Pasokan Air Kian Berkurang, Ribuan Warga Genuk Semarang Gelar Salat Istisqa

Warga Kecamatan Genuk, Semarang, menggelar salat Istisqa di Lapangan Karangroto, Selasa (1/9/2026) pagi. Foto: Sorotjateng.id/ PDAM Semarang

Sorotjateng.id, Semarang – Sejumlah warga Kecamatan Genuk, Kota Semarang, menggelar salat Istisqa di Lapangan Karangroto hari ini untuk meminta hujan.

Dari Pantauan di lokasi pada Selasa (1/9) pukul 08.00 WIB, ribuan warga termasuk para pelajar tampak sedang mendengarkan tausiah dari imam salat Istisqa, Muhammad Sohib. Mereka duduk di hamparan lapangan beralas terpal.

Setelah menyimak tausiah sekitar 10 menit, warga lalu berdiri untuk menunaikan salat Istisqa. Selesai salat, imam membacakan doa.

“Pesan-pesan dalam khotbah tadi adalah untuk mengingatkan kembali bahwa kehidupan atau tumbuhan lingkungan apa yang ada di dunia ini adalah merupakan tanggung jawab kita semua,” kata imam salat Istisqa, Sohib, saat ditemui di lokasi, Selasa (1/9/2026).

Dia menuturkan, salat Istisqa digelar untuk meminta hujan kepada Tuhan. Dia menyebut, warga mulai merasakan berkurangnya debit air pada musim kemarau ini.

“Kemudian salat istisqa itu sendiri memang salat permohonan untuk minta rahmat dari Allah agar segera diberi hujan, karena mulai saat ini debit air juga sudah mulai berkurang, sehingga merupakan bagian yang menjadi keprihatinan kita bersama,” jelasnya.

Sohib menyebut, ada sekitar tiga ribu jemaah yang mengikuti salat meminta hujan itu. Dia pun berpuasa tiga hari sebelum melaksanakan salat Istisqa.

“Kalau afdalnya jelas di tempat yang terbuka (melakukan salat Istisqa). Terus kayak biasanya 3 hari sebelumnya kita berpuasa,” sebutnya.

Sementara itu Camat Genuk, Wahyudi, menerangkan salat Istisqa baru digelar di Genuk setelah berpuluh tahun lamanya.

“(Salat Istisqa) Pertama kali ini setelah puluhan tahun,” terangnya.

Wahyudi menyebut, warga Genuk mulai merasa kekeringan sejak Agustus. Dampak yang paling terlihat adalah berkurangnya debit air di Instalasi Pengolahan Air (IPA) Kudu.

“Kebetulan saya di sini baru ya, baru dua bulan. Kalau kita melihat di Genuk ini sudah mungkin sekitar Agustus awal (merasa kekeringan). Dampaknya (kemarau) salah satunya adalah kalau kita melihat di IPA PDAM Kudu itu kan kita melihat pasokannya sudah mulai berkurang,” tuturnya.

“Beberapa tempat kalau kita melihat perkembangannya di media sosial kemarin kan di wilayah kita juga ada beberapa tempat yang terjadi kebakaran. Jadi ini salah satu langkah kita sebagai manusia yang beriman, Islam, diajarkan untuk bagaimana salat Istisqa ini,” sambungnya.