PIMNAS 2026 Dibuka, Rektor UNDIP Ingatkan Mahasiswa Jangan Hanya Jago di Laboratorium

Pembukaan Pekan Ilmiah Mahasiswa Nasional (PIMNAS) ke-39 tahun 2026 di Gedung Prof. Sudarto, S.H., Kampus UNDIP Tembalang, Semarang, Selasa (3/11/2026). Rektor UNDIP Suharnomo menegaskan PIMNAS 2026 harus melahirkan inovasi mahasiswa yang berdampak bagi masyarakat, bukan sekadar mengejar medali. (Dok UNDIP)

SOROTJATENG.ID, SEMARANG – Rektor Universitas Diponegoro (UNDIP), Prof. Dr. Suharnomo, S.E., M.Si., menegaskan pentingnya inovasi mahasiswa yang tidak hanya unggul secara akademik, tetapi juga memberikan manfaat nyata bagi masyarakat.

Pesan tersebut disampaikan saat pembukaan Pekan Ilmiah Mahasiswa Nasional (PIMNAS) ke-39 tahun 2026 di Gedung Prof. Sudarto, S.H., Kampus UNDIP Tembalang, Semarang, Selasa (3/11/2026).

Menurut Suharnomo, PIMNAS menjadi ruang bagi mahasiswa untuk mengembangkan pemikiran kritis, mengamati berbagai fenomena, dan menghasilkan karya ilmiah yang mampu menjawab persoalan di tengah masyarakat.

Ia mengungkapkan, sekitar 89.000 proposal dari berbagai perguruan tinggi di Indonesia telah melalui proses kurasi hingga terpilih 420 tim dari 100 perguruan tinggi untuk berkompetisi di PIMNAS ke-39.

“Tidak hanya jago di laboratorium, tetapi juga ada relasinya dengan kemanfaatan bagi masyarakat,” tutur Suharnomo.

Rektor UNDIP tersebut menambahkan, perguruan tinggi memiliki tanggung jawab menghadirkan kontribusi nyata melalui inovasi dan hasil penelitian.

Komitmen tersebut sejalan dengan upaya UNDIP menjadi perguruan tinggi yang bermartabat secara akademik sekaligus bermanfaat bagi masyarakat.

Salah satu bentuk kontribusi tersebut diwujudkan melalui pengembangan teknologi pengolahan air bersih dan pengelolaan sampah berkelanjutan.

PIMNAS ke-39 tahun 2026 resmi dibuka dengan mengusung tema “Mewujudkan Indonesia Maju, Berkelanjutan dan Bermartabat melalui Inovasi Mahasiswa yang Adaptif dan Berdampak”.

Ajang nasional tersebut diikuti lebih dari 2.000 mahasiswa dan melibatkan 62 juri nasional. Para peserta akan mempresentasikan hasil penelitian serta inovasi yang telah dikembangkan melalui berbagai tahapan kompetisi.

Ketua Panitia PIMNAS ke-39, Prof. Dr.rer.nat. Ir. Heru Susanto, S.T., M.M., M.T., menyebut keberhasilan mencapai tahap nasional merupakan prestasi membanggakan setelah mahasiswa melewati proses panjang dalam merumuskan ide, melaksanakan penelitian, dan mempertanggungjawabkan karya secara ilmiah.

Ia mengingatkan peserta bahwa PIMNAS bukan semata-mata ajang memperebutkan medali.

“Dalam kompetisi ilmiah, kemenangan adalah kebanggaan, tetapi kejujuran, sportivitas, dan integritas akademik merupakan kehormatan,” ungkap Heru.

Pesan serupa disampaikan Sekretaris Direktorat Jenderal Sains dan Teknologi Kemdiktisaintek, Dr. H. M. Samsuri, S.Pd., M.T., IPU. Ia menekankan pentingnya menjaga integritas akademik dalam setiap karya ilmiah yang dipresentasikan.

Samsuri mengingatkan mahasiswa agar menjunjung tinggi kejujuran dan kebenaran data serta menghindari fabrikasi maupun falsifikasi data sebagaimana diatur dalam Permendikbudristek Nomor 39 Tahun 2021 tentang Integritas Akademik dalam Menghasilkan Karya Ilmiah.

“Setiap karya ilmiah harus didasari oleh data ilmiah. Karya ilmiah saudara-saudara harus lahir dari kebenaran ilmiah, bukan falsifikasi data,” tegasnya.

Ia juga berharap mahasiswa terus mengembangkan karya dan inovasi setelah PIMNAS berakhir. Menurutnya, karya yang belum memperoleh penghargaan tetap memiliki nilai selama dikembangkan dan memberikan manfaat bagi masyarakat.

PIMNAS ke-39 berlangsung pada 3–6 November 2026 di UNDIP. Penilaian poster dilaksanakan pada 3 November, dilanjutkan presentasi karya ilmiah pada 4–5 November.

Rangkaian kegiatan akan ditutup dengan sarasehan pimpinan perguruan tinggi bidang kemahasiswaan serta malam penganugerahan penghargaan pada 6 November.

Melalui PIMNAS 2026, UNDIP berharap mahasiswa Indonesia semakin mampu menghasilkan inovasi yang adaptif, menjunjung integritas akademik, dan memberikan kontribusi nyata bagi pembangunan serta kesejahteraan masyarakat. (*)

Editor