Terobosan Pemkab Kendal di Inovasi Layanan Informasi Sapa Dinsos

Terobosan Pemkab Kendal di sektor pelayanan. Foto: Sorotjateng.id/ Humas Pemkab Kendal

SOROTJATENG.ID, KENDAL – Terobosan sektor pelayanan publik terus dilakukan selama kepemimpinan Bupati Kendal, Dyah Kartika Permanasari. Terobosan kali ini menyentuh sektor pelayanan pemberian informasi.

Untuk mempermudah akses layanan sosial, Pemerintah Kabupaten Kendal meluncurkan inovasi Sistem Layanan Informasi Kelembagaan 24 Jam melalui Pemanfaatan WhatsApp Bot (Sapa Dinsos), di Ruang Rapat Abdi Praja Setda setempat, Kamis (22/10/2026).

Bupati Kendal, Dyah Kartika Permanasari menyambut baik peluncuran inovasi Sapa Dinsos tersebut, sebagai upaya meningkatkan kualitas pelayanan publik melalui pemanfaatan teknologi informasi.

Dia berharap, dengan inovasi tersebut dapat memudahkan masyarakat dalam memperoleh informasi mengenai kelembagaan dan layanan Dinas Sosial, tanpa harus datang langsung ke kantor.

“Hadirnya sistem ini merupakan bukti nyata dari komitmen Dinas Sosial untuk terus berbenah, beradaptasi dengan perkembangan teknologi informasi, serta mendekatkan pelayanan langsung ke genggaman masyarakat,” ujar Bupati Kendal, Dyah Kartika Permanasari, dikutif dari portal Pemprov Jateng, Minggu 25 Oktober 2026.

Disampaikan, pelayanan publik merupakan salah satu wujud nyata kehadiran pemerintah di tengah masyarakat. Oleh karena itu, pelayanan tidak hanya dituntut cepat dan tepat, tetapi juga harus memberikan kejelasan informasi, kemudahan prosedur, kepastian tindak lanjut, serta didukung sikap petugas yang ramah dan menghargai setiap warga.

Terlebih, lanjutnya, pelayanan sosial berkaitan dengan beragam kondisi dan kebutuhan masyarakat, mulai dari perlindungan sosial, rehabilitasi sosial, pemberdayaan sosial, penanganan kedaruratan, hingga informasi mengenai berbagai layanan kesejahteraan sosial.

Bupati menegaskan, peningkatan kualitas pelayanan sosial tidak cukup hanya melalui penyempurnaan prosedur dan administrasi. Diperlukan pula komunikasi yang terbuka, koordinasi yang kuat, serta keterlibatan masyarakat dalam mengevaluasi dan memperbaiki pelayanan.

“Melalui forum ini, kita dapat mendengarkan secara langsung berbagai masukan, saran, pengalaman, dan harapan masyarakat terhadap pelayanan sosial di Kabupaten Kendal yang lebih baik,” ungkapnya.

Karena itu, bupati mengajak seluruh perangkat daerah terkait, lembaga sosial, organisasi kemasyarakatan, dunia usaha, pemerintah desa dan kelurahan, serta seluruh elemen masyarakat, untuk memperkuat kolaborasi dalam menangani berbagai persoalan sosial di Kabupaten Kendal.

Dia juga berharap, Sapa Dinsos tidak hanya menjadi inovasi berbasis teknologi, tetapi juga menjadi bagian dari perubahan cara kerja dan budaya pelayanan sosial, agar semakin mudah diakses, transparan, responsif, serta memberikan manfaat nyata bagi masyarakat.

Sementara itu, Kasubag Umum Kepegawaian Dinas Sosial Kabupaten Kendal, Sri Wahyuni menjelaskan, bahwa Sapa Dinsos dikembangkan sebagai bagian dari upaya peningkatan pelayanan publik berbasis teknologi digital. Melalui inovasi tersebut, masyarakat dapat memperoleh informasi mengenai kelembagaan dan layanan Dinas Sosial dengan lebih mudah, sekaligus memperluas jangkauan pelayanan dan meningkatkan keterbukaan informasi.

“Sistem tersebut juga diharapkan mendukung efektivitas komunikasi antara Dinas Sosial, masyarakat, dan para mitra kelembagaan,” jelas Yuni.

Disampaikan, Sapa Dinsos akan terus dikembangkan sesuai kebutuhan pelayanan. Untuk saat ini, terdapat penambahan menu terkait perlindungan sosial (perlinsos) dan menu pengaduan. Sistem tersebut juga dilengkapi basis data jawaban, yang dapat memberikan respons otomatis kepada masyarakat.

“Ketika nomor tersebut dihubungi dengan mengetik “hi” atau “halo”, sistem akan menampilkan menu yang bisa dipilih oleh masyarakat sesuai dengan informasi atau pelayanan yang dibutuhkan. Apabila ada perkembangan terkait pertanyaan yang lain, nanti akan diarahkan ke admin yang membidangi,” jelasnya.

Dengan diluncurkannya Sapa Dinsos, dirinya berharap, akses informasi layanan sosial semakin mudah dijangkau masyarakat, serta mendukung terwujudnya pelayanan publik yang lebih terbuka, efektif, dan responsif terhadap kebutuhan warga.

Editor