Tim 16 Ekspedisi Patriot UNDIP Dorong Literasi Spasial Anak di Kawasan Transmigrasi Senggi

SOROTJATENG.ID, SEMARANG – Tim 16 Ekspedisi Patriot Universitas Diponegoro (UNDIP) Semarang terus memperluas kontribusinya di Kawasan Transmigrasi (KT) Senggi, Kabupaten Keerom, Papua.
Salah satunya melalui program “Catatan Patriot Cilik 2026” yang dirancang untuk mengenalkan literasi spasial dan dasar perencanaan wilayah kepada anak-anak.
Program tersebut digelar di SD Negeri Soom dengan melibatkan siswa kelas 5 dan 6. Tim 16 Ekspedisi Patriot UNDIP menggunakan pendekatan pemetaan partisipatif agar anak-anak dapat memahami lingkungan tempat tinggal mereka melalui pengalaman dan pengamatan langsung.
Melalui kegiatan tersebut, para siswa diajak mengenali berbagai objek yang berada di sekitar mereka, mulai dari jalan, sungai, rumah, tempat ibadah, kebun, fasilitas umum hingga ruang yang digunakan untuk aktivitas sehari-hari.
Objek-objek tersebut kemudian dituangkan ke dalam peta partisipatif menggunakan simbol, warna, dan gambar. Setelah selesai, siswa mempresentasikan hasil pemetaan di hadapan teman-temannya.
Koordinator Lapangan Tim 16 Ekspedisi Patriot UNDIP, Rifat Farhan, mengatakan pemetaan partisipatif dipilih sebagai metode pembelajaran yang sesuai dengan karakter anak-anak.
“Kami menggunakan metode pemetaan partisipatif serta perencanaan dasar untuk anak sebagai pendekatan pembelajaran kontekstual dan partisipatif untuk usia anak-anak,” kata Rifat, dalam keterangannya, Rabu (23/9/2026).
UNDIP Kenalkan Cara Melihat Lingkungan Sejak Dini
Menurut Rifat, kegiatan tersebut tidak hanya mengajarkan anak-anak cara membuat peta. Lebih jauh, Tim 16 Ekspedisi Patriot UNDIP ingin membangun kemampuan peserta dalam mengidentifikasi dan memahami fungsi ruang di lingkungan mereka.
Para siswa mendapat pendampingan selama proses pengamatan hingga menuangkan hasilnya ke dalam peta.
“Selama proses itu kami juga memberikan pendampingan kepada anak-anak untuk mengidentifikasi berbagai objek yang mereka temui dan menuangkannya ke dalam peta. Jadi mereka belajar melihat lingkungan bukan hanya sebagai tempat yang mereka lewati, tetapi sebagai ruang yang memiliki berbagai fungsi,” jelasnya.
Pendekatan tersebut membuat proses pembelajaran menjadi lebih dekat dengan kehidupan sehari-hari para siswa.
Mereka tidak hanya menerima materi secara teoritis, tetapi juga belajar mengenali lingkungan berdasarkan apa yang mereka lihat secara langsung.
Tim UNDIP Beri Ruang Anak Sampaikan Aspirasi
Selain pemetaan, Tim 16 Ekspedisi Patriot UNDIP juga menghadirkan sesi “Gambar Harapan”.
Melalui sesi tersebut, anak-anak diberi kesempatan untuk menyampaikan gagasan mengenai kondisi lingkungan yang mereka impikan.
Mereka menggambarkan fasilitas, ruang publik, infrastruktur maupun perubahan yang diharapkan terjadi di kampung halaman.
Anggota Tim 16 Ekspedisi Patriot UNDIP, Rahma, mengatakan sesi tersebut menjadi bagian penting karena anak-anak memiliki perspektif sendiri mengenai kebutuhan lingkungan tempat mereka tinggal.
“Kami juga ingin mendengar bagaimana anak-anak membayangkan kampung mereka di masa depan. Dari gambar yang mereka buat, mereka bisa menyampaikan apa yang menurut mereka dibutuhkan dan seperti apa lingkungan yang mereka inginkan,” ujar Rahma.
Salah satu peserta, Seli, menyampaikan harapannya agar kondisi jalan di wilayahnya diperbaiki.
“Saya ingin jalanan diaspal supaya tidak berdebu dan tidak licin saat hujan,” ungkap Seli.
Sementara itu, peserta lainnya, Imanuel, membayangkan SP 2 Woslay berkembang menjadi kawasan pertanian yang lebih maju.
“Di gambar saya, SP 2 Woslay saya buat menjadi wilayah pertanian yang maju. Saya ingin pertaniannya berkembang dan bisa menjadi lebih baik,” ucap Imanuel.
Bagi Tim 16 Ekspedisi Patriot UNDIP, berbagai gagasan tersebut menjadi gambaran mengenai cara anak-anak melihat kebutuhan pembangunan di lingkungan mereka.
Peserta Terima Sertifikat Patriot Cilik
Rangkaian kegiatan kemudian ditutup dengan penyerahan sertifikat pembelajaran Patriot Cilik sebagai bentuk apresiasi atas partisipasi para siswa.
Sertifikat tersebut diserahkan langsung oleh Gubernur Provinsi Papua, Komjen. Pol. (Purn.) Drs. Mathius Derek Fakhiri, S.I.K., M.H.
Pemberian sertifikat menjadi penghargaan atas keterlibatan aktif para siswa dalam mengikuti proses pemetaan partisipatif dan pembelajaran mengenai lingkungan.
Program Catatan Patriot Cilik 2026 merupakan bagian dari rangkaian pengabdian Tim 16 Ekspedisi Patriot UNDIP di Kawasan Transmigrasi Senggi.
Melalui program tersebut, UNDIP berupaya menghadirkan pembelajaran yang tidak hanya berorientasi pada pengetahuan, tetapi juga mendorong anak-anak untuk mengenali lingkungan, berpikir kritis, serta berani menyampaikan gagasan mengenai masa depan daerahnya.
Setelah pelaksanaan di SD Negeri Soom, program Catatan Patriot Cilik dijadwalkan berlanjut ke SD Inpres Kampung Woslay pada Oktober 2026.
Inisiatif Tim 16 Ekspedisi Patriot UNDIP tersebut juga mendukung pencapaian sejumlah target Sustainable Development Goals (SDGs), khususnya SDG 4 tentang pendidikan berkualitas, SDG 11 tentang kota dan permukiman berkelanjutan, serta SDG 17 tentang kemitraan untuk mencapai tujuan.
Melalui literasi spasial yang diperkenalkan sejak dini, Tim 16 Ekspedisi Patriot UNDIP berharap anak-anak di Kawasan Transmigrasi Senggi dapat semakin memahami ruang di sekitar mereka sekaligus memiliki keberanian untuk membayangkan dan menyuarakan masa depan kampungnya. (*)
