UNWAHAS dan UNISNU Dampingi UMKM Karimunjawa Kembangkan Dodol Rumput Laut

SOROTJATENG.ID, JEPARA – Universitas Wahid Hasyim (UNWAHAS) Semarang bersama Universitas Islam Nahdlatul Ulama (UNISNU) Jepara menggelar pelatihan dan pendampingan bagi UMKM Dodol Rumput Laut (Dorula) di Karimunjawa, beberapa waktu lalu.
Kegiatan ini bertujuan meningkatkan kualitas produk, memperkuat branding, serta memperbaiki tata kelola keuangan usaha agar dodol rumput laut semakin berkembang sebagai oleh-oleh khas Karimunjawa.
Pelatihan tersebut merupakan bagian dari program Pengabdian Kolaborasi Antar Perguruan Tinggi Dalam Negeri bertajuk “Peningkatan Kualitas dan Kuantitas Produk Dodol Rumput Laut melalui Pendampingan Mitra Dorula di Karimunjawa”.
Kegiatan diikuti mitra UMKM Dorula, Rivaldo, serta masyarakat, petinggi, dan perangkat Desa Kemujan.
Tim dari kedua perguruan tinggi memberikan materi mulai dari pengenalan penyakit rumput laut, strategi branding produk, pengembangan olahan pangan, hingga pencatatan keuangan usaha.
Pendampingan ini menjadi upaya mendorong UMKM berbasis potensi lokal agar mampu menghasilkan produk bernilai tambah.
Rumput laut yang menjadi salah satu bahan utama Dorula tidak hanya dimanfaatkan sebagai bahan mentah, tetapi juga diolah menjadi produk pangan yang berpotensi menjangkau pasar lebih luas.
Kualitas Rumput Laut Jadi Perhatian Utama
Dalam sesi pertama, Ketua Tim Pengabdian UNISNU Jepara, Dr. Arif Mustofa, M.Si., menyampaikan materi mengenai pengenalan penyakit rumput laut dan langkah pencegahannya.
Materi tersebut diberikan untuk membantu mitra mengenali kondisi bahan baku yang baik serta memahami risiko penurunan mutu rumput laut.
Pengetahuan ini diharapkan dapat meningkatkan perhatian pelaku usaha terhadap kualitas bahan sejak tahap awal produksi.
Kualitas bahan baku menjadi salah satu aspek penting dalam pengembangan produk olahan pangan.
Dengan pemahaman yang lebih baik mengenai kondisi rumput laut, pelaku UMKM diharapkan dapat lebih cermat dalam memilih bahan yang digunakan untuk produksi Dorula.
Branding Dorula Diperkuat agar Mudah Dikenal
Selain kualitas bahan baku, pelatihan juga menyoroti pentingnya branding untuk memperkuat identitas Dodol Rumput Laut sebagai produk unggulan Karimunjawa.
Materi branding disampaikan oleh Dr. Ahmad Saefudin, M.Pd., dan R. Hadapiningradja Kusumodestoni, M.Kom.
Peserta diajak memahami sejumlah aspek yang dapat memengaruhi pengenalan produk oleh konsumen, mulai dari identitas merek, tampilan kemasan, narasi produk, hingga strategi komunikasi sederhana.
Penguatan branding diharapkan membantu Dorula memiliki ciri khas yang mudah dikenali oleh konsumen.
Identitas lokal Karimunjawa juga dapat menjadi bagian dari cerita produk untuk memperkuat daya tariknya sebagai pilihan oleh-oleh dari kawasan kepulauan tersebut.
Dengan identitas dan kemasan yang lebih terarah, produk UMKM diharapkan memiliki peluang lebih besar untuk bersaing dan menjangkau calon pembeli di luar pasar setempat.
Rumput Laut Diolah Menjadi Produk Bernilai Tambah
Pengembangan variasi dan kualitas produk menjadi materi berikutnya dalam kegiatan pendampingan. Dr. Linda Indriyarti Putri, M.Pd., dr. Syarifah Zahra Assegaf, M.Gz., dan Dr. Mayadina Rohmi Musfiroh, M.A., menyampaikan materi mengenai pengembangan produk olahan rumput laut.
Dalam materi tersebut, rumput laut diperkenalkan sebagai bahan pangan yang dapat diolah menjadi berbagai produk bernilai tambah, bukan hanya dijual dalam bentuk mentah.
Pengolahan bahan baku menjadi produk siap konsumsi membuka peluang bagi pelaku usaha untuk mengembangkan nilai ekonomi komoditas lokal.
Bagi UMKM Dorula, pengembangan produk menjadi salah satu langkah untuk memperkuat posisi dodol rumput laut sebagai oleh-oleh khas Karimunjawa.
Upaya ini sekaligus mendorong pemanfaatan potensi daerah melalui kegiatan usaha yang melibatkan masyarakat setempat.
Pelaku UMKM Dibekali Pencatatan Keuangan
Aspek pengelolaan usaha juga menjadi perhatian dalam pelatihan tersebut. Dr. Hj. Khanifah, S.E., M.Si., Akt., CA, menyampaikan materi mengenai pencatatan dan penyusunan laporan keuangan usaha bagi mitra UMKM.
Peserta memperoleh penguatan mengenai pentingnya mencatat biaya produksi, penjualan, keuntungan, serta kebutuhan pengembangan usaha secara tertib.
Pencatatan keuangan yang baik dapat membantu pelaku UMKM mengetahui kondisi usaha secara lebih jelas. Informasi tersebut juga menjadi dasar untuk mengevaluasi biaya produksi, menghitung hasil penjualan, dan merencanakan pengembangan usaha.
Melalui materi ini, pendampingan tidak hanya diarahkan pada peningkatan kualitas produk, tetapi juga pada penguatan kemampuan pelaku usaha dalam mengelola bisnisnya.
Kolaborasi Kampus dan Masyarakat Pesisir
Tim UNISNU Jepara dalam kegiatan ini terdiri atas Dr. Arif Mustofa, M.Si., Dr. Mayadina Rohmi Musfiroh, M.A., Dr. Ahmad Saefudin, M.Pd., dan R. Hadapiningradja Kusumodestoni, M.Kom.
Sementara itu, tim UNWAHAS Semarang diwakili Dr. Agus Riyanto, S.IP., M.Si., Dr. Hj. Khanifah, S.E., M.Si., Akt., CA, Dr. Linda Indriyarti Putri, M.Pd., dr. Syarifah Zahra Assegaf, M.Gz., Dr. Rossi Prabowo, S.Si., M.Si., Ir. Fandy Indra Pratama, S.Kom., M.Kom., serta Fathurrohman, M.S.I.
Melalui program pengabdian kolaboratif ini, kedua perguruan tinggi berharap pendampingan dapat memberikan manfaat bagi mitra Dorula, terutama dalam meningkatkan pengetahuan produksi, memperkuat identitas produk, memperbaiki tata kelola keuangan, dan memperluas peluang pemasaran.
Pengembangan Dodol Rumput Laut di Karimunjawa diharapkan dapat menjadi bagian dari penguatan ekonomi masyarakat pesisir dengan mengoptimalkan potensi lokal.
Dengan kualitas produk, branding, dan pengelolaan usaha yang semakin baik, Dorula berpeluang memperkuat posisinya sebagai produk olahan rumput laut khas Karimunjawa. (*)
