KEMDIKDASMEN Bersama LKP Maju Makmur Gelar Program PKW Tata Busana untuk Mendorong Lahirnya Wirausaha Baru

Dari Keterampilan Menjahit Menuju Wirausaha, Peserta PKW 2026 di LKP Maju Makmur Siap Berkarya. Foto: Sorotjateng.id/ LPK Maju Makmur

Sorotjateng.id, Demak — Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemdikdasmen) berkolaborasi dengan Lembaga Kursus dan Pendidikan (LKP) Maju Makmur menyelenggarakan Program Pendidikan Kecakapan Wirausaha (PKW) Bidang Tata Busana Tahun 2026. Program ini menjadi salah satu langkah untuk meningkatkan keterampilan masyarakat sekaligus mendorong lahirnya wirausaha baru di bidang industri kreatif.

Program yang mendapat dukungan pemerintah melalui Direktorat Kursus dan Pelatihan tersebut diikuti oleh masyarakat yang memiliki ketertarikan untuk meningkatkan kemampuan menjahit serta mengembangkan usaha secara mandiri. Selama mengikuti pelatihan digelar pada Juni 2026, peserta memperoleh berbagai kompetensi teknis, mulai dari pembuatan pola, konstruksi busana, pengoperasian mesin jahit, hingga proses penyelesaian produk siap digunakan.

Kepala Bidang Pembinaan PAUD PNF Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Demak, Ibu Dwi Isnaini Saparyati, S.IP, MT, menyampaikan apresiasi terhadap terselenggaranya Program PKW tersebut. Dalam sambutannya, ia menyoroti peran penting pendidikan vokasi nonformal dalam mendukung pemberdayaan dan peningkatan kapasitas masyarakat.

“Program PKW yang dilaksanakan oleh LKP Maju Makmur ini sangat strategis dalam meningkatkan kualitas sumber daya manusia. Dengan keterampilan tata busana yang diajarkan, peserta tidak hanya memiliki kemampuan teknis, tetapi juga peluang untuk membuka usaha sendiri. Kami berharap program ini dapat berkontribusi dalam menekan angka pengangguran serta memperkuat ekonomi kreatif di daerah,” tegasnya.

Pimpinan LKP Maju Makmur menjelaskan bahwa pelaksanaan pelatihan PKW tidak semata-mata diarahkan pada penguasaan keterampilan menjahit, tetapi juga ditujukan untuk membangun karakter dan kemampuan kewirausahaan peserta.

“Kami berkomitmen untuk mencetak lulusan yang kompeten dan memiliki kesiapan memulai usaha. Selain keterampilan menjahit, peserta juga dibekali materi manajemen usaha, perhitungan biaya produksi, serta strategi pemasaran,” ungkapnya.

Sepanjang pelaksanaan program, peserta memperoleh fasilitas praktik yang memadai serta pendampingan dari instruktur yang berpengalaman.

Tidak hanya keterampilan produksi, peserta juga diperkenalkan pada pemanfaatan platform digital untuk mendukung kegiatan promosi dan pemasaran produk fesyen. Hal tersebut menjadi bagian penting dalam menyesuaikan kemampuan peserta dengan perkembangan industri kreatif dan tuntutan pasar saat ini.

Pada akhir program, LKP Maju Makmur akan menyalurkan alat rintisan usaha sebagai dukungan bagi peserta dalam memulai kegiatan usahanya.

Peserta yang dinyatakan lulus juga akan memperoleh sertifikat kompetensi. Dengan dukungan tersebut, program diharapkan mampu menjadi pijakan awal bagi peserta untuk memasuki dunia usaha sekaligus menciptakan peluang kerja baru di lingkungan masyarakat.

Melalui penyelenggaraan Program PKW Tata Busana ini, LKP Maju Makmur terus mengambil bagian dalam upaya meningkatkan kualitas sumber daya manusia, menumbuhkan semangat kewirausahaan, serta mendukung penguatan sektor ekonomi kreatif di daerah.

Editor