Pemkab Rembang Percepat Perbaikan Jalan Antarkecamatan, Anggaran Miliaran Rupiah Disiapkan

SOROTJATENG.ID, REMBANG – Pemerintah Kabupaten Rembang mempercepat pembangunan dan peningkatan infrastruktur jalan untuk memperkuat konektivitas antarwilayah.
Sejumlah ruas jalan yang kondisinya rusak menjadi prioritas penanganan, terutama jalan yang menghubungkan antarkecamatan.
Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Tata Ruang (DPU Taru) Kabupaten Rembang, Maryosa, mengatakan sejumlah pekerjaan peningkatan jalan yang masuk dalam program 2026 kini telah memasuki tahap pelaksanaan.
Selain program induk, Pemkab Rembang juga menyiapkan pekerjaan melalui perubahan anggaran untuk menangani ruas jalan yang membutuhkan penanganan segera.
Salah satu pekerjaan yang sudah berjalan adalah peningkatan jalan yang bersumber dari Dana Alokasi Khusus (DAK), termasuk ruas Banyuurip.
“Ini sudah jalan. Yang DAK Banyuurip juga sudah jalan,” kata Maryosa, dikutip dari jatengprov.go.id, Selasa (6/10/2026).
Menurut Maryosa, pekerjaan yang masuk dalam program induk secara umum telah dilaksanakan.
Sementara sejumlah proyek yang masuk dalam perubahan anggaran tengah dipersiapkan agar dapat segera dikerjakan.
“Yang induk sudah semua. Tinggal perubahan ini yang kita disuruh segerakan,” ujarnya.
Jalan Sekararum-Krikilan hingga Warugunung Masuk Prioritas
Beberapa ruas jalan yang disiapkan untuk ditangani melalui perubahan anggaran antara lain Jalan Sekararum-Krikilan, Jalan Jolotundo, ruas Warugunung dan sejumlah ruas lainnya.
Pemkab Rembang mendorong agar pekerjaan tersebut dapat segera direalisasikan sehingga masyarakat bisa segera merasakan manfaat perbaikan infrastruktur.
Bupati Rembang Harno mengatakan penanganan jalan menjadi salah satu perhatian pemerintah daerah, terutama ruas yang mengalami kerusakan parah dan berpotensi membahayakan pengguna jalan.
“Ya, jadi ngecek jalan, terutama yang sangat parah,” kata Harno.
Ia menegaskan, jalan antarkecamatan menjadi salah satu prioritas karena memiliki fungsi penting dalam mendukung mobilitas masyarakat. Infrastruktur tersebut juga berkaitan dengan kelancaran aktivitas ekonomi dan pelayanan publik.
“Yang paling diutamakan itu adalah jalan antarkecamatan. Insyaallah dikerjakan di bulan November, Desember ini,” jelasnya.
Jalan Sekararum-Krikilan Dianggarkan Rp3,3 Miliar
Salah satu pekerjaan yang disiapkan Pemkab Rembang adalah peningkatan Jalan Sekararum-Krikilan dengan nilai anggaran sekitar Rp3,3 miliar.
Selain itu, peningkatan Jalan Warugunung-Sendangmulyo disiapkan dengan anggaran sekitar Rp4 miliar.
Penanganan kedua ruas tersebut diharapkan mampu memperbaiki konektivitas antardesa sekaligus memperlancar mobilitas masyarakat di wilayah Rembang.
Pemkab Rembang juga membuka kemungkinan menambah titik penanganan apabila dalam pengecekan ditemukan ruas jalan yang kondisinya membahayakan.
Harno mengatakan kondisi jalan yang cekung atau mengalami kerusakan serius akan menjadi perhatian untuk segera ditangani.
“Kalau ada yang cekung dan membahayakan, nanti kita lihat lagi untuk ditangani,” ujarnya.
Percepatan pembangunan jalan diharapkan tidak hanya meningkatkan kualitas dan kenyamanan pengguna jalan, tetapi juga memperkuat hubungan antarwilayah serta mendukung kegiatan sosial dan ekonomi masyarakat.
Daftar Proyek Jalan Rembang dalam Program 2026
Selain ruas yang masuk dalam perubahan anggaran, sejumlah pekerjaan jalan telah tercantum dalam program anggaran induk Pemkab Rembang.
Beberapa di antaranya meliputi:
- Peningkatan Jalan Kaliombo-Sudo dengan anggaran sekitar Rp1 miliar.
- Pembangunan Jalan Poros Desa Candimulyo-Desa Sidomulyo dengan anggaran sekitar Rp2 miliar.
- Peningkatan Jalan Banyuurip-Pamotan dengan anggaran sekitar Rp12,5 miliar.
- Pemeliharaan berkala Jalan Landoh-Kerep-Kepohagung dengan anggaran sekitar Rp2,4 miliar.
Pemkab Rembang juga memperhatikan konektivitas jalan antardesa, termasuk jalur Warugunung menuju Pinggan hingga Sendangmulyo.
Sejumlah pekerjaan jalan dengan rencana penanganan menggunakan metode hotmix juga telah masuk dalam program pembangunan.
Dengan percepatan tersebut, pemerintah daerah berharap pembangunan infrastruktur jalan dapat memberikan dampak langsung bagi masyarakat, terutama dalam memperlancar perjalanan, distribusi barang, aktivitas ekonomi, serta akses menuju berbagai layanan publik di Kabupaten Rembang. (*)
