Bantu Padamkan Kebakaran TPA Jatibarang, Dua Operator Alat Berat DLH Kota Semarang Dapat Penghargaan

Wali Kota Semarang Agustina Wilujeng Pramestuti memberikan penghargaan kepada dua operator alat berat DLH dalam upacara peringatan Hari Sumpah Pemuda ke-98 di halaman Balai Kota Semarang, kemarin. (Dok/Humas Pemkot Semarang)

SOROTJATENG.ID, SEMARANG – Peran petugas lapangan menjadi bagian penting dalam penanganan kebakaran di Tempat Pemrosesan Akhir (TPA) Jatibarang, Kota Semarang.

Dua operator alat berat Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Semarang, Sutrisno dan Zaenu, mendapat penghargaan atas dedikasi mereka selama proses penanganan kebakaran tersebut.

Penghargaan diserahkan langsung oleh Wali Kota Semarang Agustina Wilujeng Pramestuti dalam upacara peringatan Hari Sumpah Pemuda ke-98 di halaman Balai Kota Semarang, kemarin.

Keduanya memiliki tugas penting dalam mendukung proses pemadaman, terutama untuk membantu petugas menjangkau titik api yang berada di area sulit diakses.

Dengan mengoperasikan alat berat, Sutrisno dan Zaenu membantu membongkar serta mengurai timbunan sampah.

Proses tersebut menjadi bagian krusial dalam penanganan kebakaran di TPA karena titik panas kerap berada di bagian dalam tumpukan sampah.

Tanpa pembongkaran timbunan, petugas akan kesulitan menjangkau sumber panas yang masih berpotensi memicu kembali kebakaran.

Karena itu, keterampilan operator alat berat menjadi salah satu unsur penting dalam proses pemadaman dan pendinginan.

Penghargaan yang diberikan Pemerintah Kota Semarang tersebut menjadi bentuk pengakuan terhadap kerja keras petugas yang menjalankan tugas di tengah kondisi lapangan yang tidak mudah.

Wali Kota Semarang Agustina Wilujeng mengatakan, pengabdian dan integritas para petugas senior perlu dikenalkan kepada generasi muda.

Hal itu penting agar nilai keteladanan dan tanggung jawab dalam melayani masyarakat dapat terus diwariskan.

“Keteladanan dan integritas para senior ini akan menjadi fondasi yang kokoh sekaligus estafet yang berharga bagi generasi muda untuk melanjutkan pembangunan Kota Semarang,” ujar Agustina, dalam keterangannya, Jumat (30/10/2026).

Ia menegaskan, semangat Hari Sumpah Pemuda dapat diwujudkan melalui kontribusi nyata sesuai bidang dan tanggung jawab masing-masing.

Menurut Agustina, apa yang dilakukan para petugas lapangan merupakan gambaran bahwa pembangunan kota tidak hanya bergantung pada kebijakan dan program pemerintah, tetapi juga membutuhkan kerja keras seluruh elemen masyarakat.

Dalam penanganan kebakaran TPA Jatibarang, kolaborasi antara operator alat berat, petugas pemadam kebakaran, dan unsur terkait menjadi kunci penting.

Setiap personel memiliki peran sesuai tugas dan keahliannya untuk memastikan proses pemadaman serta pendinginan berjalan dengan baik.

Apresiasi kepada Sutrisno dan Zaenu pun menjadi pengingat bahwa di balik upaya menjaga lingkungan dan keselamatan masyarakat, terdapat pengabdian para petugas lapangan yang tidak selalu terlihat, tetapi memiliki kontribusi besar bagi Kota Semarang. (*)

Editor