Polines Edukasi Investasi Dini untuk Siswa SMAN 3 Salatiga, Pemahaman Naik 17,58 Persen

SOROTJATENG.ID, SALATIGA – Politeknik Negeri Semarang (Polines) mendorong generasi muda memahami pengelolaan keuangan dan investasi sejak bangku sekolah.
Upaya tersebut dilakukan Program Studi Analis Keuangan melalui kegiatan pengabdian kepada masyarakat di SMAN 3 Salatiga.
Program bertajuk “Penguatan Literasi Keuangan melalui Edukasi Investasi Dini bagi Siswa SMAN 3 Salatiga” itu digelar pukul 09.00-12.00 WIB, beberapa waktu lalu.
Kegiatan melibatkan siswa kelas XII bidang Ekonomi dari dua kelas. Edukasi diberikan secara interaktif melalui penyampaian materi, diskusi, tanya jawab, serta evaluasi menggunakan pre-test dan post-test.
Ketua tim pengabdian, Rikawati, SE., M.Ak., Ak., CAAT., CAP., CTT., WPPE, mengatakan literasi keuangan menjadi kemampuan penting bagi generasi muda di tengah perkembangan teknologi digital.
Menurut dia, kemudahan masyarakat, termasuk pelajar, dalam mengakses informasi mengenai produk keuangan dan investasi perlu diimbangi dengan pemahaman yang memadai.
“Literasi keuangan menjadi kemampuan penting bagi generasi muda di tengah perkembangan teknologi digital dan semakin mudahnya akses terhadap berbagai produk keuangan dan investasi,” ujarnya, dalam keterangannya, Jumat (16/10/2026).
Dalam kegiatan tersebut, siswa dikenalkan dengan konsep dasar literasi keuangan, perencanaan keuangan sederhana, hingga perbedaan antara menabung (saving) dan investasi (investment).
Para siswa juga mendapat pemahaman mengenai sejumlah instrumen investasi seperti saham, obligasi, dan reksa dana.
Materi mengenai hubungan antara risiko dan keuntungan (risk and return) turut diberikan agar siswa memahami bahwa setiap investasi memiliki risiko.
Tak hanya mengenalkan produk investasi, edukasi juga diarahkan agar siswa mampu mengenali investasi yang tidak aman serta memahami pentingnya memperoleh informasi keuangan dari sumber terpercaya.
Pemahaman Siswa Meningkat
Efektivitas edukasi diukur melalui pre-test sebelum pemberian materi dan post-test setelah seluruh kegiatan selesai.
Hasil evaluasi menunjukkan adanya peningkatan pemahaman peserta. Nilai rata-rata siswa naik dari 93,62 pada pre-test menjadi 99,26 pada post-test.
Peningkatan paling besar terlihat pada pemahaman mengenai instrumen investasi pasar modal yang mencapai 17,58 persen.
Hasil tersebut menunjukkan edukasi investasi sejak sekolah dapat membantu siswa memahami konsep keuangan secara lebih baik.
Melalui kegiatan ini, siswa SMAN 3 Salatiga diharapkan tidak sekadar mengenal istilah investasi.
Mereka juga diharapkan mampu mengelola keuangan secara lebih bijak, mempertimbangkan risiko sebelum mengambil keputusan, serta membangun kebiasaan finansial yang sehat sejak dini.
Program pengabdian tersebut sekaligus menjadi bentuk kontribusi Polines dalam meningkatkan literasi keuangan masyarakat, khususnya generasi muda.
Dengan edukasi yang dilakukan secara berkelanjutan, siswa diharapkan lebih siap menghadapi perkembangan sektor keuangan digital dan mampu mengambil keputusan ekonomi secara kritis, rasional, serta bertanggung jawab. (*)
