Sekolah Terima Dana Swakelola, Bupati Temanggung Agus Setyawan Ajak Warga Lakukan Ini

Bupati Temanggung Agus Setyawan saat cek proyek swakelola pembangunan sekolah. Foto: Sorotjateng.id/ Humas Pemkab Temanggung

Sorotjateng.id, Temanggung — Bupati Temanggung Agus Setyawan mengajak warga lokal untuk berpartisipasi aktif mengawasi langsung pelaksanaan Program Revitalisasi Satuan Pendidikan.

Langkah ini ditekankan guna memastikan seluruh proses pembangunan berjalan transparan dan tepat sasaran.Program revitalisasi ini bersumber dari Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) melalui Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen).

Berbeda dari proyek konvensional, program dijalankan menggunakan skema swakelola murni.Melalui skema tersebut, pengerjaan konstruksi dilakukan secara mandiri oleh pihak sekolah bersama komite dan masyarakat setempat tanpa melibatkan kontraktor luar.

Dana bantuan pun disalurkan langsung oleh Kemendikdasmen ke rekening sekolah yang dikelola oleh kepala sekolah bersama bendahara.

Saat meninjau SD Negeri Simpar Jumat 14 Agustus 2026, Agus menegaskan pentingnya komunikasi dan musyawarah antara kepala sekolah, komite, pemerintah desa, dan pengawas selama proses pembangunan berlangsung.

“Saya harap semua elemen di sekitar sekolah untuk selalu mengedepankan musyawarah dan tetap berkoordinasi. Selain sebagai bentuk pengawasan, koordinasi penting dilakukan agar proses pembangunan mendapatkan hasil yang sesuai kebutuhan,” ujar Agus.

Dikutif dari portal Pemprov Jateng, Selasa 18 Agustus 2026, rincian Alokasi Anggaran dan Lokasi TinjauanDalam rangkaian peninjauan di lapangan, Bupati Temanggung memantau langsung progres di sejumlah satuan pendidikan dengan rincian data sebagai berikut;

Nama Sekolah Lembaga Kecamatan Besaran Alokasi DanaStatus / Tahap Pelaksanaan

TK Dwijorini (Desa Tretep) Tretep Rp868,2juta Tahap Konstruksi Fisik

TK Dharma Wanita (Desa Tlogo) Tretep Rp383,2juta Tahap Konstruksi Fisik

SD Negeri Simpar Rp497,8juta Tahap Administrasi PKS

Swakelola Pengawasan Material dan Peran Pekerja Lokal Agus secara khusus mengingatkan pengelola sekolah agar tidak mudah menerima intervensi pihak luar, terutama dalam hal pemilihan bahan bangunan.

Ia juga mendorong para pekerja bangunan yang berasal dari daerah setempat untuk ikut mengawasi kualitas material yang masuk.

“Saya berpesan kepada para tukang, karena panjenengan warga lokal, tolong laporkan kalau ada material yang tidak sesuai kebutuhan. Di sini panjenengan bukan hanya sebagai tukang, tapi juga bisa sambil ikut mengawasi proses pembangunan ini,” pesan Agus.

Menanggapi arahan tersebut, Kepala SD Negeri Simpar Pujiyanto menyatakan bahwa pihaknya berkomitmen menjalankan amanah tersebut secara transparan dan sesuai aturan swakelola.

Hingga saat ini, pihak sekolah memastikan belum ada intervensi dari pihak luar, baik dalam pengerjaan fisik maupun pengadaan material.

“Kami insyaallah akan membelanjakan bantuan dari pemerintah ini sesuai kebutuhan dan sebaik-baiknya. Seperti pesan Pak Bupati, kami harus menjalankan program revitalisasi ini secara