96 Tukang Ikuti Pelatihan dan Sertifikasi “Jago Bangunan” di Polines, Siap Tingkatkan Profesionalisme Konstruksi

96 tenaga kerja konstruksi mengikuti Pelatihan dan Sertifikasi “Jago Bangunan” yang digelar Politeknik Negeri Semarang (Polines) bersama PT Semen Gresik dan Balai Jasa Konstruksi Wilayah (BJKW) IV Surabaya.

SOROTJATENG.ID, SEMARANG – Sebanyak 96 tenaga kerja konstruksi mengikuti Pelatihan dan Sertifikasi “Jago Bangunan” yang digelar Politeknik Negeri Semarang (Polines) bersama PT Semen Gresik dan Balai Jasa Konstruksi Wilayah (BJKW) IV Surabaya.

Kegiatan melalui kerja sama penyelenggaraan Pelatihan Tukang Pasang Bata dan Plesteran Jenjang 1 tersebut berlangsung di Gedung Serba Guna (GSG) Polines, beberapa waktu lalu.

Pelatihan ini dirancang untuk meningkatkan kompetensi sekaligus profesionalisme tenaga kerja konstruksi. Peserta tidak hanya mendapatkan pembekalan teori, tetapi juga menjalani praktik langsung hingga uji sertifikasi.

Ceremonial pembukaan ditandai dengan penyematan helm kepada perwakilan peserta. Penyematan dilakukan Direktur Utama PT Semen Gresik Gatot Mardiana, Direktur Polines Dr. Garup Lambang Goro, S.T., M.T., serta Kepala BJKW Wilayah IV Surabaya Indra Sulistyo.

Direktur Utama PT Semen Gresik Gatot Mardiana mengatakan, peningkatan kompetensi melalui pelatihan dan sertifikasi menjadi bagian penting untuk mendorong kualitas tenaga kerja konstruksi.

“Pelatihan ini menjadi bagian penting dalam meningkatkan kompetensi para tenaga kerja konstruksi. Kami berharap seluruh peserta dapat mengikuti kegiatan dengan sungguh-sungguh, baik pada saat menerima materi maupun ketika melaksanakan praktik,” ujarnya, dalam keterangan tertulis, Selasa (1/9/2026).

Menurut Gatot, sertifikasi memberikan pengakuan terhadap kompetensi yang dimiliki tenaga kerja sekaligus menjadi modal untuk meningkatkan kualitas pekerjaan dan daya saing di sektor konstruksi.

“Keterampilan tenaga kerja yang semakin baik akan turut mendukung terwujudnya pekerjaan konstruksi yang berkualitas, aman, dan sesuai dengan standar yang ditetapkan,” katanya.

Polines Dorong Kompetensi Praktis

Direktur Polines Dr. Garup Lambang Goro menilai pelatihan dan sertifikasi tersebut selaras dengan karakter pendidikan vokasi yang menempatkan keterampilan praktis sebagai salah satu fondasi utama.

“Pendidikan vokasi tidak hanya berbicara mengenai pembelajaran di kelas, tetapi juga bagaimana keterampilan tersebut dapat diterapkan secara nyata di lapangan,” tuturnya.

Ia berharap peserta memperoleh pengetahuan dan keterampilan yang dapat langsung diterapkan, terutama dalam menjalankan pekerjaan konstruksi dengan standar yang baik dan benar.

Garup juga menekankan pentingnya kolaborasi antara perguruan tinggi, dunia usaha, dan pemerintah. Menurutnya, sinergi ketiga unsur tersebut menjadi langkah strategis untuk memperkuat ekosistem pendidikan vokasi sekaligus meningkatkan kualitas sumber daya manusia.

Dari Teori hingga Uji Sertifikasi

Setelah seremoni pembukaan, peserta mengikuti sejumlah materi yang berkaitan langsung dengan pekerjaan konstruksi.

Materi pertama yakni Teori Bangunan Gedung/Rumah Kokoh (Pekerjaan Pasang Bata) yang disampaikan Amin Zainullah. Peserta mendapatkan pemahaman mengenai prinsip dan teknik dasar pemasangan bata agar menghasilkan bangunan yang kokoh dan berkualitas.

Materi berikutnya adalah Teori Bangunan Gedung/Rumah Kokoh (Pekerjaan Plesteran) yang disampaikan Ir. Teguh Mulyo Wicaksono, S.Pd., M.Eng., Kepala Bengkel Batu Beton Jurusan Teknik Sipil Polines.

Dalam materi tersebut, peserta dibekali pengetahuan mengenai teknik pekerjaan plesteran yang tepat sesuai standar konstruksi.

Selain keterampilan teknis, peserta juga mendapatkan materi Hitungan Dasar untuk Menjadi Pemborong yang kembali disampaikan Amin Zainullah. Materi ini memberikan pemahaman mengenai dasar-dasar perhitungan yang diperlukan dalam pelaksanaan dan pengelolaan pekerjaan konstruksi.

Pembelajaran kemudian dilanjutkan dengan praktik pemasangan bata. Peserta mempraktikkan secara langsung teknik yang sebelumnya telah dipelajari sebagai persiapan menghadapi uji sertifikasi.

Rangkaian kegiatan ditutup dengan Uji Sertifikasi Tukang untuk mengukur kompetensi peserta berdasarkan standar yang telah ditetapkan.

Sertifikasi Jadi Bekal Tenaga Konstruksi

Kepala BJKW Wilayah IV Surabaya Indra Sulistyo mengatakan, sertifikasi memiliki peran penting dalam memberikan pengakuan terhadap kompetensi tenaga kerja konstruksi.

“Sertifikasi ini penting untuk memastikan bahwa tenaga kerja konstruksi memiliki kompetensi sesuai dengan standar yang dipersyaratkan,” katanya.

Ia berharap seluruh peserta mengikuti setiap tahapan pelatihan dengan baik, mulai dari pembelajaran teori, praktik, hingga uji sertifikasi.

Dengan kompetensi yang semakin baik, lanjutnya, kualitas pekerjaan konstruksi juga diharapkan meningkat.

Melalui Pelatihan Tukang Pasang Bata dan Plesteran Jenjang 1 ini, Polines, PT Semen Gresik, dan BJKW Wilayah IV Surabaya memperlihatkan komitmen bersama untuk memperkuat kualitas sumber daya manusia di sektor konstruksi.

Sebanyak 96 peserta diharapkan tidak hanya menguasai keterampilan teknis pemasangan bata dan plesteran, tetapi juga mampu menerapkan standar keselamatan, kualitas, dan profesionalisme dalam pekerjaan konstruksi di lapangan. (*)