UNDIP Perkuat Kolaborasi dengan Guangdong, Bidik Kerja Sama AI dan Robotika hingga Industri

SOROTJATENG.ID, SEMARANG – Universitas Diponegoro (UNDIP) memperluas jejaring pendidikan dan riset internasional ke Provinsi Guangdong, China.
Langkah tersebut ditandai dengan penjajakan berbagai kolaborasi strategis dalam Guangdong–Indonesia Higher Vocational Education Exchange Seminar.
Dalam kegiatan tersebut, UNDIP mengawali kerja sama dengan institusi pendidikan di Guangdong melalui penandatanganan Memorandum of Understanding (MoU) bersama Guangdong Food and Drug Vocational College.
Tak hanya bidang pendidikan vokasi, UNDIP juga menjajaki kolaborasi di bidang artificial intelligence (AI), robotika, dan teknologi digital, salah satunya melalui kunjungan ke pusat AI dan robotika di School of Digital Business, Guangzhou City Polytechnic.
Delegasi UNDIP dipimpin Rektor Prof. Dr. Suharnomo, S.E., M.Si., didampingi Dekan Fakultas Teknik Prof. Dr. Jamari, S.T., M.T., IPU., ASEAN Eng., serta Direktur Inovasi dan Kerja Sama drh. Dian Wahyu Harjanti, Ph.D.
MoU ditandatangani Prof. Suharnomo bersama Deputy Director Prof. Hou Song. Penandatanganan tersebut disaksikan President of the Guangdong Education Association of International Exchange (GDEAIE) sekaligus President of Guangzhou Huashang Vocational College, Prof. Lu Kunjian.
UNDIP Bidik Kolaborasi AI hingga Industri Kreatif
Dalam pertemuan tersebut, GDEAIE menyampaikan ketertarikannya membangun kolaborasi dengan UNDIP sebagai salah satu perguruan tinggi terkemuka di Indonesia.
Kerja sama yang dijajaki mencakup mobilitas mahasiswa Guangdong–Indonesia, pengembangan kurikulum, peningkatan kualitas pembelajaran, hingga penguatan hubungan pendidikan vokasi dengan dunia industri.
Sejumlah bidang strategis turut menjadi perhatian, mulai dari artificial intelligence (AI), pangan, kesehatan, digitalisasi teknologi pertanian, hingga industri kreatif.
Rektor UNDIP Prof. Suharnomo menyambut positif peluang tersebut. Menurutnya, kerja sama internasional harus mampu menghubungkan kekuatan pendidikan dan riset dengan kebutuhan industri yang terus berkembang.
“Pengembangan kecerdasan buatan (AI), robotika, dan teknologi digital menjadi salah satu bidang strategis yang perlu diperkuat melalui kolaborasi internasional,” kata Suharnomo, dalam keterangannya, Selasa (8/9/2026).
Ia menilai perkembangan teknologi dan industri di China membuka peluang bagi mahasiswa maupun peneliti UNDIP untuk memperoleh pengalaman dan akses terhadap ekosistem teknologi yang lebih maju.
“Kami melihat peluang besar untuk mempertemukan kekuatan akademik UNDIP dengan perkembangan teknologi dan industri. Harapannya, mahasiswa dan peneliti UNDIP memperoleh akses pada ekosistem teknologi yang maju, sementara hasil pendidikan dan riset yang dikembangkan dapat semakin sesuai dengan kebutuhan industri dan memberikan manfaat nyata bagi masyarakat,” tambahnya.
KIT Batang Buka Peluang Kolaborasi UNDIP-China
Peluang kolaborasi tersebut semakin strategis dengan berkembangnya kawasan industri di Jawa Tengah, termasuk Kawasan Industri Terpadu Batang (KITB).
Kawasan tersebut menjadi salah satu lokasi masuknya investasi berbagai perusahaan internasional, termasuk perusahaan asal China.
Kondisi ini dinilai membuka ruang lebih luas bagi perguruan tinggi untuk memperkuat hubungan antara pendidikan, penelitian, inovasi, dan kebutuhan industri.
Melalui kerja sama dengan mitra di Guangdong, UNDIP berpeluang menyiapkan sumber daya manusia yang memiliki kompetensi sesuai perkembangan teknologi sekaligus kebutuhan perusahaan yang beroperasi di Indonesia.
Konsep tersebut sejalan dengan gagasan pembentukan cluster kolaborasi universitas–industri yang turut dibahas dalam seminar.
Kegiatan yang difasilitasi CUCAS (China’s University and College Admission System) tersebut mendorong perguruan tinggi Indonesia membangun kerja sama yang lebih spesifik dengan sektor industri.
CEO CUCAS Indonesia, Mr. Zhou Dong, mendorong kolaborasi antarkampus dan industri berdasarkan bidang keahlian tertentu sehingga tercipta hubungan link and match yang lebih kuat.
UNDIP Siapkan Mandarin Center
Selain kerja sama akademik dan teknologi, UNDIP juga berencana membuka Mandarin Center.
Rencana tersebut menjadi bagian dari upaya mempersiapkan mahasiswa agar memiliki kompetensi bahasa dan kemampuan yang relevan dengan kebutuhan industri China yang berkembang di Indonesia.
UNDIP juga menjajaki kerja sama dengan CUCAS untuk mendukung pengembangan kompetensi mahasiswa sekaligus memperluas peluang mobilitas pendidikan internasional.
Rangkaian kegiatan di Guangdong kemudian dilanjutkan dengan kunjungan delegasi UNDIP ke pusat AI dan robotika serta School of Digital Business di Guangzhou City Polytechnic.
Kunjungan tersebut menjadi momentum untuk melihat langsung perkembangan teknologi sekaligus menjajaki program konkret yang dapat dikembangkan bersama.
Kolaborasi UNDIP dengan mitra di Guangdong diharapkan tidak berhenti pada penandatanganan kerja sama, tetapi berkembang menjadi program nyata di bidang pendidikan, teknologi, inovasi, mobilitas mahasiswa, serta kolaborasi universitas dan industri.
Langkah tersebut sekaligus memperkuat posisi UNDIP dalam membangun jejaring internasional dan menyiapkan lulusan yang semakin adaptif terhadap perkembangan teknologi serta kebutuhan industri global. (*)