Di Atas Tanah Pulau Bui, 8 CPNS Lapas Semarang Resmi Disumpah Jadi PNS

Pelantikan PNS di Pulau Nusakambangan, Cilacap. Foto: Sorotjateng.id/ Info pas

SOROTJATENG.ID, CILACAP – Angin laut dan riuh debur ombak di Pulau Nusakambangan menjadi saksi bisu bagi delapan Calon Pegawai Negeri Sipil (CPNS) Lapas Kelas I Semarang. Rabu 2 September 2026, langkah mereka resmi berpijak pada babak baru: mengucap sumpah dan dilantik menjadi Pegawai Negeri Sipil (PNS) penuh.

Bukan tanpa alasan pulau yang dikenal sebagai Pulau Bui itu dipilih menjadi tempat mengikat janji abdi negara. Di bawah terik matahari yang menembus Lapangan Tenis Lapas Batu, Nusakambangan, sebanyak 375 CPNS formasi Penjaga Tahanan se-Jawa Tengah dikumpulkan.

Suasana haru bercampur khidmat menyelimuti prosesi pelantikan. Bagi para penjaga tahanan ini, berdiri di Nusakambangan bukan sekadar menghadiri upacara formalitas, melainkan sebuah penegasan atas mental dan kesiapan mereka bertugas di garda terdepan sistem pemasyarakatan.

Kepala Lapas Kelas I Semarang, Ahmad Tohari, hadir langsung menyaksikan momen bersejarah bagi delapan anak buahnya tersebut. Turut mendampinginya, Kepala Bagian Tata Usaha dan Umum Suparno, serta deretan Kepala Unit Pelaksana Teknis (UPT) Pemasyarakatan se-Jawa Tengah.

Di tengah barisan yang rapi, saksi pelantikan—Kepala Lapas Terbuka Nusakambangan Agung Nurbani dan Kepala Lapas Nirbaya Helmi Najih—memandu jalannya pengucapan sumpah dengan tegas.

Bagi delapan personel dari Lapas Semarang, status baru sebagai PNS ini memuat konsekuensi moral yang tidak ringan. Lingkungan kerja pemasyarakatan yang sarat risiko menuntut ketahanan fisik, integritas, dan kedisiplinan ekstra.

Usai prosesi penyematan, Ahmad Tohari menyampaikan pesan mendalam kepada jajarannya. Ia mengingatkan bahwa seragam dan status PNS yang kini melekat bukanlah akhir dari perjuangan, melainkan garis start dari pengabdian yang sesungguhnya.

“Menjadi PNS bukan sekadar perubahan status kepegawaian, tetapi merupakan awal dari tanggung jawab dan pengabdian yang lebih besar,” tegas Tohari di hadapan para pegawai barunya.

Ia pun menitipkan harapan besar agar delapan PNS muda ini tak menggadaikan integritas saat menjalankan tugas pemasyarakatan yang kerap berhadapan dengan dinamika tinggi di lapangan.

“Saya berharap delapan PNS dari Lapas Semarang dapat menjaga integritas, disiplin, serta menjalankan tugas dengan penuh tanggung jawab,” pungkasnya.

Kini, dengan status PNS yang resmi disandang, delapan tunas muda Pemasyarakatan itu siap kembali ke Lapas Semarang—membawa semangat dan keteguhan mental yang telah disumpahkan di atas tanah Nusakambangan.
Ia juga mengingatkan bahwa tugas sebagai petugas Pemasyarakatan membutuhkan keteguhan sikap dan kemampuan untuk bekerja dalam berbagai situasi. Karena itu, para PNS baru diharapkan terus belajar dan meningkatkan kompetensi.

Salah satu PNS yang dilantik, Naufal Samudra, mengaku bersyukur atas pencapaian tersebut. Menurutnya, pengangkatan sebagai PNS menjadi awal untuk memberikan pengabdian yang lebih baik.

“Saya sangat bersyukur bisa sampai pada tahap ini. Bagi saya, pelantikan ini bukan akhir dari perjalanan, tetapi menjadi awal untuk belajar lebih banyak dan memberikan pengabdian terbaik, khususnya di Lapas Kelas I Semarang,” ungkap Naufal.

Usai prosesi pelantikan, rangkaian kegiatan dilanjutkan dengan atraksi bongkar pasang senjata dan flashmob yang ditampilkan para PNS baru. Penampilan tersebut menjadi penutup yang menambah semangat dan kekompakan dalam suasana pelantikan.

Ahmad Tohari berharap para PNS baru mampu menjaga kepercayaan yang telah diberikan negara dan menjadikan tugas sebagai bagian dari pengabdian kepada masyarakat.

“Harapan kami, mereka dapat tumbuh menjadi insan Pemasyarakatan yang profesional, berintegritas, dan humanis. Jadikan setiap tugas sebagai kesempatan untuk memberikan manfaat dan menjaga nama baik institusi,” pungkasnya