Haru di Porprov Jateng 2026, Alvino Persembahkan Emas Renang untuk Sahabat yang Meninggal Dunia

SOROTJATENG.ID, SEMARANG – Duka atas meninggalnya atlet selam asal Jepara, Syabilla Rizkia Putri Raharjo, masih menyelimuti pelaksanaan Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) Jawa Tengah 2026.
Di tengah kesedihan itu, atlet akuatik Kota Semarang, Alvino Dika Wijaya, mempersembahkan medali emas yang diraihnya untuk mengenang sahabat yang telah dianggapnya seperti saudara sendiri.
Alvino meraih medali emas nomor 400 meter gaya bebas perorangan putra di kolam renang kompleks Stadion Jatidiri, Semarang, Selasa (27/10/2026). Kemenangan tersebut terasa istimewa karena ia mendedikasikannya untuk Syabilla, yang meninggal dunia saat mengikuti pertandingan selam laut pada Minggu (25/10/2026).
Bagi Alvino, medali emas itu bukan sekadar pencapaian olahraga, melainkan juga ungkapan kasih dan penghormatan terakhir bagi sosok yang pernah menjadi bagian penting dalam perjalanan hidupnya.
“Emas ini pertama saya persembahkan untuk warga Semarang. Selain itu, yang spesial medali emas ini juga saya persembahkan untuk sahabat sekaligus saudara saya Syabilla. Semoga almarhumah diterima di sisi Allah SWT,” ucap Alvino.
Kehilangan Sahabat Sekaligus Saudara
Kepergian Syabilla menjadi pukulan berat bagi Alvino. Atlet berusia 22 tahun itu mengaku tidak menyangka sahabatnya pergi begitu cepat.
Kedekatan keduanya terjalin sejak bersekolah di SMAN 11 Semarang. Mereka bahkan pernah tinggal di asrama yang sama. Selain itu, Syabilla merupakan junior Alvino di kolam renang, sehingga hubungan mereka tidak hanya terbangun di lingkungan sekolah, tetapi juga melalui dunia olahraga.
Kenangan bersama itulah yang membuat kabar meninggalnya Syabilla meninggalkan kesedihan mendalam bagi Alvino dan rekan-rekan atlet lainnya.
“Cukup kaget dan sangat kehilangan. Pastinya kami semua di sini berduka dan mengharapkan yang terbaik untuk Syabilla,” imbuhnya.
Alvino mengenang Syabilla sebagai sosok yang pintar, baik, rendah hati, dan mudah bergaul. Semasa hidupnya, Syabilla juga dikenal sebagai atlet berprestasi di cabang olahraga selam.
Almarhumah tercatat sebagai mahasiswa semester tujuh Universitas Gadjah Mada (UGM). Kepergiannya menjadi kehilangan besar, tidak hanya bagi keluarga, tetapi juga sahabat, rekan satu sekolah, dan sesama atlet.
Emas untuk Semarang di Tengah Suasana Duka
Di tengah suasana duka Porprov Jateng 2026, Alvino tetap berusaha memberikan penampilan terbaik untuk kontingen Kota Semarang.
Ia mengaku telah mempersiapkan diri melalui latihan bersama tim agar mampu mencapai target di nomor 400 meter gaya bebas perorangan. Hasilnya, Alvino berhasil menyumbangkan medali emas bagi Kota Semarang.
Keberhasilan tersebut sekaligus menambah catatan prestasinya di ajang olahraga tingkat provinsi. Porprov Jateng 2026 menjadi keikutsertaan kedua Alvino.
Pada Porprov Jateng 2023 di wilayah Pati Raya, ia mencatatkan hasil gemilang dengan membawa pulang empat medali emas, tiga medali perak, dan dua medali perunggu.
Pengalaman itu menjadi bekal bagi Alvino untuk kembali bersaing dan memberikan kontribusi maksimal bagi kontingen Kota Semarang, yang dikenal dengan julukan Kota Lumpia.
Berawal dari Terapi Asma, Kini Jadi Atlet Berprestasi
Perjalanan Alvino menjadi atlet renang berprestasi ternyata berawal dari hal sederhana. Ia mulai menekuni olahraga renang sejak berusia tujuh tahun sebagai bagian dari terapi untuk mengatasi asma yang dideritanya.
Aktivitas yang awalnya dilakukan untuk membantu pemulihan kesehatan tersebut perlahan berubah menjadi kegemaran. Seiring waktu, Alvino semakin serius menekuni renang hingga mampu meraih berbagai prestasi.
Kini, ia menjadi salah satu atlet akuatik yang diandalkan Kota Semarang dalam berbagai kejuaraan.
“Saya hobi renang awalnya karena sakit asma. Saya (penyembuhan) pakai terapi renang. Terus ditekuni jadi hobi dan berprestasi,” tuturnya.
Bagi Alvino, medali emas Porprov Jateng 2026 kali ini memiliki makna lebih dari sekadar kemenangan. Di balik prestasi tersebut, tersimpan kenangan tentang seorang sahabat yang telah pergi, tetapi akan selalu menjadi bagian dari perjalanan hidupnya.
Persembahan itu menjadi cara Alvino mengenang Syabilla sekaligus menyampaikan doa bagi sahabatnya di tengah perjuangan meraih prestasi untuk Kota Semarang. (*)
