Juragan Sragen Bukan Sekadar Kompetisi, Bisnis Potensial Disiapkan Masuk Katalog Investor

SOROTJATENG.ID, SRAGEN – Lebih dari 70 pelaku usaha dari berbagai sektor mengikuti Juragan Sragen, Scale Up Business Competition 2026.
Namun, ajang yang digelar Badan Pengurus Cabang (BPC) Himpunan Pengusaha Muda Indonesia (Hipmi) Kabupaten Sragen bersama Bank Syariah Sragen ini tidak hanya berorientasi pada kompetisi.
Juragan Sragen dirancang untuk memetakan potensi bisnis lokal yang memiliki peluang untuk dikembangkan lebih jauh.
Bisnis yang dinilai potensial nantinya dapat dihimpun dalam sebuah katalog, sehingga berpeluang mempertemukan pelaku usaha dengan investor maupun mitra bisnis lainnya.
Ketua Umum BPC Hipmi Kabupaten Sragen, Joko Pramono, mengatakan kompetisi tersebut terbuka bagi pelaku usaha dari berbagai sektor dengan omzet maksimal Rp4,8 miliar per tahun.
Menurutnya, kegiatan tersebut diharapkan tidak berhenti sebagai perlombaan, tetapi dapat berkembang menjadi agenda berkelanjutan untuk memperkuat ekosistem usaha di Kabupaten Sragen.
“Harapan kami ini bisa menjadi agenda tahunan bersama untuk memajukan kegiatan ekonomi di Sragen. Satu keluarga di Sragen setidaknya memiliki satu pengusaha, yang ikut menggerakkan ekonomi,” kata Joko, dikutip dari jatengprov.go.id, Jumat (25/9/2026).
Bisnis Potensial Dipetakan untuk Buka Peluang Kolaborasi
Konsep pemetaan bisnis menjadi salah satu bagian penting dalam penyelenggaraan Juragan Sragen.
Melalui kompetisi tersebut, pelaku usaha tidak hanya mendapatkan ruang untuk memperkenalkan bisnisnya, tetapi juga berkesempatan menunjukkan potensi pengembangan usaha.
Data dan potensi bisnis yang terkumpul nantinya dapat menjadi bagian dari katalog usaha.
Keberadaan katalog tersebut diharapkan membuka peluang kolaborasi yang lebih luas, baik dengan investor maupun sesama pelaku usaha.
Dengan demikian, kompetisi diharapkan dapat menjadi pintu masuk untuk membangun jejaring usaha yang lebih kuat di Sragen.
Ketua Umum BPD Hipmi Provinsi Jawa Tengah, Tedi Agung Tirtayadi, menilai model kegiatan seperti Juragan Sragen dapat menjadi bagian dari upaya memperkuat pertumbuhan pengusaha muda di daerah.
Menurutnya, keberlanjutan program dan konektivitas antarpelaku usaha menjadi hal penting agar manfaat kegiatan tidak berhenti setelah kompetisi selesai.
“Event ini nantinya bisa tumbuh menjadi ekosistem, sehingga para pengusaha saling berkolaborasi dan menghasilkan kekuatan ekonomi yang lebih besar bagi Sragen,” ujarnya.
Pengusaha Muda Diminta Naik Kelas
Sementara itu, Bupati Sragen Sigit Pamungkas menyoroti pentingnya peningkatan kapasitas pelaku usaha agar bisnis lokal tidak hanya mampu bertahan, tetapi juga berkembang dan memperluas pasar.
Menurut Sigit, pengusaha muda perlu memiliki kemampuan yang lebih kuat dalam aspek manajerial, pengelolaan keuangan, hingga strategi pengembangan bisnis.
Karena itu, pola pelatihan dan pendampingan terhadap pelaku usaha juga dinilai perlu disesuaikan dengan kebutuhan bisnis yang terus berkembang.
Sigit mendorong terbentuknya super UMKM yang dapat tumbuh secara bersama-sama dan memperluas pasar tanpa harus saling mematikan usaha satu sama lain.
“Mesin pertumbuhan ekonomi Sragen tidak hanya bertumpu pada APBN, tetapi juga pada gerak dan partisipasi masyarakat, khususnya para pengusaha. Mari terus bersinergi agar Sragen tumbuh semakin baik dan tidak kalah dengan daerah lainnya,” kata Sigit.
Dari Kompetisi Menuju Ekosistem Bisnis Sragen
Dengan melibatkan lebih dari 70 pelaku usaha, Juragan Sragen menjadi ruang untuk mempertemukan berbagai jenis bisnis dalam satu ekosistem.
Ke depan, pemetaan usaha melalui program tersebut diharapkan dapat membantu memperlihatkan sektor-sektor bisnis yang memiliki potensi untuk dikembangkan di Kabupaten Sragen.
Bagi pelaku usaha, keberadaan jejaring tersebut juga dapat membuka kesempatan untuk membangun kemitraan, memperluas pasar, serta mendapatkan akses kolaborasi dengan pihak lain.
Konsep tersebut membuat Juragan Sragen tidak hanya berbicara mengenai siapa yang menjadi pemenang kompetisi, tetapi juga bagaimana potensi usaha yang ada dapat terus berkembang dan ikut menggerakkan perekonomian daerah. (*)
