Pemkot Pekalongan Dorong Ribuan Pengrajin Batik Naik Kelas, Siapkan Galeri Bersama

Pengrajin sedang membatik pada kain. Pemkot Pekalongan mendorong ribuan pengrajin batik naik kelas melalui akses pemasaran, pelatihan, sertifikasi kompetensi, hingga pembangunan galeri Dekranasda. (Dok/Kominfo Kota Pekalongan)

SOROTJATENG.ID, PEKALONGAN – Pemerintah Kota Pekalongan terus mendorong ribuan pengrajin batik untuk naik kelas melalui berbagai program pembinaan.

Tak hanya diarahkan menghasilkan karya berkualitas, para pengrajin juga didorong memiliki akses pemasaran, meningkatkan keterampilan, hingga mendapatkan sertifikasi sebagai bentuk pengakuan atas kompetensi.

Kepala Dinas Perdagangan, Koperasi, dan Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (Dindagkop-UKM) Kota Pekalongan, Wismo Aditiyo, mengatakan penguatan akses pasar menjadi salah satu fokus pembinaan yang dilakukan pemerintah daerah.

Pemkot Pekalongan melalui Dindagkop-UKM secara rutin membuka ruang promosi bagi para pelaku usaha binaan Dewan Kerajinan Nasional Daerah (Dekranasda) Kota Pekalongan.

Para pengrajin difasilitasi untuk mengikuti berbagai pameran, baik di tingkat lokal maupun nasional. Langkah tersebut diharapkan dapat memperluas pasar sekaligus memperkenalkan produk kerajinan Pekalongan kepada konsumen yang lebih luas.

Pemkot Pekalongan Bangun Galeri Dekranasda

Selain memberikan akses melalui pameran, Pemkot Pekalongan saat ini juga membangun gedung galeri Dekranasda.

Bangunan yang berada di bekas Kantor Batik TV tersebut nantinya akan difungsikan sebagai outlet bersama bagi para pengrajin batik dan pelaku kerajinan lainnya.

Menurut Wismo, keberadaan galeri tersebut diharapkan memberikan ruang pemasaran yang lebih mudah diakses oleh para pengrajin.

“Pada tahun ini kami juga sedang membangun gedung galeri Dekranasda, yang sebelumnya merupakan Kantor eks Batik TV. Nantinya bisa digunakan sebagai outlet bersama bagi teman-teman pengrajin yang ada di Kota Pekalongan,” jelas Wismo, dikutip dari jatengprov.go.id, Selasa (6/10/2026).

Dengan adanya outlet bersama, produk kerajinan dari berbagai pelaku usaha di Kota Pekalongan dapat memiliki ruang promosi yang lebih terintegrasi.

Pengrajin Batik Didorong Tingkatkan Kompetensi

Upaya menaikkan kelas pengrajin batik tidak hanya dilakukan melalui pemasaran. Pemkot Pekalongan juga memberikan pembinaan untuk meningkatkan kualitas sumber daya manusia.

Pelatihan diberikan oleh Pemkot Pekalongan maupun melalui kerja sama dengan berbagai pihak swasta dan Rumah BUMN.

Sejumlah mitra yang terlibat di antaranya Rumah BUMN Telkom dan Rumah BUMN BRI.

Materi pelatihan diarahkan untuk meningkatkan keterampilan dan kemampuan pengrajin agar mampu mengikuti perkembangan kebutuhan pasar.

Pemkot Pekalongan juga mendorong para pengrajin untuk memiliki sertifikasi kompetensi. Sertifikasi tersebut diharapkan menjadi nilai tambah sekaligus bukti atas kemampuan profesional yang dimiliki pembatik.

“Belum semua pembatik tersertifikasi. Namun, ini menjadi salah satu upaya kita agar mereka memiliki added value atau nilai tambah. Dengan bekerja sebagai pembatik, mereka juga memiliki lisensi sebagai bentuk pengakuan terhadap kemampuan profesinya,” ungkap Wismo.

Melalui penguatan akses pemasaran, pelatihan, sertifikasi, pembangunan galeri bersama, hingga promosi, Pemkot Pekalongan berharap semakin banyak pengrajin batik yang mampu berkembang dan memiliki daya saing lebih kuat. (*)

Editor