5 Kebiasaan Ini Perlu Jadi Perhatian. Disebut Bisa Bahayakan Kesehatan Jantung

SOROTJATENG,ID, SEMARANG – Banyak orang berupaya menjaga kesehatan jantung. Mulai dari mengganti minuman bersoda dengan jus buah, mengonsumsi protein bar, hingga mengikuti rutinitas kebugaran harian.
Sering kali, orang membuat pilihan gaya hidup yang diyakini baik berdasar informasi dari sosial media atau dari sejumlah literasi. Namun, beberapa kebiasaan yang tampak sehat ternyata justru lebih banyak menimbulkan bahaya daripada manfaat bagi kesehatan jantung.
- Minum Jus Buah dan Smoothie
Buah-buahan bermanfaat bagi jantung, tetapi jus buah memiliki karakteristik yang berbeda. Ketika serat dari buah utuh dihilangkan, jus mengandung konsentrasi gula yang tinggi sehingga dapat dengan cepat meningkatkan kadar glukosa darah.
“Kadar gula darah tinggi yang berkepanjangan dikaitkan dengan penambahan berat badan, peradangan, dan peningkatan trigliserida. Beberapa smoothie kemasan dapat mengandung gula sebanyak minuman ringan biasa,” kata spesialis jantung dr Sunil Kumar Mandal, dikutip dari laman Hindustan Times.
“Memilih buah utuh atau membuat smoothie di rumah dengan sayuran dan protein adalah alternatif yang lebih sehat,” tambahnya.
- Produk ‘Rendah Lemak’ dan ‘Bebas Gula’
Untuk mempertahankan cita rasa makanan bebas lemak, produsen makanan mungkin menambahkan lebih banyak gula, natrium, atau pati olahan. Sementara itu, camilan yang dilabeli bebas gula sering kali masih melalui banyak proses pengolahan dan dapat memicu keinginan untuk terus mengonsumsinya.
“Saat membaca label makanan, Anda tidak boleh hanya mengandalkan klaim di bagian depan. Anda harus melihat semua bahan, label nutrisi, dan klaim lainnya,” katanya.
- Latihan Berlebihan tanpa Pemulihan
Salah satu upaya terbaik untuk menjaga kesehatan jantung adalah berolahraga. Akan tetapi, olahraga berat tanpa istirahat yang cukup bisa memberikan tekanan berlebihan pada sistem kardiovaskular. Hal ini dapat meningkatkan kadar hormon stres dan menyebabkan aritmia jantung.
“Karena alasan ini, Anda harus berolahraga secukupnya, mencoba mencapai target sekitar 150 menit aktivitas sedang per minggu, dan ingat untuk menjadwalkan hari istirahat serta memperhatikan tanda-tanda peringatan, seperti nyeri dada, sesak napas, atau merasa pingsan,” ungkap dr Mandal.
- Melewatkan Waktu Makan untuk Mengurangi Kalori
Melewatkan waktu makan justru dapat menghambat upaya menurunkan berat badan dan, dalam kondisi tertentu, bahkan membahayakan kesehatan. Pola makan yang tidak teratur dapat membuat seseorang makan berlebihan pada waktu berikutnya.
Ahli jantung tersebut menyoroti bahwa kebiasaan ini dapat mengganggu keseimbangan sistem tubuh serta meningkatkan tekanan darah, kadar kolesterol, dan gula darah. Untuk menjaga fungsi metabolisme tetap sehat, tubuh membutuhkan pola makan yang teratur dengan asupan bergizi seimbang.
- Mengabaikan Kualitas Tidur demi Diet dan Olahraga
Menjaga pola makan dan kebiasaan olahraga yang baik tidak selalu menjamin kesehatan jantung jika seseorang juga mengalami stres berkepanjangan dan memiliki kebiasaan tidur yang buruk.
“Sejumlah penelitian menunjukkan bahwa tidur kurang dari tujuh jam per malam berkontribusi terhadap tekanan darah tinggi, penambahan berat badan, dan peningkatan risiko penyakit jantung. Demikian pula, kadar kortisol dan adrenalin yang tinggi akibat gaya hidup penuh stres dapat memicu sejumlah perilaku yang merugikan kesehatan, seperti makan berlebihan dan menghindari olahraga,” katanya.
Selain rutin berolahraga dan mengonsumsi makanan sehat, dr Mandal juga menyarankan agar seseorang tidur selama tujuh hingga sembilan jam setiap malam. Upayakan pula untuk mengurangi stres yang berdampak buruk bagi tubuh. Hal ini bisa dilakukan melalui aktivitas sederhana, seperti berjalan santai, menarik napas dalam beberapa kali, atau meluangkan waktu bersama teman.
