Wali Kota Solo Dorong UMKM Tak Sekadar Kejar Banyak Penjualan, Bidik Pasar Lebih Luas

SOROTJATENG.ID, SOLO – Pelaku UMKM Solo didorong untuk mengubah strategi bisnis dengan tidak hanya mengejar jumlah penjualan.
Wali Kota Surakarta Respati Ardi meminta pelaku usaha mulai meningkatkan kualitas produk, memperkuat merek, memperbaiki kemasan, serta memanfaatkan pemasaran digital untuk menjangkau konsumen di luar Kota Solo.
Pesan tersebut disampaikan Respati dalam kegiatan “Waktunya Start Jualan Nyaman Special Collaboration Perayaan Beli Lokal” yang mempertemukan pemerintah, Kementerian Perdagangan, platform perdagangan digital, kreator konten, dan pelaku UMKM Solo Raya. Kegiatan tersebut berlangsung di Solo, Senin (21/9/2026).
Menurut Respati, peningkatan kelas UMKM tidak selalu berarti harus memproduksi barang dalam jumlah lebih banyak. Pelaku usaha justru perlu menciptakan nilai tambah agar produknya memiliki daya jual lebih tinggi.
“Mulai beranilah berjualan mahal,” kata Respati, dikutip dari surakarta.go.id, Selasa (22/9/2026).
Namun, ia menekankan bahwa harga yang lebih tinggi harus diikuti dengan peningkatan kualitas. Perbaikan tersebut dapat dilakukan melalui kualitas bahan, desain, kemasan, merek, pelayanan hingga pengalaman konsumen.
UMKM Solo Diminta Bidik Konsumen Luar Daerah
Respati juga meminta pelaku UMKM tidak membatasi target pasar hanya pada masyarakat Solo.
Perkembangan perdagangan digital memungkinkan produk lokal dipasarkan ke berbagai kota tanpa harus membuka toko fisik di setiap daerah.
“Set target konsumen Anda bukan warga Solo, tapi set target konsumen Anda adalah warga Jakarta, warga Semarang, warga Bandung, warga Surabaya,” ujar Respati.
Menurut dia, strategi tersebut perlu didukung kemampuan membuat konten dan membangun cerita mengenai produk. Dengan begitu, calon pembeli tidak hanya mengetahui barang yang dijual, tetapi juga memahami keunggulan dan identitas produk.
Pemanfaatan strategi digital juga membuka peluang bagi UMKM untuk melakukan upselling dengan menyasar konsumen yang memiliki daya beli lebih tinggi.
“Duitnya ada di mereka. Kita harus jual kualitas,” katanya.
Kreativitas Jadi Modal UMKM Solo
Respati menyebut Solo memiliki modal penting untuk mengembangkan ekonomi kreatif, yakni talenta dan kreativitas masyarakat.
Ia mencontohkan sejumlah produk lokal seperti speaker dan essential oil diffuser serta parfum yang menurutnya menunjukkan bagaimana kreativitas dapat meningkatkan nilai sebuah produk.
Bagi Respati, kreativitas tersebut perlu dipertemukan dengan ekosistem perdagangan digital agar produk lokal memiliki akses pasar yang lebih luas.
Produk dengan bahan sederhana pun dapat memiliki nilai ekonomi berbeda apabila diolah, dikemas, dan dipasarkan dengan konsep yang tepat.
Solo Bidik Peluang Ekonomi Wellness
Selain perdagangan digital, Pemkot Surakarta juga melihat peluang ekonomi dari sektor wellness.
Konsep Solo 2030 Wellness City dikembangkan dengan menghubungkan sejumlah potensi, mulai dari kuliner, kesehatan, kebugaran, ekonomi kreatif hingga pariwisata.
Arah pengembangan wellness tersebut sebelumnya juga disampaikan Respati sebagai bagian dari transformasi Kota Solo menuju 2030.
Menurut Respati, wisatawan selama ini datang ke Solo antara lain untuk menikmati kuliner dan berbelanja batik.
Ke depan, pemerintah ingin menambah alasan wisatawan untuk memperpanjang masa tinggal melalui layanan spa, treatment, kebugaran dan makanan sehat.
Peluang tersebut dinilai dapat dimanfaatkan pelaku UMKM dengan menghadirkan produk maupun layanan yang berkaitan dengan kesehatan, kebugaran, wellness, hingga healthy food.
Perdagangan Digital Buka Peluang Pasar Baru
Presiden Direktur Tokopedia dan TikTok Shop Indonesia Stephanie Susilo mengatakan pola konsumen dalam menemukan produk turut berubah. Produk kini dapat ditemukan melalui video pendek, siaran langsung hingga konten kreatif.
Model tersebut dikenal sebagai discovery commerce, yakni proses mempertemukan konsumen dengan produk melalui konten.
Dalam kegiatan tersebut, pemerintah bersama platform digital juga mendorong pemberdayaan UMKM melalui pembekalan mengenai pembuatan konten dan affiliate marketing.
Sementara itu, Menteri Perdagangan Budi Santoso menekankan pentingnya kualitas, legalitas dan kemasan agar produk UMKM semakin dipercaya konsumen.
Kolaborasi antara pemerintah, pelaku usaha dan platform digital tersebut diharapkan dapat membuka akses pasar yang lebih luas bagi produk lokal.
Bagi UMKM Solo, tantangan ke depan bukan sekadar meningkatkan jumlah produk yang terjual.
Pelaku usaha juga perlu membangun kualitas, merek, kemasan, cerita produk dan strategi pemasaran agar mampu menjangkau konsumen di berbagai daerah.
Dengan dukungan ekosistem perdagangan digital serta pengembangan sektor ekonomi kreatif dan wellness, produk lokal Solo memiliki ruang untuk dikembangkan dari pasar lokal menuju pasar nasional. (*)
