Mahasiswa Kedokteran Gigi Undip Raih Duta GenRe Indonesia 2026 Lewat Inovasi untuk Remaja

Mahasiswa Kedokteran Gigi FK Undip Arya Fatikh Izzan Juweri meraih Juara 1 Putra Duta GenRe Indonesia 2026 lewat SENANDUNG ASA yang mengusung inklusivitas, partisipasi remaja, dan pencegahan stunting. (Dok UNDIP)

SOROTJATENG.ID, SEMARANG – Prestasi membanggakan diraih mahasiswa Program Studi Kedokteran Gigi Fakultas Kedokteran Universitas Diponegoro (FK UNDIP), Arya Fatikh Izzan Juweri.

Ia berhasil meraih Juara 1 Putra Duta GenRe Indonesia 2026 dalam Puncak Ajang Kreativitas GenRe Nasional (ADUJAKNAS) 2026 di Kantor Kementerian Kependudukan dan Pembangunan Keluarga (Kemendukbangga)/BKKBN, Jakarta.

Prestasi tersebut tidak hanya mengantarkan Arya sebagai juara, tetapi juga membawa gagasan SENANDUNG ASA (Seruan Remaja untuk Masa Depan Terencana) yang berfokus pada isu inklusivitas, Meaningful Youth Participation (MYP), dan percepatan pencegahan stunting.

Melalui program tersebut, Arya berupaya menjawab berbagai persoalan remaja yang menurutnya memiliki satu persoalan mendasar, yakni kesetaraan akses.

Salah satu inovasi yang dikembangkan melalui SENANDUNG ASA adalah prototipe pelatihan motorik bagi remaja dengan disabilitas.

Media latihan tersebut dirancang untuk membantu meningkatkan kemandirian remaja dalam melakukan aktivitas sehari-hari, mulai dari makan, menulis hingga menyikat gigi.

Program tersebut tidak berhenti pada penyediaan alat. Pendampingan juga diberikan agar latihan dapat dilakukan secara bertahap sesuai kebutuhan penerima manfaat.

Arya mengatakan pengalaman berinteraksi langsung dengan masyarakat turut membentuk gagasan tersebut.

Baginya, keberhasilan sebuah inovasi bukan semata-mata ketika alat dapat digunakan, tetapi ketika penerima manfaat mulai mampu melakukan aktivitas secara mandiri.

“Bagi saya, keberhasilan bukan hanya ketika alat itu digunakan, tetapi ketika seorang anak yang sebelumnya membutuhkan bantuan mulai berkata, ‘Aku bisa sendiri,’” ujar Arya, dalam keterangan tertulis UNDIP, Jumat (25/9/2026).

Selain isu inklusivitas, SENANDUNG ASA juga mengangkat konsep Meaningful Youth Participation (MYP) atau partisipasi bermakna anak muda dalam proses kebijakan.

Arya bersama tim menyusun policy brief berdasarkan aspirasi remaja. Berbagai persoalan yang dihimpun antara lain penguatan Youth Center, revitalisasi PIK Remaja, kesehatan dan kesejahteraan remaja, pencegahan perkawinan anak, penguatan peran ayah, stunting, serta ruang partisipasi anak muda dalam kebijakan publik.

Dalam prosesnya, sekitar 1.300 aspirasi remaja berhasil dihimpun.

Aspirasi tersebut kemudian diarahkan menjadi rekomendasi yang dapat disampaikan kepada pemerintah daerah, DPRD, hingga Pemerintah Provinsi Jawa Tengah.

Bagi Arya, keterlibatan anak muda tidak cukup hanya sebatas keikutsertaan dalam kegiatan. Suara remaja perlu didengar dan dipertimbangkan dalam penyusunan kebijakan yang berkaitan dengan kehidupan mereka.

Cegah Stunting Lewat Dimsum Kelor Lele

Gagasan SENANDUNG ASA juga menyentuh persoalan pemenuhan pangan bergizi sebagai bagian dari upaya pencegahan stunting.

Arya mengembangkan Dimsum Kelor Lele sebagai salah satu alternatif Pemberian Makanan Tambahan (PMT).

Inovasi tersebut memanfaatkan kelor dan lele yang kemudian diolah menjadi dimsum.

Pemilihan bentuk makanan tersebut bertujuan membuat pangan bergizi lebih menarik dan praktis untuk dikonsumsi masyarakat.

“Pencegahan stunting tidak cukup hanya berbicara tentang angka, tetapi juga tentang bagaimana pangan bergizi bisa diterima dan disukai masyarakat,” ungkapnya.

Arya berharap inovasi Dimsum Kelor Lele dapat dikembangkan dan direplikasi di berbagai daerah, termasuk melalui Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG).

Pendidikan Kedokteran Gigi Membentuk Cara Berpikir

Sebagai mahasiswa Kedokteran Gigi FK UNDIP, Arya mengatakan pendidikan yang dijalaninya turut memengaruhi cara berpikir ketika merancang berbagai program sosial.

Salah satu pendekatan pembelajaran yang dinilainya relevan adalah BBDM (Belajar Bertolak dari Masalah).

Melalui pendekatan tersebut, mahasiswa dilatih untuk mengidentifikasi persoalan, menganalisis penyebab, berdiskusi, mempresentasikan hasil pemikiran, hingga merumuskan solusi.

“Cara berpikir itu sangat membantu saya ketika merancang program SENANDUNG ASA, melihat masalah terlebih dahulu, mendengar masyarakat, lalu menciptakan solusi yang bisa diterapkan,” jelas Arya.

Ingin Bawa SENANDUNG ASA ke Tingkat Nasional

Setelah meraih Juara 1 Putra Duta GenRe Indonesia 2026, Arya tidak ingin pencapaian tersebut menjadi tujuan akhir.

Ia justru ingin menjadikan prestasi tersebut sebagai momentum untuk memperluas berbagai inisiatif yang telah dikembangkan melalui SENANDUNG ASA.

Ia berharap rekomendasi kebijakan yang bersumber dari suara anak muda dapat menjangkau pemerintah pusat.

Inovasi Dimsum Kelor Lele juga diharapkan dapat diterapkan di berbagai daerah, sementara alat bantu bagi remaja dengan disabilitas dapat terus dikembangkan.

“Saya ingin SENANDUNG ASA tidak berhenti di Jawa Tengah. Saya ingin kebermanfaatan itu tumbuh dari satu provinsi, lalu menjangkau Indonesia,” ujarnya.

Bagi Arya, capaian sebagai Putra Duta GenRe Indonesia 2026 menjadi pengingat untuk terus belajar sekaligus mengambil peran di tengah masyarakat.

Ia juga mendorong mahasiswa FK UNDIP maupun mahasiswa lainnya untuk tidak menunggu sebuah gagasan menjadi sempurna sebelum mulai bergerak.

Menurutnya, gagasan dapat terus diperbaiki melalui proses belajar, mendengarkan masyarakat, dan mencoba menghadirkan solusi atas persoalan yang benar-benar terjadi di lapangan. (*)