Pelajar Jateng Jadi Agen Keselamatan, Dishub Raih Pembina Terbaik I Nasional

Dishub Jateng meraih Pembina Terbaik I nasional. Pelajar didorong menjadi agen keselamatan lalu lintas di sekolah, keluarga, dan lingkungan. (Dok Humas Jateng)

SOROTJATENG.ID, SEMARANG – Upaya menjadikan pelajar sebagai agen keselamatan lalu lintas terus diperkuat Pemerintah Provinsi Jawa Tengah. Program pembinaan yang dilakukan secara berjenjang tersebut berbuah penghargaan nasional bagi Dinas Perhubungan (Dishub) Jateng.

Dishub Jateng meraih penghargaan Pembina Terbaik I dalam Pemilihan Pelajar Pelopor Keselamatan Lalu Lintas dan Angkutan Jalan (PPKLLAJ) Tahun 2026 tingkat nasional.

Penghargaan dari Kementerian Perhubungan tersebut diserahkan Direktur Jenderal Perhubungan Darat Aan Suhanan kepada Kepala Bidang Lalu Lintas Jalan Dishub Jateng Erry Derima di Gedung Naggala Kementerian Perhubungan.

Capaian itu menjadi bagian dari hasil pembinaan pelajar yang dilakukan mulai tingkat kabupaten/kota, provinsi, hingga nasional.

Salah satu hasil pembinaan tersebut terlihat dari prestasi Fulvya Nasywa Mauliatuzzahra, siswi SMA Al Azhar Sukoharjo, yang berhasil meraih Juara II tingkat nasional melalui karya tulis ilmiah berjudul “Smart Environment Noise Yard Automatic Protector Berbasis AI dan IoT untuk Pengendalian Kendaraan Berknalpot Tidak Standar”.

Pelajar Tak Hanya Dibina untuk Berprestasi

Kepala Bidang Lalu Lintas Jalan Dishub Jateng Erry Derima mengatakan, pembinaan pelajar tidak berhenti pada target meraih prestasi dalam perlombaan.

Lebih dari itu, para pelajar yang mengikuti program tersebut diharapkan mampu membawa pengetahuan mengenai keselamatan lalu lintas ke lingkungan masing-masing.

“Harapan-harapan kita bahwa adik-adik pelajar pelopor keselamatan, baik yang juara di tingkat kabupaten, provinsi, atau tingkat nasional, mereka menjadi pelopor-pelopor keselamatan. Misalnya di sekolahnya, di lingkungan tempat tinggal, di keluarga,” ungkap Erry, dalam keterangannya, Sabtu (19/9/2026).

Menurut dia, pendekatan tersebut penting agar edukasi keselamatan lalu lintas tidak hanya berlangsung ketika ada kegiatan atau perlombaan, tetapi dapat menjadi bagian dari kebiasaan sehari-hari para pelajar.

Dishub Jateng pun melakukan berbagai bentuk edukasi ke sekolah dengan menggandeng Dinas Pendidikan. Selain melalui program pelajar pelopor, edukasi keselamatan juga disampaikan dalam kegiatan apel di sekolah pada momentum tertentu.

Edukasi Keselamatan Dimulai Sejak Usia Dini

Pembinaan keselamatan lalu lintas juga menyasar anak usia dini. Materi diberikan dengan metode yang disesuaikan dengan karakteristik peserta didik.

Salah satunya menggunakan media boneka untuk memperkenalkan rambu lalu lintas, tempat penyeberangan, serta perilaku dasar yang aman ketika berada di jalan.

“Selain itu juga kepada pelajar-pelajar yang lain, misalnya dari TK dengan menggunakan boneka serta, kita ajari adik-adik yang masih usia TK mulai mengenal rambu, mengenal tempat menyeberang dan sebagainya,” kata Erry.

Dengan pendekatan tersebut, edukasi keselamatan lalu lintas diharapkan dapat dikenalkan sejak usia dini dan berkembang seiring bertambahnya usia anak.

Pelajar Jateng Akan Dikenalkan Safety Riding

Selain edukasi di lingkungan sekolah, Dishub Jateng juga menyiapkan pembelajaran mengenai keselamatan berkendara melalui kerja sama dengan salah satu merek sepeda motor yang memiliki fasilitas safety riding center di Kota Semarang.

Fasilitas tersebut akan dimanfaatkan untuk memberikan pengalaman langsung kepada pelajar mengenai cara berkendara yang benar dan mengutamakan keselamatan.

“Ini sedang kita coba nanti ke beberapa sekolah. Jadi, minimal ada waktu adik-adik itu juga mengenal cara berkendara yang benar atau yang berkeselamatan,” beber Erry.

Program tersebut diharapkan dapat melengkapi edukasi yang selama ini diberikan di sekolah, khususnya bagi pelajar yang mulai beraktivitas menggunakan kendaraan di jalan raya.

Inovasi Pelajar Jadi Bagian dari Edukasi Keselamatan

Dalam Pemilihan Pelajar Pelopor Keselamatan Lalu Lintas dan Angkutan Jalan, peserta tidak hanya dinilai berdasarkan kemampuan menjawab soal.

Sejumlah aspek menjadi bagian dari penilaian, antara lain tes tertulis mengenai lalu lintas dan angkutan jalan, karya tulis ilmiah beserta alat peraga, keaktifan peserta, video keselamatan singkat, serta kelengkapan administrasi.

Karya Fulvya yang meraih Juara II nasional menunjukkan bagaimana isu keselamatan lalu lintas dapat dikembangkan menjadi gagasan berbasis teknologi. Karya tersebut mengangkat pemanfaatan AI dan IoT untuk pengendalian kendaraan dengan knalpot tidak standar.

Bagi Dishub Jateng, pendekatan seperti itu menjadi penting karena pelajar tidak hanya menerima materi, tetapi juga didorong untuk melihat persoalan keselamatan lalu lintas di sekitarnya dan menawarkan gagasan penyelesaian.

Erry menambahkan, penguatan edukasi keselamatan lalu lintas perlu terus dilakukan mengingat fatalitas kecelakaan masih menjadi persoalan yang perlu ditekan.

Karena itu, pembinaan pelajar diharapkan tidak hanya meningkatkan pengetahuan, tetapi juga membentuk kebiasaan berlalu lintas yang lebih aman.

“Jadi, dengan upaya-upaya kita memberikan edukasi, upaya pembelajaran safety riding, itu paling tidak harapan kita bisa meminimalkan atau mengurangi fatalitas korban kecelakaan,” ungkapnya.

Melalui penghargaan Pembina Terbaik I tingkat nasional tersebut, Dishub Jateng terus mendorong agar pelajar tidak sekadar menjadi peserta program, tetapi berkembang menjadi pelopor keselamatan lalu lintas yang mampu membawa pesan keselamatan ke sekolah, keluarga, dan lingkungan tempat tinggal. (*)

Editor