Jalur Penyelamat Darurat Bener-Maron di Purworejo Dikebut, Tanjakan Curam Diturunkan Jadi 8 Persen

SOROTJATENG.ID, PURWOREJO – Pemerintah Provinsi Jawa Tengah mempercepat pembangunan Jalur Penyelamat Darurat (JPD) di ruas Bener-Maron Kalijambe, Kabupaten Purworejo.
Infrastruktur tersebut disiapkan untuk meningkatkan keselamatan pengguna jalan, khususnya di jalur yang selama ini dikenal rawan kecelakaan.
Melalui Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Jawa Tengah, pemerintah menargetkan pembangunan JPD dan perbaikan geometrik jalan tersebut rampung pada Desember 2026.
Kepala Bidang Bina Marga Dinas PUPR Jawa Tengah, Temmy Purboyono mengatakan, pembangunan paket Realinyemen Horisontal dan Jalur Penyelamat Darurat Bener-Maron Kalijambe menjadi salah satu upaya pemerintah menekan angka kecelakaan di ruas tersebut.
“Tujuan utamanya adalah mengurangi kecelakaan yang sering terjadi di daerah ini,” kata Temmy mewakili Kepala Dinas PUPR Jateng Henggar Budi Anggoro di lokasi, Kamis (15/10/2026).
Kemiringan Jalan Dikurangi
Temmy menjelaskan, salah satu pekerjaan utama dalam proyek tersebut adalah realinyemen horisontal.
Pekerjaan ini dilakukan untuk mengurangi tingkat kemiringan jalan yang sebelumnya dinilai cukup berbahaya, terutama bagi kendaraan berat.
Kemiringan jalan yang sebelumnya mencapai sekitar 12 persen akan dikurangi menjadi sekitar 8 persen.
“Kemiringannya dulu 12 persen, menjadi sekitar 8 persen pada pekerjaan utama itu,” ujarnya.
Selain mengurangi kemiringan, proyek tersebut juga mencakup pembangunan jalan baru serta Jalur Penyelamat Darurat.
JPD yang dibangun memiliki panjang sekitar 100 meter dan lebar enam meter. Jalur ini dirancang sebagai ruang penyelamatan bagi kendaraan yang mengalami gangguan pengereman, termasuk kendaraan yang mengalami rem blong.
Dengan keberadaan jalur tersebut, kendaraan yang tidak dapat berhenti secara normal diharapkan memiliki ruang untuk diarahkan keluar dari jalur utama sehingga risiko kecelakaan fatal dapat ditekan.
Proyek Rp17,29 Miliar
Pembangunan infrastruktur keselamatan tersebut merupakan bagian dari paket pekerjaan senilai Rp17,29 miliar dengan panjang penanganan sekitar 300 meter.
Berdasarkan data kontrak, pekerjaan dimulai pada 25 Juni 2026 dan ditargetkan selesai pada 28 Desember 2026.
Hingga pertengahan Oktober 2026, progres fisik pekerjaan telah mencapai sekitar 50 persen. Capaian tersebut melampaui target awal sebesar 45 persen.
Temmy berharap seluruh pekerjaan dapat berjalan lancar sehingga JPD dan perbaikan ruas jalan tersebut segera dapat dimanfaatkan masyarakat.
Dinas PUPR Jawa Tengah juga berkoordinasi dengan kepolisian untuk mengatur lalu lintas selama pekerjaan berlangsung.
Langkah tersebut dilakukan untuk menjaga kelancaran perjalanan sekaligus mengantisipasi kepadatan kendaraan di sekitar lokasi proyek.
“Ini sangat bermanfaat bagi masyarakat Jawa Tengah, karena mengutamakan keselamatan pengguna jalan,” tuturnya.
Warga dan Sopir Sambut Positif
Pembangunan JPD mendapat respons positif dari warga Desa Kalijambe. Warga setempat, Iskandar, mengatakan kawasan tersebut sebelumnya cukup sering terjadi kecelakaan.
Dia bahkan mengaku pernah mengusulkan perbaikan jalan sekaligus pembangunan jalur penyelamat karena khawatir terhadap keselamatan pengendara yang melintas.
“Saya berterima kasih kepada Pak Gubernur (Gubernur Jateng Ahmad Lutfi). Yang penting ada jalur penyelamat untuk menyelamatkan orang banyak,” ungkap Iskandar.
Manfaat perbaikan jalan juga mulai dirasakan para sopir truk yang setiap hari melintasi ruas Bener-Maron Kalijambe.
Novan, sopir truk pengangkut material, menilai kondisi jalan kini lebih nyaman dibandingkan sebelumnya. Perbaikan tersebut membuat pengemudi tidak lagi merasa terlalu cemas ketika melintasi ruas tersebut.
“Sangat berterima kasih kepada pemerintah. Dengan adanya pembangunan ini, para sopir merasa nyaman lewat situ sekarang dan tidak panik lagi,” ujarnya.
Hal senada disampaikan Slamet Winarno. Menurut dia, kondisi tanjakan yang kini lebih landai membuat perjalanan kendaraan terasa lebih lancar.
“Kalau sekarang lebih enak karena tanjakannya sudah tidak seperti dulu. Saya berterima kasih kepada pemerintah, karena jalannya sudah diperbaiki,” katanya.
Berdasarkan pantauan di lokasi, pembangunan JPD masih berlangsung. Sejumlah pekerja terlihat mengerjakan pembesian lantai, sementara jalan baru yang menjadi bagian dari proyek sudah mulai digunakan kendaraan, terutama truk bermuatan.
Ruas Bener-Maron Kalijambe sendiri merupakan salah satu jalur yang memiliki catatan kecelakaan lalu lintas.
Sejumlah kecelakaan pernah terjadi di kawasan tersebut, termasuk kecelakaan dengan korban jiwa dalam jumlah besar.
Pembangunan JPD diharapkan menjadi salah satu langkah konkret untuk mengurangi risiko kecelakaan sekaligus memberikan ruang penyelamatan bagi kendaraan yang mengalami masalah teknis saat melintasi jalur tersebut. (*)
