Pohon Tumbang di Jalan Pandanaran Semarang Sebabkan Korban Jiwa, Struktur Tanah Jadi Sorotan

Pekerja melakukan pemotongan pohon jenis Soga yang tumbang di Jalan Pandanaran, Kota Semarang, Jumat (4/9/2026).

SEMARANG – Pohon jenis Soga tumbang di Jalan Pandanaran, Kota Semarang, Jumat (4/9/2026). Peristiwa tersebut menyebabkan korban jiwa dan menjadi perhatian serius Pemerintah Kota Semarang.

Wali Kota Semarang, Agustina Wilujeng Pramestuti menyampaikan duka cita mendalam kepada korban dan keluarga. Pemkot Semarang memastikan penanganan serta pendampingan terhadap korban menjadi prioritas.

“Saya menyampaikan permohonan maaf dan turut berduka cita yang mendalam atas musibah ini. Penanganan serta pendampingan bagi korban dan keluarga menjadi prioritas utama kami,” ujar Agustina, dikutip dari keterangannya, Sabtu (5/9/2026).

Sesaat setelah kejadian, petugas Dinas Perumahan dan Kawasan Permukiman (Disperkim) Kota Semarang langsung diterjunkan ke lokasi.

Petugas melakukan evakuasi dan pembersihan material pohon yang tumbang agar akses jalan kembali normal dan arus lalu lintas dapat berjalan lancar.

Pohon Sudah Dipangkas, Struktur Tanah Jadi Sorotan

Kepala Disperkim Kota Semarang, Murni Ediati atau Pipik, mengatakan pemeliharaan dan pemangkasan pohon di Jalan Pandanaran telah dilakukan secara rutin.

Pemangkasan terakhir pada pohon tersebut dilakukan pada 30 April 2026 sebagai bagian dari upaya deteksi dini terhadap pohon yang berisiko tumbang.

Namun, berdasarkan investigasi awal, pohon Soga tersebut diduga tumbang akibat kondisi struktur tanah di bawah pedestrian yang melemahkan sistem perakaran.

“Kendala di bawah permukaan tanah tersebut tidak dapat terdeteksi melalui pengamatan visual biasa,” kata Pipik.

Kondisi tersebut menjadi perhatian karena pemeriksaan visual terhadap pohon dari luar belum tentu mampu menunjukkan persoalan yang terjadi pada bagian akar atau struktur dalam batang.

Disperkim pun terus melakukan perempelan dan pemotongan terhadap pohon-pohon yang dinilai rawan di berbagai wilayah Kota Semarang.

“Pohon rusak yang berpotensi tinggi tumbang langsung kami eksekusi dengan pemotongan hingga ke pangkalnya. Adapun untuk perempelan dilakukan secara bertahap namun menyeluruh di wilayah Kota Semarang,” jelas Pipik.

Saat ini, Disperkim menyiagakan enam armada rempel pohon. Keterbatasan personel dan peralatan membuat proses perempelan dilakukan secara bertahap.

Pemkot Semarang Siapkan Tree Scanning

Peristiwa pohon tumbang di Jalan Pandanaran mendorong Pemkot Semarang melakukan evaluasi terhadap sistem pemeliharaan pohon di seluruh wilayah kota.

Agustina menginstruksikan Disperkim memperkuat mitigasi terhadap pohon-pohon yang berpotensi membahayakan keselamatan warga.

Salah satu langkah yang akan diperkuat adalah penggunaan teknologi tree scanning untuk membantu mendeteksi kondisi bagian dalam batang hingga perakaran yang tidak dapat diketahui melalui pemeriksaan visual biasa.

“Saya telah meminta Disperkim memperkuat pemeriksaan pohon rawan menggunakan teknologi tree scanning agar kondisi akar dan bagian dalam batang yang tidak terlihat dari luar dapat terdeteksi lebih awal,” tegas Agustina.

Penggunaan teknologi tersebut diharapkan dapat membantu pemerintah mengidentifikasi pohon yang memiliki risiko tumbang sebelum terjadi insiden.

Langkah mitigasi juga akan dilakukan dengan mengevaluasi kondisi pohon secara lebih menyeluruh, terutama pada kawasan dengan aktivitas masyarakat dan lalu lintas yang tinggi.

Warga Diminta Aktif Laporkan Pohon Berbahaya

Selain mengandalkan pemeriksaan petugas, Pemkot Semarang mengajak masyarakat ikut berperan dalam mencegah kejadian serupa.

Warga diminta segera melaporkan apabila menemukan pohon yang terlihat rusak, miring, memiliki bagian rapuh atau menunjukkan kondisi lain yang berpotensi membahayakan.

Laporan tersebut diharapkan dapat membantu petugas melakukan pemeriksaan dan mengambil tindakan lebih cepat.

Agustina menegaskan, keberadaan ruang hijau tetap menjadi bagian penting dalam pembangunan kota. Namun, aspek keselamatan masyarakat harus menjadi pertimbangan utama dalam pemeliharaannya.

“Penataan ruang hijau kota akan selalu berjalan seiring dengan perlindungan keselamatan warga,” pungkas Agustina.

Peristiwa pohon Soga tumbang di Jalan Pandanaran menjadi pengingat pentingnya mitigasi terhadap pohon perkotaan.

Pemeriksaan rutin, pemeliharaan, respons cepat, hingga pemanfaatan teknologi diharapkan dapat mengurangi risiko pohon tumbang dan menjaga keselamatan warga Kota Semarang. (*)