Wali Kota Agustina Minta Pagar Nusa Semarang Jadi Kekuatan untuk Menjaga Kota Harmoni

SOROTJATENG.ID, SEMARANG – Wali Kota Semarang Agustina Wilujeng mendorong anggota tetap Pagar Nusa tidak hanya menguasai ilmu pencak silat, tetapi juga mampu mengamalkan kemampuan tersebut untuk memberikan manfaat bagi masyarakat.
Pesan itu disampaikan Agustina saat menghadiri Pengukuhan Anggota Tetap Pagar Nusa Semarang di Rumah Dinas Wali Kota Semarang, kemarin.
Sebanyak 100 anggota Pagar Nusa dikukuhkan setelah menjalani proses pendidikan dan kaderisasi selama kurang lebih dua hingga tiga tahun.
Proses tersebut dinilai tidak hanya membentuk kemampuan bela diri, tetapi juga kedisiplinan dan tanggung jawab para anggota.
Agustina mengatakan, ilmu yang diperoleh melalui proses panjang akan semakin bermakna ketika diamalkan dan diwariskan kepada orang lain.
“Ada satu hal yang dekat dengan tradisi Nahdlatul Ulama yaitu ilmu akan semakin bermakna ketika diamalkan dan diwariskan,” kata Agustina, dalam keterangannya, Rabu (30/9/2026).
Menurutnya, nilai tersebut sejalan dengan prinsip yang diajarkan dalam pencak silat. Seorang pesilat tidak hanya dituntut memiliki kekuatan, tetapi juga mampu mengendalikan diri dan memahami kapan kemampuan tersebut harus digunakan.
Pencak silat, lanjut Agustina, mengajarkan seseorang untuk mengatur gerak, membaca situasi, menghormati lawan, menjaga sportivitas, serta menggunakan kemampuan secara tepat.
Karena itu, kemampuan yang dimiliki anggota Pagar Nusa diharapkan dapat menjadi bekal untuk terus berkembang sekaligus berkontribusi dalam kehidupan bermasyarakat.
Pagar Nusa Diajak Jaga Harmoni Kota Semarang
Agustina juga mengaitkan peran Pagar Nusa dengan upaya menjaga Kota Semarang sebagai kota yang harmonis.
Menurut dia, keberhasilan berbagai kegiatan di Kota Semarang tidak terlepas dari keterlibatan masyarakat dari berbagai kelompok.
Ia mencontohkan penyelenggaraan MTQ Nasional XXXI yang sebelumnya berlangsung di Kota Semarang.
Keterlibatan berbagai unsur masyarakat dalam menyukseskan agenda tersebut menunjukkan bahwa kebersamaan dapat menjadi kekuatan dalam menjaga kenyamanan kota.
“Kalian merupakan bagian yang sangat penting dalam proses menciptakan suasana itu,” ujarnya.
Agustina menyebut Semarang sebagai kota harmoni yang membutuhkan kontribusi dari berbagai unsur masyarakat.
Ia mengibaratkan harmoni tersebut seperti sebuah konser, ketika setiap orang menjalankan perannya masing-masing hingga menghasilkan satu alunan yang dapat dinikmati bersama.
Atas dasar itu, ia mengajak anggota Pagar Nusa turut mengambil peran dalam menjaga Kota Semarang agar tetap nyaman, bersih, sehat, dan tangguh.
Tidak hanya itu, para anggota juga didorong untuk berbagi pengalaman dan ilmu yang telah diperoleh selama proses pendidikan dan kaderisasi kepada masyarakat.
“Ilmu yang dimiliki jangan berhenti pada diri sendiri, tetapi harus bisa memberikan manfaat dan diwariskan kepada orang lain,” pesan Agustina.
Dalam kesempatan tersebut, Agustina juga menerima pengukuhan sebagai anggota kehormatan Pagar Nusa Semarang.
Pengukuhan 100 anggota tetap tersebut menjadi bagian dari proses kaderisasi Pagar Nusa sekaligus momentum untuk memperkuat peran organisasi dalam kehidupan sosial masyarakat di Kota Semarang. (*)
