Tak Lagi Bingung Pilih Daging, Warga Salatiga Dikenalkan Inovasi Selada

SOROTJATENG.ID, SALATIGA – Memilih daging yang aman untuk dikonsumsi keluarga kini mendapat perhatian khusus dari Pemerintah Kota Salatiga.
Melalui inovasi Selada (Sematkan Label Daging ASUH), masyarakat diberikan edukasi agar lebih mudah mengenali daging yang aman, sehat, utuh, dan halal atau ASUH.
Inovasi tersebut diluncurkan Wali Kota Salatiga Robby Hernawan, didampingi Ketua TP PKK Kota Salatiga Retno Robby Hernawan, di Rumah Potong Hewan (RPH) Dinas Pangan dan Pertanian Kota Salatiga, beberapa waktu lalu.
Selada dirancang sebagai sarana edukasi bagi masyarakat agar lebih teliti sebelum membeli daging.
Informasi mengenai keamanan dan mutu daging dibuat lebih mudah dikenali sehingga konsumen dapat mempertimbangkan kualitas pangan yang akan dikonsumsi keluarga.
Bagi Pemkot Salatiga, keamanan pangan tidak hanya berkaitan dengan ketersediaan bahan makanan. Pangan yang tersedia juga harus memenuhi aspek keamanan, kesehatan, mutu, dan kehalalan sebelum sampai ke meja makan.
Wali Kota Salatiga: Keamanan Pangan Tanggung Jawab Bersama
Robby mengatakan ketahanan pangan tidak cukup hanya diukur dari tersedianya bahan pangan bagi masyarakat. Aspek kualitas dan keamanan juga menjadi bagian penting yang harus diperhatikan.
“Ketika berbicara tentang pangan, bukan hanya soal tersedia atau tidak, tetapi juga memastikan pangan yang sampai di meja makan keluarga aman, sehat, dan bermutu. Selada menjadi pengingat bahwa keamanan pangan adalah tanggung jawab bersama,” ujar Robby, dikutip dari jatengprov.go.id, Selasa (22/9/2026).
Menurutnya, menjaga keamanan pangan membutuhkan keterlibatan berbagai pihak. Mulai dari penyedia pangan, pengelola, pedagang hingga konsumen memiliki peran dalam memastikan makanan yang dikonsumsi masyarakat memenuhi standar keamanan.
Karena itu, edukasi menjadi bagian penting agar konsumen memiliki pengetahuan ketika menentukan bahan pangan yang akan dibeli.
PKK Dorong Edukasi Pangan Dimulai dari Keluarga
Ketua TP PKK Kota Salatiga Retno Robby Hernawan menilai peningkatan kesadaran mengenai pangan aman dapat dimulai dari lingkungan keluarga.
Menurutnya, keluarga merupakan lingkungan terdekat untuk membangun kebiasaan dalam memilih dan mengolah bahan pangan yang berkualitas.
“Kualitas pangan harus menjadi bagian dari kesadaran sehari-hari. Perubahan kesadaran paling efektif dimulai dari keluarga, dan di sinilah PKK memiliki peran strategis,” jelas Retno.
Peran tersebut dinilai penting karena edukasi mengenai pangan aman dapat diteruskan dari keluarga ke lingkungan masyarakat yang lebih luas.
Ketahanan Pangan Tak Hanya Soal Daging
Selain memperkenalkan Selada, Pemkot Salatiga juga mendorong masyarakat membangun kemandirian pangan dari lingkungan rumah.
Plt Kepala Dinas Pangan dan Pertanian Kota Salatiga Syahdani Onang Prastowo mengatakan keterbatasan lahan pertanian menjadi salah satu tantangan dalam memperkuat ketahanan pangan di Kota Salatiga.
Kondisi tersebut mendorong perlunya inovasi agar masyarakat tidak hanya berperan sebagai konsumen, tetapi juga dapat menghasilkan pangan secara mandiri sesuai dengan potensi yang tersedia.
Salah satu bentuk dukungan tersebut dilakukan melalui penyerahan bibit dan perlengkapan tanam padi dalam pot atau galon, serta bibit ikan kepada perwakilan TP PKK Kecamatan se-Kota Salatiga.
Bantuan tersebut diharapkan dapat mendorong masyarakat memanfaatkan lahan atau ruang yang tersedia di sekitar rumah untuk menghasilkan bahan pangan.
Dengan cara tersebut, upaya membangun ketahanan pangan tidak hanya dilakukan dalam skala kota, tetapi juga dapat dimulai dari lingkungan paling kecil, yakni keluarga.
Melalui inovasi Selada dan berbagai edukasi pangan lainnya, Pemkot Salatiga mendorong masyarakat semakin teliti dalam memilih bahan makanan.
Kesadaran memilih pangan yang aman, sehat, utuh, dan halal diharapkan menjadi bagian dari kebiasaan sehari-hari untuk mendukung kesehatan keluarga sekaligus memperkuat kemandirian pangan. (*)
