Petugas Kebersihan Bisa Lebih Efisien, UNDIP Hadirkan Sweeper EV Bertenaga Listrik

Sweeper EV buatan UNDIP membantu efisiensi petugas kebersihan melalui teknologi penyapuan dan vakum listrik, dengan waktu operasi hingga tiga jam. (Dok UNDIP)

SOROTJATENG.ID, SEMARANG – Pekerjaan membersihkan jalan berpotensi menjadi lebih efisien dengan hadirnya Sweeper EV, kendaraan penyapu jalan bertenaga listrik hasil inovasi Universitas Diponegoro (UNDIP).

Kendaraan ini menggabungkan fungsi menyapu dan menyedot sampah dalam satu sistem sehingga membantu menyederhanakan proses pembersihan jalan.

Sweeper EV dikembangkan oleh tim peneliti yang dipimpin Prof. Ir. Sulistyo, M.T., Ph.D., dari Departemen Teknik Mesin, Fakultas Teknik UNDIP.

Inovasi ini dirancang untuk menjawab kebutuhan kebersihan di lingkungan kampus, jalan perkotaan, dan fasilitas publik.

Penggunaan tenaga listrik juga menjadi alternatif untuk mengurangi pemakaian BBM serta emisi gas buang langsung dari kendaraan operasional kebersihan.

Prof. Sulistyo menjelaskan, Sweeper EV dikembangkan agar proses pembersihan jalan dapat berlangsung lebih praktis tanpa harus memisahkan kegiatan menyapu, mengumpulkan, dan mengambil sampah secara manual.

“Kami mendesain kendaraan penyapu jalan dengan sistem baterai yang dapat diisi ulang menggunakan listrik. Keunggulannya, saat beroperasi, kendaraan ini tidak menghasilkan emisi CO₂ dari knalpot, sehingga lebih ramah lingkungan dengan tingkat kebisingan yang lebih rendah,” jelasnya, dalam keterangannya, Rabu (21/10/2026).

Sapu dan Sedot Sampah dalam Satu Kendaraan

Sweeper EV memiliki empat sikat elektrik, masing-masing dua di sisi kanan dan dua di sisi kiri. Sikat tersebut mengarahkan sampah menuju bagian tengah kendaraan sebelum diangkat menggunakan sistem vakum.

Sistem penyedotannya memiliki daya 3 kW dengan kekuatan isap sekitar 15–20 kPa. Perangkat ini ditujukan untuk membersihkan daun kering, ranting kecil, debu, dan berbagai kotoran ringan yang biasa ditemukan di jalan.

Operator dapat mengatur ketinggian sikat, kecepatan putaran, serta kekuatan daya isap pada tingkat rendah, menengah, hingga tinggi.

Pengaturan tersebut memungkinkan kendaraan menyesuaikan kinerja dengan kondisi permukaan jalan dan jenis kotoran yang dibersihkan.

Dengan mekanisme terpadu tersebut, Sweeper EV diharapkan dapat membantu mengurangi tahapan kerja pembersihan sekaligus mendukung produktivitas petugas kebersihan.

Mampu Beroperasi hingga Tiga Jam

Untuk mendukung operasionalnya, Sweeper EV dibekali motor listrik berdaya 5 kW dan baterai lithium 72 volt berkapasitas 300 Ah.

Kendaraan beroda tiga dengan bobot sekitar 700 kilogram ini diperkirakan dapat beroperasi hingga tiga jam dalam sekali pengisian daya. Kecepatan maksimumnya sekitar 20 kilometer per jam.

Desain yang ringkas membuat Sweeper EV berpotensi digunakan di jalan lingkungan, area kampus, serta lokasi publik yang membutuhkan kendaraan pembersih dengan kemampuan bermanuver di ruang terbatas.

Penggunaan motor listrik juga memberikan keuntungan dari sisi kebisingan. Kendaraan ini dirancang lebih senyap dibandingkan kendaraan pembersih konvensional berbahan bakar sehingga berpotensi mendukung aktivitas kebersihan di kawasan yang membutuhkan tingkat kebisingan lebih rendah.

UNDIP Siapkan Fitur Pengaman untuk Sampah Logam

Meski dirancang untuk menyederhanakan pekerjaan kebersihan, pengoperasian Sweeper EV tetap memperhatikan tantangan teknis di lapangan. Salah satunya adalah risiko masuknya paku atau serpihan besi ke dalam saluran penyedotan.

Tim peneliti tengah menyiapkan penambahan magnet trap yang berfungsi menangkap benda berbahan logam sebelum masuk ke sistem vakum.

“Sistem magnet ini nantinya berfungsi untuk menangkap benda berbahan logam sebelum masuk ke saluran penyedotan. Dengan begitu, sampah tetap dapat tersedot, sementara komponen blower vakum lebih terlindungi dari risiko tersumbat atau rusak akibat benda asing yang dapat menghambat aliran sampah,” ungkap Prof. Sulistyo.

Fitur tersebut masih menjadi bagian dari pengembangan dan evaluasi teknis untuk meningkatkan keamanan serta keandalan perangkat saat digunakan di jalan dengan kondisi yang beragam.

Dorong Modernisasi Pengelolaan Kebersihan

Kehadiran Sweeper EV memperlihatkan peluang pemanfaatan teknologi kendaraan listrik untuk mendukung modernisasi pengelolaan kebersihan.

Penggabungan fungsi penyapuan dan penyedotan memungkinkan proses pembersihan berlangsung dalam satu kendaraan, sementara penggunaan baterai menawarkan alternatif yang lebih rendah emisi langsung dibandingkan kendaraan berbahan bakar konvensional.

Melalui inovasi ini, UNDIP berupaya menghadirkan hasil penelitian yang dapat diterapkan untuk menjawab kebutuhan masyarakat.

Ke depan, penyempurnaan teknologi dan evaluasi kinerja di lapangan akan menjadi bagian penting untuk menilai kesiapan Sweeper EV dalam mendukung pekerjaan petugas kebersihan di kawasan kampus, perkotaan, dan fasilitas publik. (*)

Editor