memastikan keselamatan dan keamanan penerbangan tetap menjadi prioritas utama. (*)